Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pramono: Jakarta Tetap Gelar CFD Besok

Pramono Anung
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat membuka pameran Flona di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2025) (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan Pemprov DKI tetap membuka Hari Bebas Kendaraan atau Car Free Day (CFD), Minggu (31/8/2025). Pramono ingin menunjukan Jakarta masih jadi kota yang nyaman dan aman.

"Untuk Car Free Day besok, kalau tidak ada hal yang luar biasa, kita tetap adakan. Kenapa untuk diadakan? Ini untuk menunjukkan bahwa Jakarta itu aman-nyaman dan mari kita jaga bersama Jakarta," ucap Pramono, di Balai Kota, Sabtu (30/8/2025).

Pramono berharap rasa aman juga terjadi di seluruh Indonesia. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat agar tidak anarkis.

"Bukan hanya di Jakarta, tetapi di seluruh Indonesia, maka ini kami minta untuk dikomunikasikan kepada masyarakat supaya masyarakat juga tahu bahwa apapun tindakan kekerasan anarkis yang terjadi di lapangan, pasti akan membawa dampak bagi pembangunan bangsa ini," katanya.

Terkait jaminan keamanan saat CFD, Pramono mengatakan, tidak ada siapa pun yang bisa menjamin karena yang bisa menjamin diri sendiri.

"Kenapa? Yang menjamin adalah kita semua. Tidak ada orang yang bisa menjamin itu. Tetapi kenapa kemudian saya Car Free Day tetap saya buka," katanya.

Diketahui, demonstrasi besar-besaran berujung ricuh terjadi di sejumlah titik di ibu kota, di antaranya di Mako Brimob Kwitang dan gedung DPR RI, Jakarta Pusat, serta Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Massa memblokir akses jalan, membakar sejumlah fasilitas umum seperti pos polisi dan halte bus Transjakarta.

Demo besar-besaran ini dipicu kemarahan warga setelah seorang driver ojek online bernama Affan Kurniawan tewas dilindas mobil rantis polisi pada Kamis malam, 28 Agustus 2025. Pada Jumat pagi, jenazahnya telah dimakamkan di TPU Karet Bivak pukul 10.00 WIB.

Demonstrasi semula berawal dari kemarahan publik pada anggota DPR RI yang menerima tunjangan mewah, di tengah kesulitan ekonomi sekarang ini. Seperti tunjangan rumah yang mencapai Rp50 juta tiap bulan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us