Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sjafrie Bertemu Menhan Australia Hampir 1,5 Jam, Ini yang Dibahas

Sjafrie Bertemu Menhan Australia Hampir 1,5 Jam, Ini yang Dibahas
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) ketika bertemu dengan Menhan Australia, Richard Marles di kantor Kemhan, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)
Intinya Sih
  • Sjafrie Sjamsoeddin dan Richard Marles bertemu selama 1,5 jam di Jakarta membahas kebijakan pertahanan nasional serta perkembangan global yang berpengaruh pada stabilitas Indonesia.
  • Keduanya menyoroti kerja sama trilateral Indonesia-Australia-Papua Nugini dan Indonesia-Australia-Jepang untuk memperkuat profesionalisme pertahanan antarnegara.
  • Pertemuan juga membahas percepatan implementasi Jakarta Treaty serta rencana pemanfaatan fasilitas pelatihan internasional di Morotai bagi pasukan dari berbagai negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Menhan Australia, Richard Marles, di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026). Pertemuan berlangsung selama sekitar 1,5 jam pada pagi tadi. Ini menjadi kunjungan kedua pria yang juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Australia tersebut sejak Sjafrie menjabat Menhan.

Sjafrie mengatakan, pertemuan digelar dalam dua sesi, yakni pembicaraan empat mata (one on one) dan pertemuan bilateral bersama delegasi kedua negara. Di dalam pertemuan empat mata, Sjafrie menjelaskan kepada Marles mengenai kebijakan pertahanan nasional Indonesia, khususnya terkait pengelolaan stabilitas nasional.

"Kemudian, saya juga cerita bagaimana update kami mengenai perkembangan global yang juga memiliki pengaruh kepada Indonesia," ujar Sjafrie.

Poin ketiga yang disampaikan oleh Sjafrie yakni mengenai kerja sama bilateral antara Indonesia dan Australia. Ternyata kerja sama yang dikembangkan bersifat trilateral yakni Indonesia, Papua Nugini dan Australia.

"Tapi, ini khusus dalam rangka profesionalisme pertahanan," tutur dia.

Purnawirawan jenderal bintang empat itu turut mengungkap kerja sama trilateral lainnya yakni Indonesia, Australia dan Jepang dalam hal pertahanan.

1. Kedua Menhan juga bicara soal fasilitas pelatihan di Morotai

Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) (dok. BPJS Kesehatan)

Lebih lanjut, Sjafrie menambahkan pihaknya turut menyinggung kembali fasilitas pelatihan bersama di Morotai. Fasilitas pelatihan itu dulu digunakan dalam perang dunia ke-2.

"Sehingga, infrastruktur pertahaannya masih ada dan kami akan sama-sama memperbaiki dan gunakan," kata Sjafrie.

Ia menambahkan, di sana bisa digunakan untuk latihan laut, latihan udara dan latihan darat. Sjafrie mengatakan, ketika Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menhan, fasilitas pelatihan di Morotai juga ditawarkan ke Singapura.

"Tetapi, mungkin lokasi antara Singapura dan Morotai terlalu jauh. Jadi, Singapura ingin lokasinya tidak terlalu jauh. Kami sudah dapatkan alternatifnya di Kalimantan Utara. Ini semua inisiatif dari Indonesia," tutur dia.

2. Pasukan dari berbagai negara bisa berlatih di Morotai

Potret Pulau Morotai yang merupakan bagian dari Kepulauan Maluku
Potret Pulau Morotai yang merupakan bagian dari Kepulauan Maluku

Ketika ditanyakan apakah artinya pasukan dari Australia bisa dikerahkan ke fasilitas pelatihan di Morotai, Sjafrie menyebut tak hanya dari Negeri Kanguru.

"Pasukan dari Filipina dan Jepang juga bisa. Kan saya bilang ini international training facilities," katanya.

3. Menhan Sjafrie dan Menhan Australia turut bahas Jakarta Treaty

Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese menandatangani perjanjian kerja sama di Istana Merdeka.
Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese menandatangani perjanjian kerja sama di Istana Merdeka, Jumat (6/2/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dalam pertemuan bilateral itu, kedua negara juga membahas percepatan implementasi Jakarta Treaty yang sebelumnya ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Jakarta pada Februari lalu.

Sjafrie mengatakan, implementasi perjanjian tersebut menjadi langkah untuk meningkatkan kerja sama pertahanan kedua negara. Ia menambahkan, hubungan personal antara para pejabat kedua negara juga menjadi faktor penting dalam memperkuat hubungan antarnegara.

"Tadi kami bicara cukup lama hal ini. Nah, itulah yang membuat kami merasa lebih dekat karena ternyata satu kenyataan bahwa hubungan negara dengan negara itu sangat tergantung daripada hubungan personal dengan personal di dalam negara atau institusi itu," kata Sjafrie.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More