Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Prabowo Cerita Ingin Bangun SDM RI Lewat Perbaikan Sekolah

Presiden RI, Prabowo dalam dalam World Economic Forum 2026 di Davos, Swis.
Presiden RI, Prabowo dalam dalam World Economic Forum 2026 di Davos, Swis. (IDN Times/Alya Achyarini)
Intinya sih...
  • Prabowo Subianto menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang di World Economic Forum 2026.
  • Pemerintah telah merenovasi 16.140 sekolah dan akan menambah satu juta unit panel interaktif di tahun 2026 untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
  • Prabowo juga fokus pada pembangunan Sekolah Rakyat, universitas baru, dan pusat keunggulan untuk memutus lingkaran kemiskinan dan memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Davos, IDN Times – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menekankan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pernyataan itu disampaikannya saat menjadi pembicara kunci dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.

Prabowo memaparkan strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional, mulai dari renovasi fisik sekolah hingga digitalisasi sistem pengajaran.

“Pembangunan manusia adalah kunci bagi bangsa yang maju dan sukses. Tidak ada negara yang dapat berharap menjadi stabil dan makmur jika rakyatnya tidak mampu mengikuti perkembangan sains dan teknologi modern,” ujar Prabowo, Kamis (22/1/2026).

Sejauh ini, pemerintah telah merenovasi 16.140 sekolah. Langkah ini disertai program digitalisasi pendidikan, termasuk penyediaan panel datar interaktif (interactive flat panels) di 288.000 sekolah di seluruh Indonesia.

Tahun 2026, pemerintah menargetkan penambahan satu juta unit panel interaktif. Dengan tambahan tersebut, diharapkan setiap sekolah memiliki setidaknya tiga hingga empat ruang kelas berbasis digital.

“Harapan kami dalam tiga tahun, seluruh sekolah di Indonesia memiliki setidaknya enam ruang kelas dengan panel interaktif. Artinya, kualitas pengajaran guru dan reaksi siswa di seluruh pelosok dapat terpantau,” kata Prabowo.

Presiden menyoroti antusiasme masyarakat di daerah terpencil saat fasilitas tersebut tiba. Banyak warga merasa terharu karena merasakan kehadiran pemerintah pusat secara nyata dalam mendidik anak-anak mereka.

Selain renovasi sekolah, Prabowo juga menekankan pembangunan Sekolah Rakyat atau sekolah berasrama untuk anak-anak dari keluarga miskin, sebagai upaya memutus lingkaran kemiskinan.

“Biasanya anak petani miskin akan menjadi petani miskin. Anak buruh pelabuhan akan menjadi buruh pelabuhan. Inilah yang kita sebut lingkaran setan kemiskinan,” kata Prabowo.

Saat ini, pemerintah telah membangun 166 Sekolah Rakyat dengan target 500 sekolah. Anak-anak dari keluarga termiskin dipastikan mendapat kesempatan pendidikan yang setara.

“Saya bertekad memutus lingkaran tersebut. Anak dari orang termiskin tidak boleh tetap miskin,” tegasnya.

Prabowo juga mengungkap rencana pembangunan 10 universitas baru dan pusat keunggulan (centers of excellence) untuk siswa berbakat. Pemerintah menjajaki kerja sama dengan universitas ternama di Eropa, Inggris, dan Amerika Utara untuk twinning programs, guna menghadirkan kampus berstandar internasional di Indonesia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in News

See More

WEF 2026: Prabowo Soroti Krisis Global dan Optimisme Ekonomi RI

22 Jan 2026, 22:41 WIBNews