Stafsus Menag Sebut POUK Tesalonika Disegel Usai Doa akibat Kurang Ngopi

- Stafsus Menag Gugun Gumilar menilai penyegelan rumah doa POUK Tesalonika terjadi karena kurangnya komunikasi antara pihak gereja dan masyarakat sekitar.
- Gugun meminta penyelesaian polemik dilakukan secara damai dengan melibatkan Kemenag Kabupaten Tangerang dan FKUB untuk memediasi kedua pihak.
- Ketua Yayasan POUK Tesalonika berharap situasi segera kondusif agar masyarakat dan jemaat dapat beribadah serta hidup berdampingan dengan nyaman.
Jakarta, IDN Times - Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, minilai penyegelan tempat yang digunakan ibadah jemaat POUK Tesalonika Teluknaga, akibat kurangnya komunikasi antara pihak gereja dengan masyarakat sekitar.
"Ngopi aja, gak usah dibawa kemana-mana. Kita bangsa ini kan gemah ripah repeh loh jinawi, perlu dialog, musyawarah," katanya saat rumah doa Yayasan Persekutuan Oikouemene Umat Kristen (POUK) Tesalonika Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Jumat (3/4/2026).
1. Diselesaikan secara damai

Gugun meminta polemik penyegelan bangunan yang digunakan jemaat POUK Tesalonika, segera diselesaikan dengan damai.
Gugun mengaku sudah koordinasi dan meminta pihak Kantor Wilayah Kemanag Kabupaten Tangerang dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang, untuk 'turun gunung' menyelesaikan polemik tersebut.
"Barusan saya telepon ketua FKUB, camat dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten (Tangerang). Mereka respons bagus tinggal follow up, kita lihat nanti," katanya usai memberikan kurma ke pengurus yayasan dan gereja.
"Saya berada di tengah-tengah, tidak ke kanan dan ke kiri. Masyarakat tenang, gerejanya nyaman dan urusan negara kita sama-sama," ungkapnya.
2. Permasalahan diselesaikan dengan kepala dingin

Selain itu, Gugun juga meminta seluruh pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan kepala dingin. Apalagi, antara masyarakat yang berpolemik merupakan sama-sama warga Kabupaten Tangerang.
"Ini kan kita bangsa Indonesia, satu kabupaten, satu lembur, satu kampung, enggak usah libatkan siapa-siapa, enggak usah harus ada dipertentangkan. Kurang ngopi aja, antara masyarakat dengan pengurus gereja. Saya siap jadi fasilitator ngopinya," katanya.
3. Masyarakat nyaman jemaat juga nyaman

Sementara itu, Ketua Yayasan POUK Tesalonika Teluknaga Oktavianto Marojahan Imannuel Pardede berharap, polemik di lingkungan tersebut dapat selesai dengan baik.
"Kami semua ingin semua baik. Masyarakat nyaman dan jemaat juga aman," ungkapnya.



















