Comscore Tracker

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di Indonesia

Cegah COVID-19 dengan menjaga kebersihan dan imun tubuh

Jakarta, IDN Times - Setelah mengepung wilayah Asia tenggara, virus corona atau COVID-19 akhirnya menyerang Indonesia. Dua orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona pada 2 Maret 2020. Pengumuman kasus virus corona pertama itu disampaikan langsung Presiden Joko "Jokowi" Widodo bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, di Istana Merdeka, Jakarta.

Kasus virus corona pertama di Indonesia ini bermula dari adanya Warga Negara Asing (WNA) asal Jepang yang positif virus corona mengunjungi Indonesia. Terawan menyebut, WNA Jepang yang tinggal di Malaysia itu ternyata sudah terinfeksi COVID-19 saat datang ke Indonesia.

WNA Jepang kemudian mengonsumsi obat penurun demam, sehingga ketika tiba di Bandara Soekarno-Hatta tidak terdeteksi menggunakan alat thermo scanner. Berikut deretan kasus virus corona di Indonesia mulai Kasus 1 dan Kasus 2 hingga kini.

1 April: Kasus positif virus corona bertambah menjadi 1.677, korban meninggal bertambah 21 orang menjadi 157 orang

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaJuru Bicara Pemerintah COVID-19, Achmad Yurianto/Dok. BNPB

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengumumkan update kasus COVID-19 di Indonesia. Jumlah kasus positif di Indonesia pada Rabu (1/4) bertambah menjadi 1.677. Terdapat penambahan sebanyak 149 kasus, dari kasus sebelumnya yaitu 1.528.

Selain kasus positif, jumlah pasien COVID-19 yang meninggal juga meningkat. Yuri menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal akibat virus corona bertambah sebanyak 21 orang sejak kemarin.

"Sementara angka kematian dari kasus yang terkonfirmasi positif bertambah 21 orang menjadi 157 orang,” ujar Yuri dalam keterangan persnya.

Meski demikian pasien COVID-19 yang sembuh menjadi 103 orang. Jumlah itu bertambah 22 orang dari angka sebelumnya yakni 81 orang.

Data itu terhitung sejak 31 Maret 2020 pukul 12.00 WIB hingga 1 April 2020 pukul 12.00 WIB.

Karena kasus yang terus bertambah, Yuri juga mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah, dan melakukan aktivitas seperti belajar, bekerja, serta beribadah di rumah. Oleh karena itu, Yuri meminta masyarakat untuk tidak melakukan mobilitas yang jauh dulu seperti mudik ke kampus halaman.

"Kita tahu bahwa Ramadan sebentar lagi kita akan hadapi. Sudah barang tentu bahwa kita rindu dengan kampung halaman. Namun yang lebih penting, mari kita jaga kampung halaman kita tetap sehat," tutur Yuri.

Maka, Yuri pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan jauh ke kampung halamannya terlebih dahulu.

"Sebaiknya tidak melakukan perjalanan jauh, sebaiknya tidak melakukan mudik. Kita sadari bahwa virus ini berpindah karena dibawa oleh manusia. Oleh karena itu, pergerakan manusia yang tidak terkendali akan menimbulkan permasalahan," jelasnya.

31 Maret: Ada 1.528 kasus positif virus corona, 136 meninggal

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di Indonesia(Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Wabah virus corona semakin menakutkan. Juru Bicara Penanganan Virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, menyebutkan pasien positif virus corona sampai Selasa (31/3) berjumlah 1.528 kasus.

"Total kasus kematian ada 136 orang," kata Yuri melalui telekonferensi yang disiarkan TVRI di BNPB, Selasa (31/3).

Kabar baiknya, jumlah pasien yang sembuh juga meningkat menjadi 81 orang dari sebelumnya 75.

Untuk mencegah penyebaran virus corona, Presiden Jokowi hari ini menetapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan status kedaruratan kesehatan masyarakat. Selain itu pemerintah juga akan mengucurkan dana sebesar Rp405,1 triliun untuk menangani virus corona.

30 Maret: Tingkat kematian akibat COVID-19 Indonesia tertinggi ke-2 di dunia

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaIlustrasi pemakaman pasien positif COVID-19 (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Juru Bicara Penanganan Virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, mengumumkan bahwa kasus virus corona di Indonesia semakin bertambah. Pada Senin (30/3) ini, jumlahnya bertambah menjadi 1.414 kasus.

Sementara itu pasien meninggal akibat virus corona di Indonesia bertambah sebanyak 8 orang. Dengan demikian, total kasus meninggal menjadi 122 orang.

Dengan angka tersebut Indonesia menduduki posisi ke-2 negara dengan case fatality rate (CFR) atau tingkat kematian akibat virus corona tertinggi di dunia. Data tersebut sesuai dengan grafis yang dikeluarkan secara resmi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona COVID-19, pada pukul 16.45 WIB.

Melalui data tersebut, Italia adalah negara nomor satu dengan CFR virus corona tertinggi di dunia. CFR virus corona Italia mencapai 11,30 persen. Diketahui, sudah ada 10.779 kasus kematian dari 97.689 kasus positif virus corona di Italia.

Berikut lima negara dengan CFR virus corona tertinggi di dunia:

Italia 11,3 persen
Indonesia 8,63 persen
Spanyol 8,62 persen
Iran 6,89 persen
Prancis 6,49 persen

29 Maret: Korban meninggal akibat COVID-19 bertambah menjadi 114 orang

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaIlustrasi (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19 Achmad Yurianto melaporkan bahwa jumlah pasien positif virus corona di Indonesia telah mencapai 1.285 kasus per Minggu (29/3). Angka tersebut naik dari data sebelumnya yaitu 1.155 kasus.

Sementara korban meninggal akibat virus corona juga meningkat menjadi 114 orang. 

Total penyebaran virus corona tersebut terdapat di 30 Provinsi. DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan penyumbang terbanyak kasus virus corona yaitu sebanyak 675 kasus. Lalu, peringkat kedua diduduki oleh Jawa Barat 149 kasus dan dilanjutkan oleh Banten 106 kasus. 

Yuri menilai bertambahnya angka kasus positif virus corona di Indonesia karena masyarakat yang dinyatakan positif tidak mengisolasi diri. 

Kabar baiknya, sudah ada 64 pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh.

28 Maret: Pasien positif virus corona bertambah jadi 1.155 kasus

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaTes COVID-19 drive thru di Kota Bogor (Instagram/@ridwankamil)

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menyebutkan bahwa pada Sabtu (28/3), kasus positif COVID-19 tembus di angka 1.155 kasus." Bertambah sebanyak 109 kasus sehingga total menjadi 1.155 kasus," ujarnya.

Dari total kasus pasien positif virus corona tersebut, sebanyak 102 pasien meninggal dunia. Di sisi lain, 59 orang dinyatakan sembuh dari virus corona jenis baru atau COVID-19. 

Data ini adalah data yang diperbaharui dari Jumat (27/3) pukul 12.00 WIB hingga Sabtu (28/3) pukul 12.00 WIB.

