Warga Jakarta Timur Dapat 357 Toren Air dari PAM JAYA

- Sebanyak 357 toren air dibagikan kepada warga Pulomas, Gudang Air, dan Klender untuk membantu penyimpanan air bersih di rumah.
- PAM JAYA bersama TP PKK DKI Jakarta telah menyalurkan total 1.000 toren sejak Januari 2026 dan turut memberikan bantuan beras simbolis.
- Program kerja sama ini menargetkan distribusi 5.000 toren sepanjang tahun 2026 guna memperkuat ketahanan air rumah tangga warga Jakarta.
Jakarta, IDN Times – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi DKI Jakarta bersama Daya Wanita PAM JAYA, kembali menyalurkan bantuan toren air kepada warga di Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 357 toren air dibagikan kepada warga di wilayah Pulomas, Gudang Air, dan Klender. Bantuan itu ditujukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan penyimpanan air bersih di rumah.
1. Jaga cadangan air

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, mengatakan program tersebut dilatarbelakangi kebutuhan masyarakat terhadap akses dan ketersediaan air di lingkungan permukiman.
Menurut Arief, keberadaan toren air di rumah dapat membantu warga menjaga cadangan air sekaligus mendukung kebutuhan sehari-hari keluarga.
“Melalui pembagian toren ini, kami ingin memastikan masyarakat memiliki ketersediaan air yang lebih terjamin di rumah,” ujar Arief, dalam keterangannya.
2. Sebanyak 10 ribu toren dibagikan

Arief menyebut, hingga 7 Mei 2026, sebanyak 1.000 toren telah disalurkan ke sejumlah wilayah di DKI Jakarta, sejak program berjalan pada Januari 2026.
Selain pembagian toren, kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan beras secara simbolis kepada perwakilan TP PKK dan Dasawisma setempat. Rombongan turut meninjau rumah warga penerima manfaat yang torennya telah dipasang.
3. Target 5 ribu toren di tahun ini

Program pembagian toren ini merupakan bagian dari kerja sama antara TP PKK DKI Jakarta dan Daya Wanita PAM JAYA, dengan target penyaluran 5 ribu toren sepanjang 2026.
Program tersebut diharapkan dapat membantu ketahanan air rumah tangga warga, terutama bagi masyarakat yang masih bergantung pada pembelian air jeriken untuk kebutuhan harian.


















