Sudirman Said: Persyaratan Jadi Politisi Longgar, Berpengaruh ke DPR

- Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said, menilai persyaratan menjadi politisi masih longgar dan berpengaruh ke DPR.
- Banyak partai politik menggandeng artis sebagai politisi, namun Sudirman menekankan pentingnya kualitas, kredibilitas, dan integritas dalam seleksi.
- Sudirman berharap partai politik memilih secara ketat siapa yang mereka angkat sebagai politisi untuk menghindari perilaku tidak patut di DPR.
Jakarta, IDN Times - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyebut, ke depan harus ada persyaratan ketat bagi seseorang untuk bisa jadi politisi. Saat ini, dia melihat persyaratan itu masih longgar, dan hal itu berpengaruh ke DPR
"Ada hal yang mendasar (untuk diselesaikan), yaitu longgarnya persyaratan menjadi politisi, menjadi seorang legislator. Sehingga dasarnya hanya semata-mata karena popularitas saja," ujar Sudirman di Cilandak, Minggu (31/8/2025).
Belakangan, banyak partai politik menggandeng para artis untuk jadi politisi, yang berujung mereka jadi anggota DPR. Banyak anggota DPR saat ini berasal dari kalangan artis.
Sudirman bukannya antipati kepada hal itu, tetapi jika hanya mengandalkan popularitas, itu akan jadi bom waktu. Sebab, kredibilitas, kualitas, dan integritas mereka tidak terukur lewat seleksi ketat.
"Kalau serta-merta hanya mengandalkan popularitas, tidak memikirkan kualitas, kredibilitas, dan integritas mereka. Maka ketika mereka duduk dalam kekuasaan, muncul perilaku-perilaku yang jauh dari kepatutan," ujar Sudirman.
Ke depan, Sudirman berharap partai-partai politik bisa memilih secara ketat siapa yang sosok yang mereka angkat sebagai politisi. Sebab, demo besar-besaran yang terjadi sekarang adalah akibat dari tidak kapabelnya para anggota DPR dari partai politik.
"Kalau syaratnya begitu longgar, dan dasar pemilihannya hanya semata-mata yang populer yang terpilih, maka yang dilakukan adalah bagaimana caranya membeli suara rakyat, kemudian mencari orang-orang figur-figur yang lebih populer," kata Sudirman.
Terbaru, beberapa parpol sudah menonaktifkan anggota mereka yang ada di DPR. Dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), Nafa Urbach dan Ahmad Sahroni.
Sementara, dari Partai Amanat Nasional (PAN), ada Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, dan Surya Utama alias Uya Kuya. Golkar juga menonaktifkan anggota DPR dari fraksi mereka, Adies Kadir.