Sehari sebelumnya yakni pada Jumat (27/3), data nasional mencatat bahwa ada 1. 046 orang dinyatakan positif virus corona, 46 orang sembuh dan 87 orang dinyatakan meninggal dunia.

27 Maret: Kasus positif virus corona di Indonesia tembus angka 1.046, 87 meninggal, 46 sembuh

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaJuru Bicara Pemerintah COVID-19, Achmad Yurianto. Dok BNPB

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, kasus positif virus corona di Indonesia semakin bertambah. Yuri menyebutkan, jumlah positif virus corona telah mencapai 1.046 kasus.

"Ada 153 kasus baru yang kita dapatkan. Ini menggambarkan masih ada penularan dan masih ada kontak dekat. Jadi total 1.046," kata Yuri dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di channel BNPB Indonesia, Jumat (27/3).

Jumlah tersebut meningkat sebanyak 153, dari jumlah sebelumnya yaitu 893 kasus. Yuri menyebut, angka itu terhitung sejak 26 Maret 2020 pukul 12.00 WIB hingga 27 Maret 2020 pukul 12.00 WIB.

"Terhitung 26 Maret pukul 12.00 WIB kemarin, hingga hari ini 27 Maret pukul 12.00 WIB," ujar Yuri.

Sementara itu untuk kasus kematian akibat virus corona bertambah 9 dari yang sebelumnya 78 orang kini menjadi 87 kasus. Kabar baiknya, 46 pasien berhasil disembuhkan dari virus corona.

26 Maret: Korban meninggal bertambah jadi 78 orang, pasien positif 893, 35 sembuh

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaIDN Times/covid19.go.id

Jumlah korban meninggal akibat virus corona bertambah menjadi 78 orang. Data sehari sebelumnya menyebutkan jumlah pasien meninggal sebanyak 58 orang.

"Yang meninggal ada penambahan 20 kasus, sehingga total 78," ujar Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona atau COVID-19, Achmad Yurianto melalui siaran langsung di channel YouTube BNPB Indonesia, Kamis (26/3).

Yuri juga menyebut jumlah kasus positif virus corona bertambah sebanyak 103 orang menjadi total 893 kasus, dari sebelumnya sebanyak 790 kasus.

Total penyebaran virus corona tersebut terdapat di 27 Provinsi. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penyumbang terbanyak kasus virus corona yaitu sebanyak 515 kasus positif. Lalu, peringkat kedua diduduki oleh Jawa Barat 78 kasus dan dilanjutkan oleh Banten 67 kasus.

Kasus pasien sembuh pun bertambah empat menjadi 35 kasus. 

25 Maret: 790 orang positif virus corona, korban meninggal mencapai 58 orang, sembuh 31 orang

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di Indonesia(ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

Juru bicara penanganan virus corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengumumkan bahwa kasus positif virus corona di Indonesia semakin bertambah. Ia mengatakan, jumlah kasus bertambah sebanyak 105 orang dari jumlah sebelumnya yaitu 685 kasus.

"Ada penambahan kasus positif sebanyak 105 kasus. Sehingga total 790 kasus," kata Yuri dalam siaran langsung di TVRI, Rabu (25/3).

Sementara, jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona di Indonesia bertambah tiga orang, sehingga menjadi 58 orang.

"(Sebanyak) 55 hari kemarin, dan hari ini penambahan tiga dan hari ini jumlahnya menjadi 58," ujar Yuri.

Kabar baiknya pasien yang sembuh dari COVID-19 bertambah menjadi satu orang. Sehingga total yang sembuh sebanyak 31 orang.

Total penyebaran virus corona tersebut terdapat di 24 Provinsi. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penyumbang terbanyak kasus virus corona yaitu sebanyak 463 kasus. Lalu, peringkat kedua diduduki oleh Jawa Barat 73 kasus dan dilanjutkan oleh Banten 67 kasus. 

Berikut ini data lengkap rincian penyebaran virus corona di 24 Provinsi di Indonesia :

1. Bali 9 kasus
2. Banten 67 kasus
3. Yogyakarta 17 kasus
4. DKI Jakarta 463 kasus
5. Jambi 1 orang
6. Jawa Barat 73 kasus
7. Jawa Tengah 38 kasus
8. Jawa Timur 51 kasus
9. Kalimantan Barat 3 kasus
10. Kalimantan Timur 11 kasus
11. Kalimantan Tengah 3 kasus
12. Kalimantan Selatan 2 kasus
13. Kepulauan Riau 5 kasus
14. Nusa Tenggara Barat 2 kasus
15. Sumatera Selatan 1 kasus
16. Sulawesi Utara 2 kasus
17. Sumatera Utara 7 kasus
18. Sulawesi Tenggara 3 kasus
19. Sulawesi Selatan 13 kasus
20. Lampung 1 kasus
21. Riau 1 kasus
22. Maluku Utara 1 kasus
23. Maluku 1 kasus
24. Papua 3 kasus
25. Dalam proses verifikasi di lapangan 12 kasus

24 Maret: 686 kasus pasien positif virus corona, 55 meninggal, 30 sembuh

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di Indonesiainstagram.com/idntimes

Kasus virus corona di Indonesia per Selasa (24/3) bertambah menjadi 686 kasus. 

"Ada penambahan kasus baru konfirmasi positif sebanyak 107 kasus, sehingga total saat ini adalah 686 kasus positif," kata Yuri dalam siaran pers yang disiarkan langsung TVRI, Selasa (24/3).

Yuri mengatakan, penambahan kasus virus corona tersebut terhitung sejak Senin (23/3) pukul 12.00 WIB hingga hari ini pukul 12.00 WIB.

Korban meninggal akibat virus corona di Indonesia bertambah menjadi 55 orang. Sebelumnya, jumlah pasien meninggal 49 orang. Sedangkan pasien sembuh tidak bertambah, tetap 30 orang. 

23 Maret: Kasus Positif Virus Corona Bertambah Jadi 579 Kasus, 49 meninggal, 30 sembuh

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaIlustrasi Cara Menangani Wabah Virus Corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Juru bicara penanganan virus corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengumumkan bahwa kasus virus corona di Indonesia semakin bertambah. Per hari ini, Senin (23/3), jumlah kasus bertambah sebanyak 65 orang.

"Penambahan Sebanyak 65 orang. Total kasus 579," kata Yuri dalam siaran langsung di TVRI, Senin (23/3).

Achmad Yurianto menyampaikan, dari 579 kasus tersebut, 49 di antaranya meninggal dunia. 

Sementara total penyebaran virus corona terdapat di 22 provinsi. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penyumbang terbanyak kasus virus corona, yaitu 353 kasus. Lalu peringkat kedua diduduki oleh Jawa Barat 59 kasus, disusul Banten 56 kasus.

Sementara jumlah pasien yang sembuh pada hari ini berjumlah 30 orang.

Baca Juga: [BREAKING] Bertambah 1, Kasus Meninggal COVID-19 di Indonesia Kini Ada 49!

