Selain Buru Takjil, Ini 4 Kegiatan yang Bisa Dilakukan saat Ngabuburit

Membaca Al-Qur'an dapat menambah amalan di bulan suci, memberikan ketenangan jiwa, dan meningkatkan spiritualitas.
Berdoa dan berdzikir menjelang berbuka puasa merupakan waktu mustajab untuk memohon keberkahan, kesehatan, dan kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa.
Berbagi dengan sesama, baik dengan memberikan makanan atau minuman kepada yang membutuhkan maupun dengan membagikan takjil kepada mereka yang berpuasa.
Jakarta, IDN Times - Menjelang waktu berbuka puasa, masyarakat Indonesia kerap mengenal istilah ngabuburit sebagai kegiatan untuk mengisi waktu sore jelang berbuka. Secara etimologi, ngabuburit berasal dari kata burit yang memiliki arti sore hari, sehingga secara harfiah kegiatan ini dimaknai sebagai aktivitas menunggu waktu buka puasa di sore hari.
Di tengah kebiasaan masyarakat yang umumnya mengisi waktu tersebut dengan berburu takjil atau berjalan-jalan, sebenarnya terdapat sejumlah kegiatan positif yang dapat dilakukan untuk menambah amalan di bulan suci.
Berikut ini, IDN Times merangkum empat kegiatan positif yang dapat dilakukan sembari menunggu bedug magrib tiba. Yuk, simak lebih lanjut!
1. Membaca Al-Qur'an

Salah satu aktivitas yang sangat dianjurkan untuk mengisi waktu ngabuburit adalah membaca Al-Qur'an. Anjuran ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 185, yang menyatakan bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelas mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang hak dan batil.
Mengutip dari laman resmi Nahdalatul Ulama (NU), Rasulullah SAW juga menjadikan momen Ramadan untuk memberikan perhatian lebih kepada Al-Qur'an. Ibnu Rajab Al-Hambali dalam Bughyatul Insān fī Wadzā’ifi Ramadhān saat menjelaskan anjuran perbanyak tadarus Al-Qur'an di bulan puasa mengutip hadis berikut:
“Dari Ibnu Abbas berkata, Rasulullah saw adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril as menemuinya, dan adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadhan, di mana Jibril mengajarkannya Al-Qur'an. Sungguh Rasulullah saw orang yang paling lembut daripada angin yang berembus,” (HR Al-Bukhari).
Aktivitas membaca Al-Qur'an saat menunggu berbuka tidak hanya mendatangkan pahala bagi yang melakukannya. Kegiatan ini juga dapat menenangkan jiwa serta menjadi sarana untuk meningkatkan spiritualitas di bulan yang penuh berkah.
2. Berdoa dan berdzikir

Sementara, waktu ngabuburit juga merupakan momen yang tepat untuk memanjatkan doa dan berzikir kepada Allah SWT. Dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW bersabda doa adalah ibadah, yang menunjukkan betapa pentingnya aktivitas ini dalam keseharian seorang Muslim.
"Sesungguhnya doa adalah ibadah," (HR. Tirmidzi).
Khususnya di bulan Ramadan, berdoa menjelang waktu berbuka puasa merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk memohon kepada Allah SWT. Dengan berdoa dan berzikir, umat Muslim dapat memanjatkan permohonan untuk diberikan keberkahan, kesehatan, serta kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa selama bulan suci.
Aktivitas berdoa dan berzikir ini dapat dilakukan baik di rumah maupun di masjid. Apabila dilakukan di masjid, waktu ngabuburit juga dapat diisi dengan beri'tikaf, yaitu berdiam diri di dalam masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selama beri'tikaf, umat muslim dapat memperbanyak ibadah seperti melaksanakan salat sunah, berzikir, dan membaca Al-Qur'an.
Hal ini sudah biasa dilakukan Rasulullah SAW sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu hadis.
"Rasulullah saw melaksanakan i’tikaf pada sepuluh (malam) terakhir dari bulan Ramadhan sampai beliau wafat, lalu (dilanjutkan) istri-istrinya yang i’tikaf sepeninggalnya," (HR Al-Bukhari).
3. Berbagi dengan sesama

Tak hanya itu, ngabuburit juga dapat dimanfaatkan untuk berbagi dengan sesama, khususnya kepada mereka yang kurang beruntung. Praktik berbagi ini dapat diwujudkan dengan memberikan makanan atau minuman kepada orang yang membutuhkan, sebagaimana tersirat dalam firman Allah SWT di surah An-Nur ayat 33 tentang anjuran memberikan sebagian dari harta yang telah diberikan-Nya.
"Dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang telah diberikan-Nya kepadamu," (QS. An-Nur: 33).
Lebih jauh, berbagi kepada sesama juga bisa diartikan dengan membagikan takjil kepada mereka yang berpuasa. Rasulullah SAW bersabda; “Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia akan memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga,” (HR At-Tirmidzi).
Aktivitas berbagi saat menunggu waktu berbuka tidak hanya membawa kebahagiaan bagi penerima, tetapi juga mendatangkan pahala bagi yang memberikannya. Dengan demikian, ngabuburit menjadi momentum yang tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar.
4. Menghadiri pengajian atau kajian

Kemudian, ngabuburit dapat diisi dengan menghadiri pengajian atau kajian agama yang biasanya diselenggarakan menjelang sore hari. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk mendengarkan ilmu agama, yang pada gilirannya dapat memperdalam pemahaman tentang Islam serta meningkatkan kualitas iman.
Di samping manfaat spiritual tersebut, menghadiri kajian juga membuka peluang untuk bersilaturahmi dengan sesama Muslim. Interaksi sosial yang terjalin dalam majelis ilmu ini menjadi nilai tambah yang memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.


















