Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Prabowo: Saya Bukan Profesor, tapi Bisa Lihat Hal Benar dan Salah

Presiden Prabowo Subianto Umumkan Swasembada Pangan 2025 Tercapai (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto Umumkan Swasembada Pangan 2025 Tercapai (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
Intinya sih...
  • Prabowo Subianto mengaku mampu melihat yang baik dan buruk serta membuat kebijakan yang baik untuk Indonesia.
  • Prabowo merasa prihatin karena banyak kekayaan alam Indonesia yang tidak bisa dinikmati dan menyejahterakan rakyatnya.
  • Dia heran dengan banyaknya kekayaan alam namun masih banyak rakyat Indonesia yang hidup miskin.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengaku bisa melihat sesuatu hal dari sisi baik dan buruk. Sehingga, dia meyakini, mampu membuat kebijakan yang baik untuk rakyat Indonesia.

"Saya memang bukan orang pintar, saya tidak punya gelar profesor, tapi saya bisa melihat yang bener dan yang gak benar, saya bisa melihat yang masuk akal dan tidak masuk akal," ujar Prabowo dalam acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan di Karawang, Rabu (7/1/2026).

Pernyataan Prabowo terkait dengan rasa sedihnya karena kekayaan alam Indonesia tidak bisa dikelola dengan baik. Sebab, hal menyebabkan banyak kekayaan Indonesia yang bocor pergi ke luar negeri. Padahal, kekayaan alam seharusnya bisa dinikmati dan menyejahterakan rakyat Indonesia.

"Bangsa kita negara yang kaya, setelah saya dipilih dan diangkat menjadi Presiden, setelah saya mengambil alih pemerintahan, lebih paham, lebih mengerti atas kekayaan-kekayaan kita, tapi saya prihatin, saya sedih bahwa banyak kekayaan kita yang tidak pandai kita kelola, sehingga banyak kekayaan kita yang bocor," kata dia.

Prabowo mengaku tidak mengetahui sudah berapa banyak kebocoran kekayaan alam Indonesia. Prabowo mengatakan, sudah berjuang lama bersama para petani sejak masih menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

"Dari tahun ke tahun sebelum saya menjadi Presiden, saya berjuang sebelum Ketua Umum HKTI, berjuang sebagai ketum sebuah partai kenapa? Karena saya melihat ada kejanggalan di bangsa kita," ucap Prabowo.

Mantan Menteri Pertahanan itu merasa heran, Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam melimpah, tapi masih banyak rakyatnya hidup miskin.

"Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya dan di hati saya, bagaimana negara yang begini makmur tetapi kekayaannya kurang dinikmati oleh sebagian besar rakyat indonesia," imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in News

See More

Kekerasan Melonjak di Komunitas Arab Israel, 3 Orang Tewas Ditembak

08 Jan 2026, 17:43 WIBNews