Revitalisasi Taman Semanggi Telan Dana Rp134 M, Pramono: Bukan dari APBD

- Revitalisasi Taman Semanggi menelan biaya sekitar Rp134 miliar, seluruhnya dibiayai melalui kerja sama dengan mitra tanpa menggunakan dana APBD.
- Mitra akan mengelola kawasan selama 11,5 tahun, sementara nama “Semanggi” tetap dipertahankan sebagai identitas resmi taman tersebut.
- Pembangunan ditargetkan rampung pada 22 Juni 2027 bertepatan dengan ulang tahun ke-500 Jakarta, menjadikan Taman Semanggi ikon baru kota.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut revitalisasi Taman Semanggi menelan anggaran sekitar Rp134 miliar. Namun, ia menegaskan, pendanaan proyek tersebut tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Tempat ini untuk pembangunannya membutuhkan biaya kurang lebih 134 miliar rupiah, dan itu sepenuhnya bukan dari APBD," kata Pramono di Taman Semanggi, Jumat (20/2/2026).
1. Nama tempat masih Semanggi

Pramono menjelaskan pembiayaan revitalisasi dilakukan melalui skema kerja sama dengan mitra. Nantinya, mitra tersebut akan mengelola kawasan Taman Semanggi selama kurang lebih 10 tahun, ditambah masa pembangunan sekitar satu setengah tahun, sehingga total kerja sama mencapai 11,5 tahun.
"Nama tempat ini tetap Semanggi. Supaya gak salah, nama ini tetap Semanggi, gak ada perubahan nama. Tetapi tentunya bagi siapapun yang kemudian mengubah tempat ini, mitra kami mengeluarkan dana cukup besar, Rp134 miliar, harus mendapatkan manfaat dari Semanggi nanti yang menjadi lebih baik," ujarnya.
2. Pembangunan ditargetkan selesai 22 Juni 2027

Pramono memastikan, meski dikelola mitra, nama kawasan tersebut tidak akan berubah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap mempertahankan nama Semanggi sebagai identitas kawasan. Ia berharap proses pembangunan bisa rampung tepat waktu, bertepatan dengan perayaan ulang tahun Jakarta.
"Saya berharap tanggal 22 Juni (2027) sudah selesai, karena itu menjadi ulang tahunnya Jakarta, sekaligus 500 tahun buat Jakarta, kita menandai dengan dibangunnya Semanggi," ucap Pramono.
3. Taman Semanggi akan jadi tempat ikonik

Pramono menegaskan Pemerintah DKI Jakarta ingin Taman Semanggi menjadi tempat yang ikonik, serta menggambarkan ada regenerasi dari gagasan-gagasan Bung Karno yang masih kontekstual dengan hari ini.
"Tempat ini nanti akan terhubungkan menjadi lebih mudah, lebih baik, di taman yang kurang lebih 6 hektare," katanya.


















