Selat Hormuz Ditutup, Pramono Ungkap Jakarta Siaga Jaga Harga

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti potensi dampak konflik global di Selat Hormuz terhadap rantai pasok dan harga barang di Ibu Kota.
- Ia berharap konflik segera mereda agar tekanan ekonomi dan kenaikan harga dapat diminimalkan, terutama pada sektor energi dan logistik.
- Pemprov DKI bersama BUMD menyiapkan langkah antisipatif, termasuk impor 7.500 ekor sapi untuk menjaga stabilitas harga daging menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap, konflik global yang tengah terjadi tidak berlangsung lama karena berpotensi menekan perekonomian, termasuk di Ibu Kota.
Menurut Pramono, perang yang berkepanjangan akan berdampak langsung pada sektor barang dan jasa. Salah satu faktor utamanya adalah potensi gangguan jalur distribusi global, khususnya di Selat Hormuz yang menjadi lintasan utama perdagangan energi dunia.
“Hampir 30 persen lebih minyak dunia itu melewati Selat Hormuz, termasuk juga barang-barang lainnya. Kalau kemudian ini ditutup, pasti supply chain menjadi semakin panjang, ongkos perjalanan barang menjadi lebih mahal, dan dampaknya kepada harga pasti terdampak,” ujar Pramono di Sarinah, Jakarta, Senin (2/3/2026).
1. Konflik diharapkan mereda

Karena itu, ia berharap konflik tersebut segera mereda agar tekanan terhadap rantai pasok global dan kenaikan harga bisa dihindari.
"Sehingga dengan demikian saya berharap bahwa perang ini tidak berlangsung lama," ucapnya.
2. Pramono minta BUMD antisipasi

Di sisi lain, Pramono memastikan Jakarta telah melakukan langkah antisipatif. Dengan dukungan infrastruktur dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), ia meminta seluruh jajaran untuk selalu berpikir dalam kerangka mitigasi krisis.
“Saya menyampaikan kepada jajaran BUMD untuk selalu berpikir tentang krisis. Kalau ada kekurangan produk tertentu, kita harus mempersiapkan untuk itu,” katanya.
3. Pramono datangkan sapi impor

Sebagai contoh, dalam menghadapi Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, Pemprov DKI Jakarta mendatangkan sapi sesuai kuota 7.500 ekor untuk 2026. Dari jumlah tersebut, 2.000 ekor direalisasikan menjelang Ramadan dan Lebaran guna menjaga stabilitas harga daging.
“Ini cara kita supaya harga daging tidak mengalami kenaikan, dan alhamdulillah sampai hari ini tidak mengalami kenaikan,” katanya.
Sebelumnya, pada Sabtu (28/2/2026) Garda Revolusi Iran mengumumkan menutup Selat Hormuz untuk navigasi internasional hingga pemberitahuan lebih lanjut. Keputusan tersebut diambil sebagai tanggapan atas serangan AS dan Israel terhadap Negara Mullah tersbeut.

