22 Maret: Korban Jiwa Akibat Virus Corona Jadi 48 Orang

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaIlustrasi (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)

Korban meninggal dunia akibat virus corona per Minggu (22/3) pukul 16.00 WIB menjadi 48 orang. 

“Penambahan kasus meninggal 10 orang, sehingga total 48 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19 Achmad Yurianto, di Graha BNPB, dikutip dari siaran langsung TVRI, Minggu (22/3).

Sementara, penambahan kasus pasien positif COVID-19 bertambah sebanyak 64 orang, sehingga totalnya menjadi 514 orang. Sementara, sembilan orang dinyatakan sembuh dari virus corona.

“Penambahan kasus sembuh, sudah dua kali pemeriksaan laboratorium hasilnya negatif dan dibolehkan pulang sembilan orang, total 29 orang,” ujar Yuri.

Baca Juga: [BREAKING] Tambah 10, Korban Jiwa Akibat Virus Corona Jadi 48 Orang

22 Maret: Pasien Positif Virus Corona 514 Orang

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di Indonesia(ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Birus Corona atau COVID-19 Achmad Yurianto melaporkan jumlah pasien positif virus corona di Indonesia mencapai 514 kasus per Minggu (22/3). Angka tersebut naik dari hari sebelumnya sebanyak 450 kasus.

“Hari ini, hingga pukul 12.00 WIB, ada penambahan kasus positif 64 orang, sehingga total 514 orang,” kata Yuri saat konferensi pers sebagaimana dikutip dari siaran langsung tim TVRI, Minggu (22/3).

Mereka yang terinfeksi virus corona tersebut tersebar di 20 Provinsi. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penyumbang terbanyak kasus virus corona, yaitu 307 kasus. Lalu Jawa Barat 59 kasus dan dilanjutkan oleh Banten 47 kasus. 

Baca Juga: Virus Corona: Ini yang Perlu Kamu Ketahui soal Lockdown dan Situasinya

21 Maret: DKI Jakarta, provinsi dengan kasus terbanyak dengan 267 orang positif virus corona, 23 meninggal

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaGubernur Anies Baswedan bersama Kapolda Metro Jaya Gatot Eddy dan Pangdam Jaya Eko Margiyono (Dok. Humas DKI Jakarta)

Dengan jumlah kasus mencapai 267, Jakarta masih menjadi provinsi dengan pasien positif virus corona terbanyak di Indonesia. Sebanyak 23 pasien positif virus corona di Jakarta pun telah meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah pasien meninggal bertambah sebanyak 5 kasus pada Sabtu ini.

Walaupun demikian, total kasus sembuh di Jakarta juga mengalami kenaikan sebanyak 3 kasus. Sehingga, total kasus sembuh untuk Jakarta yaitu 17 kasus.

21 Maret: Jumlah pasien positif virus corona 450 kasus, 38 meninggal, 20 sembuh

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaIlustrasi (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)

Jumlah pasien positif virus corona di Indonesia per hari ini, Sabtu (21/3), sebanyak 450 kasus. Jumlah ini meningkat dari angka sebelumnya yaitu sebanyak 369 kasus.

"Sampai dengan hari ini ada penambahan kasus baru sebanyak 81 orang sehingga total kasus adalah 450 orang," ujar Juru Bicara Penanganan Virus Corona COVID-19 Achmad Yurianto pada siaran langsung TVRI pada, Sabtu.

Total penyebaran virus corona tersebut terdapat di 17 Provinsi. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penyumbang terbanyak kasus virus corona yaitu sebanyak 267 kasus. Lalu, peringkat kedua diduduki oleh Jawa Barat 55 kasus dan dilanjutkan oleh Banten 43 kasus. 

Berikut ini data lengkap rincian penyebaran virus corona di 17 Provinsi di Indonesia :

1. Bali 3 kasus
2. Banten 43 kasus
3. Yogyakarta 5 kasus
4. DKI Jakarta 267 kasus
5. Jawa Barat 55 kasus
6. Jawa Tengah 14 kasus
7. Jawa Timur 26 kasus
8. Kalimantan Barat 2 kasus
9. Kalimantan Timur 9 kasus
10. Kalimantan Tengah 2 kasus
11. Kepulauan Riau 4 kasus
12. Sulawesi Utara 1 kasus
13. Sumatera Utara 2 kasus
14. Sulawesi Tenggara 3 kasus
15. Sulawesi Selatan 2 kasus
16. Lampung 1 kasus
17. Riau 1 kasus

Lalu, untuk 10 kasus lainnya masih dalam proses investigasi.

Sementara, jumlah angka kematian akibat virus corona di Indonesia juga mengalami kenaikan, yakni sebanyak 6 kasus orang menjadi 38. Pasien positif virus corona yang sembuh bertambah empat orang sehingga total kasus sembuh menjadi 20 orang.

20 Maret: Jokowi mengatakan memesan obat avigan dan klorokuin untuk menangani pasien virus corona

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaPresiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersiap memimpin rapat kabinet terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (28/2/2020) (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengatakan pemerintah telah menyiapkan obat untuk menyembuhkan pasien positif terinfeksi virus corona. Dia menuturkan, pemesanan yang dilakukan RI mencapai jutaan butir. Jenis obat yang akan dipesan Indonesia adalah avigan dan klorokuin (chloroquine).

20 Maret: Kasus positif virus corona bertambah menjadi 369 pasien, 32 meninggal, 17 sembuh.

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaIlustrasi (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Juru Bicara Penanganan Virus Corona COVID-19 Achmad Yurianto mengumumkan, jumlah pasien positif virus corona di Indonesia pada hari ini, Jumat (20/3) per pukul 12.00 WIB, menjadi 369 kasus. Jumlah ini semakin meningkat dari angka sebelumnya yaitu 309 kasus.

Jumlah pasien positif virus corona di Indonesia yang meninggal dunia berjumlah 32 orang. Ini berarti ada penambahan tujuh orang yang meninggal. Sedangkan, pasien positif virus corona di Indonesia yang sembuh berjumlah 17 kasus.

19 Maret: Wali Kota Bogor Bima Arya dipastikan positif virus corona

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di Indonesia(Wali Kota Bogor Bima Arya) IDN Times/Margith Juita Damanik

Wali Kota Bogor Bima Arya dipastikan positif terkena virus corona atau COVID-19. Bima kini menjalani isolasi di RSUD Bogor, sejak Kamis malam (19/3). Isolasi akan dilakukan selama 14 hari ke depan. Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr Sri Nowo Retno, MARS, dalam keterangan tertulisnya, Jumat dini hari (20/3).

Bima Arya diketahui baru tiba dari lawatan ke Azerbaijan dan Turki pada 16 Maret lalu.
Pemeriksaan demi pemeriksaan sempat diikuti Bima Arya dan rombongan di Bandara Soekarno-Hatta, mulai dari mengisi formulir dengan sejumlah pertanyaan, cek kesehatan hingga pemeriksaan barang bawaan.

