Qurban Tak Lagi Musiman, Mulai Menggerakkan Ekonomi Peternak Desa

- Program Sebar Qurban 2026 diluncurkan di Lombok Utara oleh Human Initiative untuk menjadikan qurban sebagai bagian dari perputaran ekonomi desa, bukan sekadar ibadah tahunan.
- Melalui pengadaan hewan langsung dari peternak lokal, rantai pasok qurban menghubungkan pekurban dengan penerima manfaat sekaligus memperluas akses pasar bagi peternak kecil.
- Inisiatif ini didukung pemerintah daerah yang menilai kolaborasi lintas pihak penting agar masyarakat desa dapat berperan aktif dan merasakan dampak ekonomi dari kegiatan qurban.
Jakarta, IDN Times - Peluncuran Program Sebar Qurban 2026 oleh Human Initiative di Desa Telaga Banyak, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Rabu (1/4/2026), menghadirkan cara pandang berbeda terhadap praktik qurban di masyarakat.
Qurban mulai dilihat bukan hanya sebagai ibadah tahunan, tetapi juga bagian dari perputaran ekonomi desa.
"Pendekatan ini memang dirancang untuk memperluas manfaat qurban," kata Vice President Human Initiative, Romi Ardiansyah, dalam keterangannya pada Jumat (3/4/2026).
1. Rantai pasok qurban dihubungkan dengan kebutuhan

Di wilayah dengan banyak peternak skala kecil, momentum Idul Adha sering menjadi masa utama penjualan ternak. Namun, keterbatasan akses pasar membuat peternak kerap kesulitan menjual hewan dengan harga layak di luar musim tersebut.
Melalui pola pengadaan hewan qurban langsung dari peternak lokal, rantai pasok qurban dihubungkan dengan kebutuhan masyarakat penerima di berbagai wilayah.
2. Tiga misi sebar qurban

Skema ini membuat aliran dana dari orang yang berkurban tidak berhenti di kota, tetapi menjangkau desa tempat ternak dipelihara.
“Sebar Qurban memiliki tiga misi utama, memfasilitasi ibadah, menggerakkan peternak lokal, dan berbagi kebahagiaan bagi masyarakat. Dari sinilah kami ingin qurban memberi manfaat yang lebih merata dan berkelanjutan,” ujarnya.
3. Kolaborasi berbagai pihak

Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, menilai kolaborasi semacam ini relevan dengan kondisi daerah yang memiliki potensi peternakan namun membutuhkan perluasan akses pasar.
“Untuk menjawab berbagai tantangan di masyarakat, kami membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Human Initiative sebagai mitra strategis. Kami juga mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima, tetapi mulai mengambil bagian dalam berqurban melalui berbagai saluran yang telah disediakan,” ucapnya.


















