Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menkes Sebut RSUD Bima Difasilitasi Alat Mahal, Layani Berbagai Penyakit

Menkes Sebut RSUD Bima Difasilitasi Alat Mahal, Layani Berbagai Penyakit
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau fasilitas layanan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam program peningkatan kelas rumah sakit pemerintah daerah setempat. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), bakal ditunjang dengan alat medis bernilai miliaran rupiah. Rumah sakit ini bakal melayani penanganan penyakit ginjal hingga jantung.

"Dengan adanya rumah sakit ini, kalau ada penyakit stroke, jantung, kanker, ginjal, ibu anak harusnya bisa selesai dirawat di sini. Yang penting ada alatnya dan ada dokternya. Saya cek alatnya nanti akan berdatangan bertahap. Ini nilainya puluhan miliar, ya. Nanti mudah-mudahan akan selesai di Juni ya," kata dia, saat meninjau pembangunan RSUD Kota Bima, Jumat (27/2/2026).

Menkes meninjau peningkatan kapasitas layanan kesehatan daerah. RSUD Kota Bima menjadi salah satu fasilitas yang ditingkatkan kelasnya dari tipe D menjadi tipe C, melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.

1. Dokter asli NTB dan berstatus PNS

Menkes Pastikan Alat Miliaran Rupiah Masuk RSUD Bima, Dokter Harus Lokal
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau fasilitas layanan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam program peningkatan kelas rumah sakit pemerintah daerah setempat. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Budi juga menyoroti kesiapan sumber daya manusia sebagai faktor krusial selain ketersediaan alat kesehatan. “Nah, saya yang biasanya kalau alat cepat, yang susah itu dokternya. Tapi di sini tadi saya interview-interview, tanya-tanya, alhamdulillah dokternya sudah ada semua."

"Dan saya cek, dokternya asli orang NTB apa nggak. Karena kalau dokternya orang Jawa nanti sebentar dia pulang ke Jawa. Jadi saya alhamdulillah di sini dokternya saya tanya semuanya putri NTB, karena saya tanya ketemunya perempuan semua tadi gitu ya,” sambungnya.

Menkes menjelaskan keberadaan dokter putra-putri daerah dinilai menjadi strategi untuk menjaga stabilitas layanan kesehatan di NTB.

“Putra-putri NTB, kalau pun bukan orang NTB dia sudah terpaksa nyangkut di NTB, karena menikah dengan orang NTB. Jadi itu saya senang sekali strateginya tuh. Kalau gak bisa dapet yang asli daerah, cari juga yang ganteng dikawinin aja biar gak bisa lari dari sini,” katanya.

Selain latar belakang daerah asal, gubernur juga memastikan status kepegawaian para dokter tersebut.

2. Pengembangan perubahan di layanan KJSU

Menkes Pastikan Alat Miliaran Rupiah Masuk RSUD Bima, Dokter Harus Lokal
Suasana fasilitas layanan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam program peningkatan kelas rumah sakit pemerintah daerah. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Pada kesempatan yang sama, Direktur RSUD Kota Bima dr. H. Fathurrahman menjelaskan perubahan rumah sakit mencakup lingkup pelayanan kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU) serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

"Saat ini di rumah sakit yang baru ini perubahannya adalah dilayanan KJSU yang akan kita kembangkan di rumah sakit baru ini, yang selama ini memang tidak kita miliki di rumah sakit yang lama," katanya.

RSUD Kota Bima bakal kembangkan layanan kanker, dengan l handling sitotoksik, penanganan jantung dengan cathlab atau catheterization laboratory serta layanan uro-nefrologi atau uronefro, layanan hemodialisa dan CT-scan.

3. Program targetkan 60 RSUD tingkatkan layanan

Menkes Pastikan Alat Miliaran Rupiah Masuk RSUD Bima, Dokter Harus Lokal
Suasana fasilitas layanan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam program peningkatan kelas rumah sakit pemerintah daerah. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Alokasi anggaran pembangunan ruang rawat inap RSUD Kota Bima yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp35 miliar. Sedangkan secar total pembangunan RSUD Kota Bima mencapai Rp130 miliar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) seperti dikutip dari Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Bima.

Sebagaimana diketahui, program PHTC Presiden Prabowo Subianto ini menargetkan sekitar 66 RSUD di berbagai wilayah Indonesia mengalami peningkatan layanan dalam dua tahun, yakni 2025-2026. Peningkatan dilakukan melalui penguatan sarana prasarana, alat kesehatan, serta pemenuhan tenaga medis guna memperluas akses layanan rujukan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara bertahap.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More

Mengenal Malam Nuzulul Quran yang Jatuh pada Hari ke-17 Ramadan

27 Feb 2026, 16:25 WIBNews