19 Maret: Hasil tes virus corona Presiden Jokowi dan Iriana negatif

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengumumkan hasil tes virus corona atau COVID-19 dirinya dan Ibu Negara Iriana Jokowi. Pada Kamis (19/3) pagi, keduanya pun menerima hasil tes dan dinyatakan negatif.

“Saya dan Ibu Iriana sudah melaksanakan tes deteksi COVID-19 empat hari yang lalu, dan sudah keluar hasil tesnya. Alhamdulillah dinyatakan negatif,” ucap Jokowi dari keterangan tertulis Sekretariat Presiden.

19 Maret: Jumlah kasus positif virus corona jadi 309 kasus, 25 meninggal, 15 sembuh

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaPeta penyebaran virus corona di Jatim. IDN Times/Fitria Madia

Juru bicara penanganan virus corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengumumkan jumlah kasus positif di Indonesia semakin bertambah yakni sebanyak 309 kasus. Jumlah tersebut melonjak 82 kasus dari jumlah sebelumnya yakni 227 kasus. 

Rincian kasus adalah sebagai berikut:

Bali 1 orang
Banten sebanyak 10 orang kasus baru, total akumulasi 27
DIY sebanyak 2 orang, total akumulasi 5 orang
DKI Jakarta 52 orang, total 210 orang
Jawa Barat 2 orang dan total 26
Jawa Tengah 4 orang, total 12 orang
Jawa Timur 1 orang, total 9 orang
Kalimantan Barat jumlah tetap 2
Kalimantan Timur 2, total 3 orang
Kepulauan Riau 2, total 3 orang
Sulawesi Utara 1 orang
Sumatera Utara 1, total 2 orang
Sulawesi Tenggara 3 orang
Sulawesi Selatan 2 orang kasus baru
Lampung 1 orang
Riau 2 orang

Dari data yang disampaikan Yuri, peningkatan kasus virus corona terbanyak adalah DKI Jakarta. Jumlah keseluruhan total kasus positif virus corona di DKI Jakarta sebanyak 210 kasus. Angka tersebut bertambah 52 kasus dari sebelumnya.

Sementara, jumlah pasien meninggal akibat virus corona pun bertambah menjadi 25 orang dari hari sebelumnya yang sebanyak 19 orang. 

Di sisi lain, jumlah pasien COVID-19 yang sembuh dan siap dipulangkan sebanyak 15 orang. Jumlah tersebut bertambah empat dari sebelumnya yaitu 11 orang.

18 Maret: Tingkat kematian karena virus corona di Indonesia melampaui Italia

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaPekerja membersihkan jembatan dengan cairan desinfektan sebagai upaya menghentikan penyebaran COVID-19 di Venesia, Italia, pada 13 Maret 2020.  ANTARA FOTO/REUTERS/Manuel Silvestri

Angka kematian akibat virus corona atau COVID-19 di Indonesia terus bertambah signifikan. Juru bicara penanganan virus corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan per hari ini Rabu (18/3), jumlah pasien positif virus corona yang meninggal bertambah menjadi 19 orang pasien.

Total kasus pasien positif virus corona ialah 227 orang. Dengan demikian mortality rate atau tingkat kematian di Indonesia akibat virus corona atau COVID-19 mencapai 8,3 persen.

Persentase ini melebihi tingkat kematian akibat virus corona di Italia yang hanya 7,9 persen. Angka itu berdasarkan situs resmi Johns Hopkins Coronavirus Resource Center pada Rabu (18/3). Di mana Italia tercatat mengalami 2.503 kasus kematian dari total 31.506 kasus pasien positif virus corona.

Berdasarkan situs tersebut, sebanyak 7.954 kasus kematian terjadi di seluruh dunia. Virus corona tercatat telah menyebar di 154 negara dengan jumlah pasien terinfeksi mencapai 198.193 orang dan 81.738 di antaranya dinyatakan sembuh.

18 Maret: Kasus positif virus corona di Indonesia bertambah menjadi 227 kasus, 19 meninggal, dan 11 sembuh

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaIlustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Juru bicara penanganan virus corona atau COVID-19 Achmad Yurianto mengumumkan bahwa pasien positif virus corona di Indonesia pada hari ini, Rabu (18/3) pukul 12.00 WIB, bertambah menjadi 227 kasus. Jumlah ini meningkat signifikan dari angka sebelumnya yaitu sebanyak 172 kasus.

55 kasus baru yang diterima oleh Kemenkes berasal dari sembilan provinsi yakni, Provinsi Banten dengan 4 kasus, Yogyakarta 1 kasus, DKI Jakarta 30 kasus, Jawa Barat 12 kasus, Jawa Tengah 2 kasus, Sumatera Utara 1 kasus positif, Lampung 1 kasus , Kepulauan Riau 1 kasus, dan Kalimantan Timur 1 kasus.

Sementara, jumlah pasien positif virus corona yang meninggal per hari ini sebanyak 19 orang. Dari ke-19 yang meninggal tersebut, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah pasien meninggal terbanyak.

Bali sebanyak 1 orang meninggal, Banten 1 yang meninggal, DKI Jakarta 12 orang meninggal, Jawa Barat 1 orang meninggal, Jawa Tengah 2 orang meninggal, Jawa Timur 1 orang meninggal, dan Sumatera Utara 1 orang meninggal.

Adapun total pasien virus corona yang dinyatakan sembuh hingga hari ini, Rabu (18/3), ialah 11 orang. Mereka sudah dinyatakan sembuh dan siap dipulangkan.

Baca Juga: Daftar Barang yang Penjualannya Melonjak Gara-gara Virus Corona

17 Maret: Pemerintah menyatakan 2300 spesimen telah diperiksa

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaIlustrasi (IDN TImes/Arief Rahmat)

Jumlah spesimen yang telah melalui pemeriksaan virus corona mencapai 2.300. Pemeriksaan spesimen tersebut bergerak cepat, bahkan per harinya sebanyak 500 spesimen diperiksa oleh laborarium rujukan.

"Spesimen yang sudah diperiksa kita sudah mencapai 2.300 spesimen, ini bergerak cepat karena memang dari hari ke hari bisa mencapai 500 orang," kata dia, Selasa (17/3).

Yuri menjelaskan, dengan dibukanya laboratorium lain selain Balitbangkes, maka pemeriksaan spesimen dapat dilakukan laboratorium lain seperti di Universitas Airlangga, Surabaya. Dengan demikian, jumlah spesimen yang diperiksa pun semakin meningkat.

17 Maret: Jumlah kasus positif virus corona bertambah menjadi 172 kasus, 5 meninggal, 9 sembuh.

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaJuru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (17/3/2020) (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Juru bicara penanganan virus corona COVID-19 Achmad Yurianto mengumumkan, jumlah kasus pasien positif virus corona hingga hari ini, Selasa (17/3), bertambah menjadi 172 kasus. Jumlah ini meningkat dari angka sebelumnya yaitu sebanyak 134 kasus.

Tidak ada penambahan jumlah kematian. "Total 172 kasus, di mana kasus meninggal tetap lima," ujar Yuri.

Sementara itu, sembilan orang dinyatakan sudah sembuh dan siap dipulangkan.

