Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pelukan Hangat Prabowo Sambut Wakil PM Richard Marles di Jakarta

Pelukan Hangat Prabowo Sambut Wakil PM Richard Marles di Jakarta
Wakil Perdana Menteri Australia, Richard Marles (kanan) ketika menemui Presiden Prabowo Subianto di kediamannya di Jalan Kertanegara. (Dokumentasi Sekretariat Kabinet)
Intinya Sih
  • Presiden Prabowo menyambut hangat Wakil PM Australia Richard Marles di kediamannya, menandai silaturahmi dua sahabat lama yang kini memegang peran penting di pemerintahan masing-masing.
  • Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Marles membahas isu strategis kawasan serta memperkuat kemitraan Indonesia-Australia sebagai fondasi stabilitas dan kerja sama regional.
  • Menhan Sjafrie dan Marles melanjutkan dialog bilateral selama 1,5 jam, membicarakan kebijakan pertahanan nasional, kerja sama trilateral, serta rencana pemanfaatan fasilitas latihan bersama di Morotai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Suasana kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara terlihat hangat dan penuh suka cita pada Rabu malam (11/3/2026). Sebab, sahabat lama Prabowo yang kini menjabat Wakil Perdana Menteri Australia kembali mengunjunginya di Jakarta. Marles memilih mengunjungi Prabowo lebih dulu sebelum keesokan harinya mendatangi kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat.

"Pertemuan itu menjadi momen silaturahmi antara dua sahabat lama yang kini sama-sama memegang posisi strategis di pemerintahan masing-masing negara," ujar Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya di dalam keterangan pada Kamis (12/3/2036).

Pejabat publik yang juga merupakan perwira militer TNI aktif itu, suasana pertemuan berlangsung hangat dan akrab. Kedua pemimpin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbincang santai dan bertukar pandangan mengenai sejumlah isu penting yang menjadi perhatian bersama.

"Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Menegaskan hubungan pribadi yang erat di antara kedua pemimpin," tutur dia.

1. Prabowo dan Menhan Marles bahas berbagai isu strategis

Richard Marles
Wakil Perdana Menteri Australia, Richard Marles (kanan) ketika menemui Presiden Prabowo Subianto di kediamannya di Jalan Kertanegara. (Dokumentasi Sekretariat Kabinet)

Lebih lanjut, Teddy mengatakan hubungan akrab Prabowo dan Marles sudah terjalin sejak Ketua Umum Partai Gerindra itu masih menduduki posisi Menteri Pertahanan. Dalam percakapan semalam, Prabowo dan Marles membahas berbagai isu strategis dan dinamika di kawasan yang relevan bagi kedua negara. Teddy yang turut hadir di kediaman Prabowo menyaksikan dialog kedua pemimpin berlangsung santai dan mencerminkan kedekatan hubungan Indonesia dan Australia yang selama ini terus terjalin erat.

"Mereka berbincang santai sekaligus bertukar pandangan mengenai isu-isu penting. Pertemuan ini menjadi simbol kedekatan dan kerja sama erat antara Indonesia dan Australia," kata Teddy.

Pertemuan di Kertanegara, kata Teddy, sekaligus memperlihatkan hubungan personal yang kuat antara Prabowo dan Marles. Kedekatan relasi itu menjadi pondasi penting dalam memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Australia, khususnya dalam menjaga stabilitas kawasan dan memperluas kerja sama di berbagai bidang ke depan.

2. Sjafrie dan Menhan Marles bertemu selama 1,5 jam

Sjafrie Sjamsoeddin, Australia, Richard Marles
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) ketika bertemu dengan Menhan Australia, Richard Marles di kantor Kemhan, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara, pertemuan antara Menhan Sjafrie dan Menhan Richard Marles berlangsung selama 1,5 jam pada hari ini. Tahun lalu, Marles juga mengunjungi Sjafrie di kantornya.

Sjafrie mengatakan pertemuan digelar dalam dua sesi, yakni pembicaraan empat mata (one on one) dan pertemuan bilateral bersama delegasi kedua negara. Di dalam pertemuan empat mata, Sjafrie menjelaskan kepada Marles mengenai kebijakan pertahanan nasional Indonesia, khususnya terkait pengelolaan stabilitas nasional.

"Kemudian, saya juga cerita bagaimana update kami mengenai perkembangan global yang juga memiliki pengaruh kepada Indonesia," ujar Sjafrie pada siang tadi.

Poin ketiga yang disampaikan oleh Sjafrie yakni mengenai kerjasama bilateral antara Indonesia dan Australia. Ternyata kerjasama yang dikembangkan bersifat trilateral yakni Indonesia, Papua Nugini dan Australia.

"Tapi, ini khusus dalam rangka profesionalisme pertahanan," tutur dia.

Purnawirawan jenderal bintang empat itu turut mengungkap konsep kerjasama trilateral lainnya yakni Indonesia, Australia dan Jepang dalam hal pertahanan.

3. Kedua Menhan juga bicara soal fasilitas pelatihan di Morotai

Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin ketika memimpin rapat pimpinan di Mabes TNI. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

Lebih lanjut, Sjafrie menambahkan pihaknya turut menyinggung kembali fasilitas pelatihan bersama di Morotai. Fasilitas pelatihan itu dulu digunakan dalam perang dunia ke-2.

"Sehingga, infrastruktur pertahaannya masih ada dan kami akan sama-sama memperbaiki dan gunakan," kata Sjafrie.

Ia menambahkan di sana bisa digunakan untuk latihan laut, latihan udara dan latihan darat. Sjafrie mengatakan ketika Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menhan, fasilitas pelatihan di Morotai juga ditawarkan ke Singapura.

"Tetapi, mungkin lokasi antara Singapura dan Morotai terlalu jauh. Jadi, Singapura ingin lokasinya tidak terlalu jauh. Kami sudah dapatkan alternatifnya di Kalimantan Utara. Ini semua inisiatif dari Indonesia," tutur dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More