Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kembangkan Wisata, Pemprov DKI-PLN Perkuat Listrik di Kepulauan Seribu

Pusat Wisata, Pemprov DKI-PLN Perkuat Listrik di Kepulauan Seribu
Pemprov DKI Jakarta lakukan MoU dengan PLN Perkuat Listrik untuk Kepulauan Seribu di Balai Kota, Jakarta, Jumat (6/2/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Intinya sih...
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya meningkatkan layanan kelistrikan di Kepulauan Seribu, melalui pembaruan kerja sama dengan PT PLN (Persero).
  • Penguatan infrastruktur kelistrikan menjadi kebutuhan penting ke depan, seiring rencana pengembangan Kepulauan Seribu sebagai kawasan wisata.
  • Sebagai kota global, Jakarta perlu memastikan seluruh fasilitas pendukung tersedia dengan baik.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya meningkatkan layanan kelistrikan di Kepulauan Seribu, melalui pembaruan kerja sama dengan PT PLN (Persero).

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata.

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah disepakati antara Pemprov DKI Jakarta dan PLN. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat kepulauan.

“Ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk bagaimana saudara kita di Kepulauan Seribu bisa mendapatkan layanan PLN yang lebih baik lagi, sehingga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di Kepulauan Seribu bisa terpenuhi dengan baik,” ujar Uus di Balai Kota, Jumat (6/2/2026).

1. Pulau Seribu pusat wisata global

Pusat Wisata, Pemprov DKI-PLN Perkuat Listrik di Kepulauan Seribu
Sekda DKI Uus Kuswanto di Balai Kota, Jumat (6/2/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Uus mengatakan, penguatan infrastruktur kelistrikan menjadi kebutuhan penting ke depan, seiring rencana pengembangan Kepulauan Seribu sebagai kawasan wisata. Sebagai kota global, Jakarta perlu memastikan seluruh fasilitas pendukung tersedia dengan baik.

“Karena bagaimana pun ke depan Pulau Seribu itu akan menjadi pusat wisata. Sebagai kota global, tentu berbagai fasilitas yang ada harus kita tingkatkan. Maka itu salah satunya adalah PLN yang menjadi sumber energi. Ini menjadi salah satu kesempatan yang baik bagi Pemprov Jakarta untuk mengembangkan kebutuhan listrik di Pulau Seribu,” katanya.

2. Kerja sama pemeliharaan infrastruktur

Pusat Wisata, Pemprov DKI-PLN Perkuat Listrik di Kepulauan Seribu
Pemprov DKI lakukan MoU dengan PLN Perkuat Listrik untuk Kepulauan Seribu di Balai Kota, Jumat (6/2/2026)

Sementara itu, General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menjelaskan kerja sama antara PLN Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman terkait pengembangan kelistrikan di Kepulauan Seribu.

“Kerja sama antara PLN Jakarta dengan Pemprov DKI ini adalah MoU bagaimana mengembangkan Pulau Seribu terkait kelistrikan, tidak hanya pengembangan, namun mulai dari pengoperasian dan pemeliharaan semua infrastruktur yang ada di sana. Karena memang ada sebagian besar asetnya Pemerintah Daerah DKI,” ujarnya.

3. Kepulauan Seribu pulau destinasi wisata

Pusat Wisata, Pemprov DKI-PLN Perkuat Listrik di Kepulauan Seribu
Salah satu sudut Pulau Harapan di Kepulauan Seribu (IDN Times/Satria Permana)

Andy menilai Kepulauan Seribu memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Karena itu, listrik menjadi faktor utama dalam mendorong aktivitas ekonomi, pendidikan, dan akses informasi masyaraka

“Tentunya PLN sadar bahwa Kepulauan Seribu itu adalah pulau yang menjadi destinasi wisata, pertumbuhan ekonominya juga akan tinggi. Jadi listrik adalah salah satu sumber utama untuk bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi di sana,” kata Andy.

Terkait pengembangan, Andy menegaskan, fokus saat ini adalah perluasan cakupan distribusi, bukan penambahan daya. Pasalnya, sistem kelistrikan Jakarta Raya masih memiliki surplus daya sekitar 41 persen.

“Jadi cakupan. Kalau daya, sebetulnya sistem Jakarta Raya masih punya surplus daya 41 persen. Cuma kondisi yang ada sekarang, karena kabel yang masuk ke sana kurang besar, maka itu perlu dilakukan pembesaran kabel agar cakupan daya bisa kuat,” jelasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More

Hamdan Zoelva: Perlakuan Eksekusi Hotel Sultan Tak Adil

07 Feb 2026, 00:48 WIBNews