16 Maret: Kasus positif virus corona jadi 134, 5 meninggal,

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaSeorang petugas medis berjaga di Poli Khusus yang menangani virus corona di RS Universitas Airlangga.IDN Times/Fitria Madia

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona atau COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan kasus baru virus corona bertambah 17 per Senin (16/3), sehingga total pasien positif virus corona menjadi 134 kasus.

Menurut Yuri, penambahan 17 kasus terbaru berasal dari DKI Jakarta 14 kasus, Provinsi Jawa Barat satu kasus, Provinsi Banten satu kasus, dan Provinsi Jawa Tengah satu kasus.

Sementara itu, hari ini, tidak ada penambahan kasus kematian akibat virus corona. Total pasien positif virus corona yang meninggal tetap lima orang

15 Maret: Kasus Positif Virus Corona di RI Bertambah Jadi 117 Orang

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di Indonesia(Peta penyebaran virus corona DKI Jakarta 12 Maret 2020) IDN Times/Arief Rahmat

Pada hari ini, Minggu (15/3),  ada tambahan 21 kasus baru sehingga total pasien positif virus corona COVID-19 menjadi 117 orang.

“Kita mendapatkan 21 kasus baru, dimana 19 di Jakarta dan 2 di Jawa Tengah. Di Jakarta ini sebenarnya adalah pengembangan dari kasus yang sebelumnya,” kata Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona atau COVID-19 Achmad Yurianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu.

14 Maret: Pemerintah tracing siapa saja yang berkontak dengan Budi Karya Sumadi

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di Indonesia(Menhub Budi Karya Sumadi saat bertemu Menteri Infrastruktur dan Manajemen Air Belanda, Mrs. Cora Van Nieuwenhuize pada 11 Maret) Twitter/@BudiKaryaS

Pemerintah belum dapat memastikan Menhub Budi Karya Sumadi tertular dari kasus maupun klaster mana. Merunut kegiatan yang pernah dihadiri oleh BKS, tercatat bahwa salah satu yang terkait langsung dengan pasien virus corona ialah penjemputan 69 ABK Diamond Princess di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat pada (1/3) lalu.

Belakangan, satu di antara ABK itu positif dinyatakan tertular virus yang diberi nama Sars-CoV-2 tersebut. Istana enggan mengonfirmasi adanya kemungkinan penularan pada saat kesempatan itu. Ia hanya menjawab keterlibatan BKS dalam penjemputan kru kapal pesiar sangat besar.

Selain menjemput ABK Diamond Princess, eks Direktur Utama Angkasa Pura II itu juga ikut dalam pemulangan kru kapal pesiar World Dream. "Keterlibatan beliau besar dan tugas beliau banyak dalam penanganan. Yang penting bagaimana kita berusaha keras agar beliau sehat," kata Pratikno. 

Dia pun menjelaskan bahwa pemerintah sudah melakukan pelacakan siapa saja yang pernah kontak langsung dengan BKS. "Pak Menkes juga sudah melakukan langkah lanjutan terutama melakukan tracing dan penanganan lebih lanjut. InsyaAllah semuanya baik-baik saja," kata dia lagi. 

14 Maret: Pemerintah mengonfirmasi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif virus corona

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (IDN Times/Auriga Agustina)

Istana akhirnya mengklarifikasi mengenai status kesehatan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Mantan Direktur Angkasa Pura II resmi dinyatakan positif tertular virus corona baru, COVID-19.

"Jadi, atas persetujuan keluarga, pasien nomor 76 adalah Pak Budi Karya Sumadi," Wakil Direktur RSPAD dr. Budi yang didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno di kantornya di lingkungan Istana Kepresidenan pada Sabtu (14/3) malam. 

Dengan demikian Budi menjadi menteri pertama di Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf yang positif tertular virus Sars-CoV-2 itu. Budi dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD) setelah sebelumnya sempat dirawat di RS Swasta.

Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto dr Budi yang mendampingi Pratikno membenarkan keterangan tersebut dan menyebut Budi Karya awalnya hanya mengalami penyakit penyerta saat dirawat di RS Swasta.

"Dengan perkembangan, timbul sesak napas.Selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan dilakukan pemasangan beberapa alat medis supaya tertangani dengan baik," lanjutnya. Dia mengatakan kondisi Menhub Budi Karya Sumadi dinyatakan mulai membaik.

14 Maret: Total kasus virus corona bertambah menjadi 96, pasien meninggal menjadi 5 orang, dan sembuh 8 orang

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di Indonesia(Konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penaganan COVID-19 Sabtu 14/3) IDN Times/Aldzah Aditya)

Pada hari Sabtu, pemerintah melaporkan bahwa total jumlah kasus pasien positif virus corona di Indonesia bertambah menjadi 96 orang. Jumlah pasien positif tersebut bertambah dengan adanya 27 orang yang baru dinyatakan positif sejak data akhir kemarin.

"Terakhir kita laporkan 69 (orang positif virus corona) sekarang menjadi 96 oleh karena itu ada penambahan kasus baru sebanyak 27. Ini didapatkan dari tracing," ujar juru bicara penanganan virus corona atau COVID-19, Achmad Yurianto pada konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease (COVID-19) di Graha BNPB, Sabtu (14/3).

Jumlah kasus pasien meninggal bertambah satu menjadi lima orang sedangkan jumlah pasien sembuh bertambah tiga menjadi delapan orang. Mereka yang sembuh telah melewati dua kali tes dengan hasil negatif.

"Ada delapan orang yang sudah dinyatakan sembuh indikasinya adalah tidak ada lagi keluhan fisik," kata Yuri saat konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease (COVID-19) di Graha BNPB, Sabtu (14/3).

Yuri mengatakan bahwa tiga pasien yang sembuh ini adalah bagian dari kasus yang dirawat di Indonesia.

"Ini yang kita rawat di Tanah Air. Kemudian, saudara-saudara kita yang terpapar dan sempat kita tinggalkan di Jepang sebagai bagian dari ABK dari Diamond Princsess, sembilan orang semuanya sudah sembuh dan sudah pulang ke Tanah Air ini," ujar dia.

13 Maret: 2 pasien positif virus corona adalah balita

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaIDN Times/Arief Rahmat

Dari 35 kasus baru yang diumumkan hari ini, terdapat dua pasien positif virus corona yang masih balita.

"Kasus 49, laki-laki, 3 tahun, kondisi sakit ringan sedang," kata Yurianto di Kantor Presiden, Jumat (13/3).

Selain Kasus 49, ada juga Kasus 54 yang masih berusia dua tahun. Jenis kelamin keduanya adalah laki-laki.

13 Maret: Kasus virus corona bertambah menjadi 69 pasien, jumlah pasien meninggal jadi 4 orang

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaIDN Times/Arief Rahmat

Pemerintah mengumumkan bahwa kasus virus corona di Indonesia bertambah menjadi 69 kasus. Ada tambahan kasus positif virus corona sebanyak 35 kasus pada hari ini, Jumat (13/3).

