Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Prabowo Sebut Ada Aksi Mengarah ke Makar, Menhan: Atensi Tetap Waspada

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, melantik Deddy Corbuzier sebagai salah satu staf khusus Menteri Pertahanan pada Selasa (11/2/2025). (Instagram.com/sjafrie.sjamsoeddin)
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, melantik Deddy Corbuzier sebagai salah satu staf khusus Menteri Pertahanan pada Selasa (11/2/2025). (Instagram.com/sjafrie.sjamsoeddin)
Intinya sih...
  • Presiden Prabowo menyatakan adanya indikasi aksi mengarah ke makar dalam unjuk rasa berakhir ricuh pada akhir Agustus.
  • Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak memberikan interpretasi terhadap pernyataan Presiden.
  • Prabowo menegaskan hak untuk berkumpul secara damai harus dihormati, namun juga menilai adanya tindakan di luar koridor hukum dalam aksi demo besar-besaran.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyatakan, ada indikasi mengarah kepada makar dalam aksi unjuk rasa berakhir ricuh pada akhir Agustus ini. Terkait pernyataan Presiden ini, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meminta masyarakat untuk tidak berandai-andai.

"Kita tidak boleh berandai-andai. Presiden memberi satu gambaran yang luas. Baik situasi dalam keadaan baik maupun situasi dalam keadaan tidak baik," ujar Sjafrie di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Minggu (31/8/2025).

"Jadi teman-teman tidak usah memberikan suatu interpretasi terhadap apa yang disampaikan Beliau Bapak Presiden, ini adalah atensi kepada kita semua untuk tetap waspada," sambungnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengatakan, hak untuk berkumpul secara damai merupakan hak yang harus dihormati dan dilindungi.

"Aspirasi murni yang ingin disampaikan harus dihormati, hak untuk berkumpul secara damai harus dihormati dan dilindungi," katanya dalam pernyataan pers, Minggu.

Hanya saja, Prabowo menambahkan, meski aspirasi murni perlu diberi ruang, saat ini sudah terlihat adanya gejala tindakan yang keluar dari koridor hukum. Dia menilai, sebagian aksi bahkan mengarah pada pelanggaran hukum.

"Kita tidak dapat pungkiri bahwa sudah mulai kelihatan gejala adanya tindakan-tindakan di luar hukum, bahkan melawan hukum, bahkan ada yang mengarah terhadap, mengarah kepada makar dan terorisme," ujar Prabowo.

Aksi demo besar-besaran berujung ricuh terjadi di sejumlah titik di ibu kota, di antaranya kawasan Kramat Kwitang, Pasar Senen, dan juga depan gedung DPR di Jakarta Pusat. Massa memblokir akses jalan, membakar pos polisi, serta merusak rambu lalu lintas di sekitar simpang Pasar Senen, pada Jumat (29/8/2025). Demo besar-besaran ini dipicu oleh kemarahan warga setelah seorang driver ojol bernama Affan Kurniawan tewas dilindas mobil rantis polisi pada Kamis malam, 28 Agustus 2025. Pada Jumat pagi, jenazahnya telah dimakamkan di TPU Karet Bivak pukul 10.00 WIB.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us