Safari Ramadan, Kaesang Minta Wejangan dan Doa Kiai PSI Diberi Jalan Lurus

- Kaesang Pangarep bersama jajaran PSI mengunjungi Pondok Pesantren An-Nur Bantul untuk meminta doa restu agar perjuangan politik partainya tetap berjalan lurus.
- Dalam kunjungan tersebut, Kaesang juga memohon doa bagi seluruh kader PSI agar diberi kekuatan dan bimbingan dalam menjalankan tugas politiknya.
- Ketua Harian PSI Ahmad Ali menegaskan Safari Ramadan ini merupakan perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada ulama, bukan agenda konsolidasi politik.
Jakarta, IDN Times - Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, bersama Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali dan jajaran DPW PSI Yogyakarta meminta doa restu dari kiai agar PSI dapat berjalan lurus selama berkegiatan politik.
Hal itu Kaesang ungkapkan saat melanjutkan kegiatan Safari Ramadan PSI ke Pondok Pesantren An-Nur pimpinan KH Yasin Nawawi, Bantul, Yogyakarta, Rabu (11/3/2026) malam.
1. Minta saran kiai jika ada jalan yang belok

Kaesang mengatakan, kedatangannya bersama rombongan ini untuk meminta doa restu agar perjuangan PSI bisa berjalan lurus. Namun ia tak memungkiri, PSI juga meminta saran apabila ada sikap yang tidak benar.
"Niat kami datang ke sini, meminta doa restu, doa restunya supaya kami berjalannya lebih baik, jalannya lebih lurus, tidak belok-belok. Kalaupun ada yang belok-belok kami meminta saran dari Pak Kiai," ujar Kaesang di hadapan Yasin dan santri yang hadir di lokasi.
2. Minta doa bagi para kader PSI

Tak hanya itu, dalam momen tersebut, Kaesang juga meminta doa dari Yasin untuk memberi restu kepada seluruh kader PSI yang kini turut berjuang bersamanya.
"Jadi gitu Pak Kiai, sekali lagi kami mohon doa restunya serta doa untuk teman-teman PSI," jelas Kaesang.
3. PSI gelar Safari Ramadan sebagai perjalanan spiritual

Sementara itu, Ketua Harian PSI Ahmad Ali yang juga hadir dalam Safari Ramadan ini, turut menekankan bahwa agenda partainya kali ini bukan bagian dari konsolidasi politik. Ia menuturkan, kegiatan kali ini semata untuk perjalanan spiritual dan mendekatkan diri kepada alim ulama.
"Pak Kiai, seperti yang disampaikan Mas Ketum tadi, perjalanan kami kali ini adalah perjalanan spiritual, kalau bisa saya sampaikan ini bukan konsolidasi politik," jelasnya.


