Tak hanya jumlahnya yang meningkat lebih dari dua kali lipat, jumlah kematian akibat virus corona pun bertambah tiga kasus. Total empat orang meninggal dunia akibat COVID-19 ini.

Berikut daftar kasus kematian per Jumat (13/3)

Kasus 35
Perempuan 57 tahun

Kasus 36
Perempuan 37 tahun

Kasus 50
Laki-laki 59 tahun

Kasus 25
Perempuan 53 tahun, WNA

13 Maret: Pasien positif virus corona kabur dari ruang isolasi di RSUP Persahabatan

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaRSUP Persahabatan (IDN Times/Gregorius Aryodamar P.)

Juru bicara Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan dr. Erlina Burhan, mengatakan ada satu pasien di RS tersebut yang keluar dari ruang isolasi tanpa izin tim medis. telah dinyatakan positif virus corona atau COVID-19.

"Keluar dari RS Persahabatan tanpa kita ketahui ini apakah dia kemudian dijemput dan dirawat di rumah sakit (lainnya)," ujarnya saat konferensi pers di RS Persahabatan, Jakarta Timur pada Jumat (13/3).

Ia juga mengatakan bahwa diketahui sang pasien adalah seorang perempuan dan berdomisili di wilayah DKI Jakarta. Saat melarikan diri dari ruang isolasi, ternyata pihak keluarga pasien tersebut sudah menunggu untuk menjemput.

"Isolasi gak kaya dikunci pakai gembok. Jadi itu minggu yang lalu, perempuan ya, kami mendapatkan informasi dari Dinas Kesehatan Jakarta, dia positif (COVID-19)," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti menyatakan pasien tersebut sudah dirujuk ke RS lain pada Jumat sore. Sementara pemerintah pusat enggan menyebut kasus tersebut kabur.

"Cuma sehari aja kok dibilang kabur," kata Achmad Yurianto, di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (13/3).

12 Maret: pemerintah nyatakan 3 orang sembuh

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di Indonesia(IDN Times/Arief Rahmat)

Tiga pasien virus corona yang dinyatakan sembuh akan dibekali surat rujuk balik. Surat tersebut akan ditujukan kepada puskesmas di lokasi pasien tersebut tinggal. Mereka adalah Kasus 1, Kasus 2, dan Kasus 3.

"Sebagai bagian dari sistem monitoring apabila nanti dibutuhkan oleh pasien ini, dan apabila kemudian ada kepentingan puskesmas untuk melakukannya," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto di RSUP Persahabatan, Jakarta Timur, Kamis (12/3).

Meski sembuh, Yurianto mengatakan bahwa ketiganya tetap harus membatasi diri dari aktivitas sehari-hari. Cara yang dapat dilakukan ketiga pasien itu antara lain dengan asupan gizi yang baik dan meningkatkan daya tahan tubuh.

11 Maret 2020: Kasus 25 virus corona meninggal di Bali, suami langsung diisolasi

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaFoto simulasi penanganan virus corona di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali (Dok. IDN Times/istimewa)

Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra sebelum meninggal dunia, Kasus 25 dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, Senin (9/3) diantar suaminya. Suami mengakui istrinya menderita berbagai penyakit.

“Jadi kami sudah tracing dia masuk Bali tanggal 29 Februari 2020. Kemudian tanggal 3 Maret mulai demam-demam, oleh keluarganya dalam hal ini suaminya diantarkan ke salah satu rumah sakit swasta. Tetapi suaminya telah mengatakan bahwa istrinya memang menderita beberapa penyakit diabetes mellitus, hipertensi, hipertiroid dan penyakit paru menahun,” jelasnya.

Dia mengatakan sejumlah pihak yang kontak dengan pasien Kasus 25 kini dalam pengawasan. Mulai sejak kedatangannya di Bali, kontak di penginapan, hingga rumah sakit. Tercatat, sebanyak 21 orang yang melakukan kontak dengan Kasus 25 sejak kedatangannya ke Bali.

“Dari perjalanan ini tentu tracing-nya mengikuti itu tanggal 29 datang di mana, menuju ke mana, ke rumah sakit apa sampai ke Sanglah. Itu sudah ditemukan orang-orangnya oleh tim surveillance,” kata dia.

Semua orang yang kontak tersebut telah dilakukan pemeriksaan kesehatan, dan sudah diberikan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi). Termasuk juga diambil swab-nya (Air liur). Mereka kemudian diisolasi di dalam rumah sejak Senin (9/3).

“Semua dalam kondisi sehat, semua sudah diperiksa oleh tim dari Dinas Kesehatan. Semuanya dalam keadaan sehat. Kalau dari uji labnya menunggu dari Jakarta. Karena uji labnya di Jakarta,” terangnya.

Sementara itu petugas juga telah mengisolasi suami Kasus 25 ini di saat bersamaan, karena diketahui memiliki kontak erat dengan Kasus 25.

“Di tanggal yang sama, tanggal 9 (Maret). Orang itu dalam keadaan yang sangat sehat. Tetapi protapnya mengharuskan dia juga harus mengikuti itu,” lanjutnya.

11 Maret 2020: Pemerintah pastikan Indonesia tidak lockdown

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaJuru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Angka kasus COVID-19 di Indonesia terus melejit menjadi 34 kasus. Total kasus positif COVID-19 saat ini berjumlah 31 setelah satu pasien meninggal dan dua diperbolehkan pulang.

Meski demikian, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto memastikan Indonesia tidak melakukan ‘lockdown’ seperti yang dilakukan Negara Italia.

Ia membandingkan angka kasus yang dialami Italia dengan Indonesia yang masih terbilang sedikit.

“Makanya jangan sampai bertambah terus, ya cuma segitu aja kok di-lockdown, gak lah,” ujar Yuri di Istana Kepresidenan, Rabu (11/3).

11 Maret 2020: Pasien positif virus corona di Indonesia bertambah 7 Kasus

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaPersonel Satgas Mobile COVID-19 mengenakan pakaian hazmat membawa pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020) (ANTARA FOTO/Oky)

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, kembali mengumumkan kasus baru virus mematikan asal Wuhan, Tiongkok tersebut.

Yuri mengatakan, ada tujuh kasus baru positif virus corona yang saat ini diterima pemerintah, sehingga total jumlahnya menjadi 31 kasus di Indonesia, setelah satu meninggal dan dua dinyatakan dibolehkan pulang.

Ia kemudian merinci tujuh kasus yang semuanya merupakan imported case atau orang positif COVID-19 yang didapat dari luar negeri.

Berikut daftarnya.

- Kasus 28, laki-laki, 37 tahun nampak sakit ringan
- Kasus 29, laki-laki, 51 tahun nampak sakit sedang, tidak sesak napas
- Kasus 30, laki-laki, 84 tahun nampak sakit ringan sedang
- Kasus 31, perempuan, 48 tahun sakit ringan sedang
- Kasus 32, laki laki 45 tahun, sakit ringan sedang
- Kasus 33, laki-laki 29 tahun kondisi ringan sedang
- Kasus 34, laki-laki usia 42 tahun nampak sakit ringan sedang

11 Maret 2020: 1 WNA yakni Kasus 25 meninggal dunia di Bali

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaPersonel Satgas Mobile COVID-19 mengenakan pakaian hazmat membawa pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020) (ANTARA FOTO/Oky)

Pasien positif virus corona yakni Kasus 25 dinyatakan meninggal dunia, Rabu (11/3). Kasus 25 merupakan seorang perempuan warga negara asing berusia 53 tahun yang dirawat di RSUP Sanglah Bali.

