TOP 5: Cerita Dino Patti Buka Jam Tangan di Istana hingga OTT Rp40 M

Jakarta, IDN Times - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal mengaku diperintah melepas jam tangan hingga telepon genggamnya saat pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan saat membahas Board of Peace pada Rabu, 4 Februari 2026.
Selain artikel di atas, hampir sepanjang Kamis (5/2/2026) pembaca IDN Times banyak menyoroti artikel terkait operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bea Cukai dengan menyita bukti senilai Rp40,5 miliar, Mendikdasmen menyebut kasus anak akhiri hidup di NTT dan beberapa artikel menarik lainnya dalam #IndonesiaHariIni.
1. Cerita Dino Patti Djalal lepas jam tangan saat bahas BoP di Istana
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal mengaku diperintah melepas jam tangan hingga telepon genggamnya saat pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan saat membahas Board of Peace pada Rabu (4/2/2026). Selengkapnya baca di tautan berikut ini.
2. KPK sita bukti senilai Rp40,5 M saat OTT Bea Cukai, ada 5,3 kg logam mulia
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap sejumlah pejabat Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan terkait dugaan korupsi importasi barang. Dalam tangkap tangan itu, KPK menyita sejumlah bukti senilai total Rp40,5 miliar. Selengkapnya baca di tautan berikut ini.
3. KPK lakukan OTT di Depok, ketiga dalam 2 hari
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini tangkap tangan berlangsung di Depok, Jawa Barat. Belum diketahui detail terkait perkara dalam tangkap tangan ini. Sebab, proses tangkap tangan masih berlangsung. Selengkapnya baca di tautan berikut ini.
4. Mendikdasmen: Meninggalnya anak akhiri hidup di NTT jadi catatan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengunjungi rumah duka almarhum Yohanes Bastian Roja (10), seorang murid kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (5/2/2026). Selengkapnya baca di tautan berikut ini.
5. Kasus Bea Cukai, pemilik Blueray John Field kabur saat OTT KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan enam tersangka usai operasi tangkap tangan (OTT) di Direktorat Bea dan Cukai. Namun, KPK baru menahan lima tersangka. Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mengatakan, KPK baru menahan lima tersangka karena seorang lagi kabur saat OTT. Sosok yang dimaksud adalah John Field selaku Pemilik PT Blueray. Selengkapnya baca di tautan berikut ini.



















