Dorong Inovasi Digital, Telkom Kembangkan AI Center Makassar
- Telkom memperkuat ekosistem AI di kawasan timur Indonesia lewat optimalisasi AI Center Makassar sebagai pusat inovasi dan pengembangan talenta digital untuk mendukung transformasi digital nasional.
- AI Center Makassar menampilkan berbagai solusi berbasis AI di sektor pendidikan, kesehatan, dan industri yang menunjukkan penerapan teknologi secara praktis serta berpotensi meningkatkan layanan publik.
- Direktur IT Digital Telkom menekankan pentingnya kolaborasi antara perusahaan, komunitas, dan institusi pendidikan guna mempercepat adopsi AI serta memperkuat ekosistem digital nasional.
Jakarta, IDN Times - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kawasan timur Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi AI Center Makassar sebagai pusat inovasi dan pengembangan talenta digital.
Langkah ini ditujukan untuk mendorong lahirnya solusi berbasis AI yang aplikatif sekaligus mempercepat transformasi digital nasional secara lebih merata.
Dalam kunjungan kerja ke AI Center Makassar, Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, meninjau langsung berbagai inovasi yang dikembangkan talenta lokal, mulai dari sesi pameran hingga pemaparan proyek.
1. AI Center Makassar jadi pusat pengembangan talenta dan inovasi
AI Center Makassar menjadi bagian dari inisiatif strategis Telkom AI Center of Excellence (AI CoE), khususnya melalui pilar AI Connect. Pilar ini terintegrasi dengan AI Campus, AI Playground, AI Hub, dan AI Native untuk membangun ekosistem AI yang komprehensif.
Melalui fasilitas ini, Telkom membuka ruang kolaborasi yang inklusif bagi talenta digital lokal untuk mengembangkan kapabilitas, memperluas pengetahuan, serta membangun jejaring di bidang AI. Kehadiran AI Center ini juga menjadi wadah eksplorasi bagi inovator lokal untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
2. Berbagai solusi AI mulai dari pendidikan hingga kesehatan

Sejumlah inovasi yang dipresentasikan menunjukkan pemanfaatan AI di berbagai sektor strategis. Di antaranya adalah penggunaan machine learning untuk klasifikasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), model pengelompokan sekolah berbasis unsupervised learning untuk rekomendasi bantuan operasional pendidikan, hingga pemanfaatan deep learning dalam analisis citra endoskopi untuk membantu identifikasi penyakit lambung.
Berbagai solusi tersebut mencerminkan potensi besar teknologi AI dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data serta meningkatkan kualitas layanan publik dan industri. Inovasi yang dikembangkan juga dinilai tidak hanya bersifat eksperimental, tetapi mulai mengarah pada implementasi yang lebih praktis dan aplikatif.
3. Kolaborasi jadi kunci percepatan adopsi AI

Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menegaskan bahwa pengembangan AI tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat dan industri.
“Pemanfaatan AI bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan solusi nyata terhadap berbagai permasalahan yang ada di masyarakat dan industri,” ujar Faizal.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perusahaan teknologi, komunitas pengembang, dan institusi pendidikan untuk mempercepat adopsi AI sekaligus memperkuat ekosistem digital nasional.
“Talenta digital Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menghadirkan solusi berbasis AI yang relevan dan aplikatif. Dengan kolaborasi yang tepat, inovasi yang dikembangkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan efisiensi dan kualitas layanan di berbagai sektor,” tambahnya.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan diskusi interaktif bersama komunitas teknologi di Makassar untuk membahas peluang dan tantangan implementasi AI di lapangan. Forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat sinergi lintas ekosistem dalam pengembangan inovasi berbasis AI. (WEB)


