"Memang keadaannya ketika datang ke Indonesia sudah sakit," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19 Achmad Yurianto di Istana Presiden Jakarta, Rabu (11/3).

Kasus 25 berinisiatif untuk memeriksakan diri setelah mengalami gejala COVID-19. Dia datang ditemani sang suami dan meninggal sekitar pukul 02.00 WIB dengan kondisi mengalami hipertensi, paru menahun, diabetes. 

10 Maret 2020: Dua pasien dinyatakan negatif dari virus corona, namun kasus bertambah menjadi 27

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaIlustrasi (Dok. Pelindo 1)

Pemerintah mengumumkan kabar baik dalam kasus virus corona hari ini. Dua pasien virus corona dinyatakan negatif dari virus COVID-19, setelah melalui pemeriksaan. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, kedua pasien tersebut adalah Kasus 6 dan Kasus 14.

“Data laboratorium dari Kasus 1 sampai 19 ada beberapa hal yang membahagiakan. Kita bahas Kasus 6 ini sudah masuk hari kelima pemeriksaannya sudah negatif (COVID-19),” kata Yuri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/3). 

Yuri menjelaskan Kasus 6 adalah seorang ABK Diamond Princess yang beberapa waktu lalu dipulangkan pemerintah dari Jepang.

Selain Kasus 6, Yuri mengatakan, Kasus 14 juga sudah menunjukkan hasil yang negatif hari ini. Pasien tersebut adalah seorang pria berusia 50 tahun yang tertular COVID-19 di luar negeri.

“Ada lagi satu yang negatif (Kasus 14) pada hari ketiga, karena kontaknya minimal di samping kondisi fisiknya bagus banget,” ujar dia.

Kendati, Yuri menyebutkan, kedua pasien tersebut masih harus menjalani satu lagi tahap proses uji laboratorium, hingga nantinya bisa keluar dari rumah sakit. “Kondisi dua-duanya bagus, tidak ada keluhan apa-apa. Kita tunggu hasil tes dua hari, kalau gak ada apa-apa, kita perbolehkan pulang,” tutur dia.

Meski ada kabar baik dari kasus virus corona di Indonesia, sore harinya pemerintah kembali mengumumkan penambahan delapan kasus baru virus corona, sehingga menjadi 27 kasus per hari ini.

Pasien Kasus 20 adalah perempuan, 70 tahun. Kasus ini bagian dari trecing subklaster Jakarta. Pasien Kasus 21 juga perempuan, usia 47 tahun, yang juga merupakan subklaster Jakarta.

Kasus 22 juga perempuan 36 tahun, imported case. Sama seperti Kasus 23, perempuan 73 tahun, imported case. Kondisi mereka saat ini menggunakan ventilator karena faktor komorbid cukup banyak, namun kondisinya stabil.

Sedangkan Kasus 24 adalah laki-laki berusia 46 tahun, yang juga merupakan imported case. Lalu, Kasus 25 adalah perempuan 53 tahun, warga negara asing (WNA), yang tertular virus corona karena di luar negeri, namun kondisinya stabil.

“Pasien kode 26 (Kasus 26) laki-laki 46 tahun, warga negara asing (WNA), imported case. Kemudian kode 27 (Kasus 27), laki-laki 33 tahun, kondisi stabil. Kami menduga ini local transmision, kami sedang lacak sementara belum jelas kasusnya dari mana,” kata Yuri, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu sore.

Baca Juga: Yurianto: Kasus 6 dan 14 Negatif Virus Corona

9 Maret 2020: Kasus virus corona bertambah menjadi 19

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaJuru bicara penanganan virus corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin 9 Maret 2020 (IDN Times/Teatrika Handiko Putri)

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto kembali mengumumkan penambahan pasien terinfeksi virus corona pada Senin (9/3) sore. Dia menyebutkan ada 13 kasus positif virus corona lainnya.

Di antara 13 kasus baru tersebut, Yuri mengatakan, tujuh kasus di antaranya berasal dari imported cases atau kasus dari luar negeri dan baru diketahui saat berada di Indonesia. Sisanya berasal dari tracing atau hasil penelusuran Kasus 1.

"Sehingga hari ini jumlah kasus yang terkonfimasi positif sebenyak 19. Ini jumlah dari pasien yang kita rilis di awal," kata Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin.

Kasus 7 dan 8 adalah sepasang suami istri. Keduanya terinfeksi dari negara yang mereka kunjungi sebelumnya. Kasus 7, perempuan 59 tahun, kondisinya sakit ringan sedang, stabil. Dia positif virus corona setelah diperiksa PCR dan genome sequencing.

Sedangkan Kasus 8, laki-laki berusia 56 tahun. Dia tertular Kasus 7. Sebelum kontak dengan Kasus 7, Kasus 8 sudah sakit diare dan ditambah riwayat diabetes. Sehingga sakit sedang ke arah berat.

Kemudian Kasus 9, perempuan 55 tahun, kondisinya sakit ringan sedang, tampak ada penyakit penyulit sebelumnya. Pasien ini terjangkit virus corona dari luar negeri. Kasus impor lainnya antara lain Kasus 7, Kasus 14, Kasus 16, Kasus 17, Kasus 18, dan Kasus 19.

Dari 13 kasus baru tersebut, tiga di antaranya kasus berasal dari tracing atau penelusuran Kasus 1. Ketiganya adalah Kasus 10 yang merupakan Warga Negara Asing (WNA), laki-laki 29 tahun. Dia dalam kondisi sakit ringan sedang.

Untuk dua kasus lainnya juga berasal dari tracing Kasus 1. Keduanya sempat kontak langsung dengan Kasus 1, sehingga terinfeksi virus corona. Keduanya adalah Kasus 11, WNA, perempuan 54 tahun. Kondisi kesehatannya nampak sakit ringan sedang. Kasus 12 juga kontak langsung dengan Kasus 1. Dia laki-laki, 31 tahun, dengan kondisi sakit ringan sedang.

Dari 13 kasus baru ini, terdapat beberapa kasus dari subklaster atau kasus yang berasal dari kontak langsung pasien lainnya. Seperti wanita berusia 17 tahun yang terinfeksi virus corona setelah melakukan kontak langsung dengan Kasus 15, yang berusia 43 tahun dan terinfeksi COVID-19 di luar negeri.

Yuri menegaskan tujuh kasus imported case atau kasus dari luar negeri tidak berasal dari tiga negara episentrum yakni Italia, Korea Selatan, dan Jepang.

Sementara dua WNA yang terinfeksi virus corona di Indonesia, diduga terinfeksi setelah melakukan kontak langsung dengan Kasus 1. Pemerintah RI telah berkomunikasi ke kedutaan besar negara asal WNA tersebut.

Kedua WNA tersebut adalah Kasus 10, laki-laki 29 tahun. Dia dalam kondisi sakit ringan sedang. Kasus 11 juga WNA, perempuan 54 tahun. Kondisi dia nampak sakit ringan sedang.

Berikut daftar 13 kasus baru:
1. Kasus 7
Gender/usia: Perempuan/59 tahun
Kondisi: Sakit ringan-sedang, stabil.
Keterangan: Imported case

2. Kasus 8
Gender/usia: Laki-laki/56 tahun
Kondisi: Menggunakan infus dan selang oksigen. Punya riwayat diabetes.
Keterangan: Tertular Kasus 7, suami dari pasien Kasus 7

3. Kasus 9
Gender/usia: Perempuan/55 tahun
Kondisi: Sakit ringan-sedang
Keterangan: Imported case

4. Kasus 10
Gender/usia: Laki-laki/29 tahun
Kondisi: Sakit ringan-sedang
Keterangan: WNA, terkait Kasus 1

5. Kasus 11
Gender/usia: Perempuan/54 tahun
Kondisi: Sakit ringan-sedang
Keterangan: WNA, terkait Kasus 1

6. Kasus 12
Gender/usia: Laki-laki/31 tahun
Kondisi: Sakit ringan-sedang
Keterangan: Terkait Kasus 1

7. Kasus 13
Gender/usia: Perempuan/16 tahun
Kondisi: -
Keterangan: Subklaster Kasus 3

8. Kasus 14
Gender/usia: Laki-laki/50 tahun
Kondisi: Sakit ringan-sedang
Keterangan: Imported case

9. Kasus 15
Gender/usia: Perempuan/43 tahun
Kondisi: -
Keterangan: Imported case

10. Kasus 16
Gender/usia: Perempuan/17 tahun
Kondisi: -
Keterangan: Terkait Kasus 15

11. Kasus 17
Gender/usia: Laki-laki/56 tahun
Kondisi: -
Keterangan: Imported case

12. Kasus 18
Gender/usia: Laki-laki/55 tahun
Kondisi: -
Keterangan: Imported case

13. Kasus 19
Gender/usia: Laki-laki/40 tahun
Kondisi: -
Keterangan: Imported case.

Baca Juga: [BREAKING] 7 Kasus Positif Virus Corona Tertular dari Luar Negeri

8 Maret 2020: Kasus virus corona bertambah dua

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaPetugas menyemprotkan cairan disinfektan ke barang bawaan ABK Diamond Princess asal Indonesia. (ANTARA FOTO/HO/KBRI Tokyo)

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto kembali menginformasikan penambahan pasien yang positif terinfeksi virus corona. Ada dua kasus baru lagi, hingga menjadi enam pasien positif COVID-19 di Indonesia, yang disebut sebagai Kasus 5 dan Kasus 6.

Yuri menyebut Kasus 5 merupakan seorang laki-laki berusia 55 tahun. Pasien tersebut berdasarkan hasil pengembangan dari Kasus 1 dan Kasus 2. “Ini adalah hasil pemeriksaan lanjutan dari tracing kasus klaster Jakarta yang tadi saya laporkan suspect tadi, kita dapat data laboratorium yang bersangkutan confirm positif COVID-19,” ujar dia.

Sementata, pada Kasus 6 juga berjenis kelamin laki-laki berusia 36 tahun. Pasien tersebut merupakan Anak Buah Kapal Diamond Princess yang sempat dipulangkan ke tanah air baru-baru ini.

“Dia (Kasus 6) didapatkan dari Jepang pada saat bekerja sebagai ABK kapal Diamond Princess,” tutur Yuri.

Baca Juga: [BREAKING] Pasien Positif Virus Corona Bertambah Jadi 6 Orang

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di Indonesia(IDN Times/Sukma Shakti)

6 Maret 2020: Kasus virus corona bertambah menjadi empat

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaJuru bicara penanganan virus corona/COVID-19, Achmad Yurianto (IDN Times/Teatrika Putri)

Pemerintah kembali menyatakan penambahan kasus virus corona. Pasien positif virus corona bertambah dua orang dan menjadi empat orang. Kedua pasien ini disebut sebagai Kasus 3 dan Kasus 4. Kedua pasien baru ini dinyatakan positif virus corona, setelah melakukan kontak langsung dengan Kasus 1 dan Kasus 2.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto menyebutkan usia kedua pasien virus corona ini yakni 33 dan 34 tahun. Namun, ia tak menyebutkan jenis kelamin dari Kasus 3 dan Kasus 4.

"Usianya antara 33 dan 34 tahun," kata Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (6/3).

Menurut Yuri, dari Kasus 1 dan Kasus 2, pemerintah telah melakukan penelusuran terhadap 80 orang, hingga mengerucut menjadi 20 orang dan tujuh orang yang diobservasi. Tujuh orang ini menjalani observasi dan isolasi karena mereka memiliki gejala fisik yang mengarah ke influenza serta demam hingga 37,6 derajat Celcius.

"Dan dari tujuh orang ini kita konfirmasi positif dua orang yang kita sebut Kasus 3 dan 4. Mereka suhu badannya 37,6 dan 37,7, kemudian ada keluhan batuk, pilek, tapi tidak ada keluhan sesak napas," ucap dia.

Baca Juga: Satu Pasien Suspect Corona di Bandung Berhubungan dengan Kasus 1 Depok

2 Maret 2020: Pemerintah umumkan kasus virus corona pertama di Indonesia

[LINIMASA] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di IndonesiaIlustrasi Kota Depok (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Saat berkunjung ke Indonesia, WN Sakura itu sempat menemui kerabatnya seorang perempuan (64 tahun) dan anaknya (31 tahun) yang bermukim di Depok, Jawa Barat. Kini, mereka telah diisolasi di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara.

Sebelum dirujuk ke RS Sulianti Saroso, kedua pasien virus corona yang kemudian disebut pemerintah sebagai Kasus 1 dan Kasus 2, sempat dirawat di RS Mitra Keluarga Depok. Akibatnya, lebih dari 70 tenaga medis dirumahkan untuk mencegah penyebaran virus corona, hingga mereka dinyatakan negatif virus aras Wuhan, Tiongkok itu.

Seorang kerabat dan asisten rumah tangga yang bekerja di rumah pasien sempat diperiksa kesehatannya, karena kontak langsung dengan Kasus 1 dan Kasus 2. Namun, mereka akhirnya dinyatakan negatif virus corona.

 

Ikuti terus update kasus virus corona di laman ini.  

https://www.youtube.com/embed/2BlyV2Dv894

Baca Juga: 2 Pasien Positif Virus Corona di RS Sulianti Membaik, Bisa Video Call

Topic:

  • Rochmanudin
  • Anata Siregar
  • Dwifantya Aquina
  • Jumawan Syahrudin
  • Dwi Agustiar
  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya