Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

AS Tegaskan Ingin Bangun Kembali Pengaruh di Greenland

AS Tegaskan Ingin Bangun Kembali Pengaruh di Greenland
potret Utusan Khusus Donald Trump untuk Greenland, Jeff Landry (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
Intinya Sih
  • Utusan Khusus Presiden Donald Trump, Jeff Landry, menegaskan keinginan AS untuk membangun kembali pengaruhnya di Greenland guna menghadapi ancaman dari Rusia dan China.
  • AS berencana membangun tiga pangkalan militer baru di Greenland selatan untuk memperkuat kehadiran militernya serta memantau aktivitas Rusia dan China di Laut Atlantik utara.
  • Pemerintah AS telah bernegosiasi dengan Denmark terkait pembangunan pangkalan militer tersebut, sementara kedua pihak belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai hasil pembicaraan diplomatik itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat menegaskan ingin membangun kembali pengaruhnya di Greenland. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden Donald Trump untuk Greenland, Jeff Landry, pada Rabu (20/5/2026).

Landry sendiri berkunjung ke Greenland pada Minggu (17/5/2026) pekan lalu. Itu merupakan kunjungan pertamanya ke Greenland sejak ditunjuk Trump menjadi utusannya pada Desember 2025 lalu. Landry berkunjung ke Greenland untuk menghadiri konferensi bisnis bertajuk Future Greenland. Dalam acara itu, Landry ditemani Duta Besar AS untuk Greenland, Kenneth Howery. Landry mengakhiri kunjungannya di Greenland pada Rabu dan terbang kembali ke AS.

1. Landry sebut Greenland membutuhkan AS

Dalam pernyataannya, Landry juga mengatakan Greenland membutuhkan AS untuk menjaganya dari ancaman pihak asing, terutama dari Rusia dan China. Sebab, menurut AS, kedua negara tersebut sangat ingin menguasai Greenland. Oleh karena itu, menurut Landry, cara terbaik untuk menjaga Greenland dari ancaman Rusia dan China adalah dengan memperluas pengaruh AS di sana. Dengan begitu, AS bisa dengan mudah memberi bantuan militer untuk menjaga keamanan dan kedaulatan Greenland.

“Saya pikir, sudah saatnya AS kembali menjejakkan kakinya di Greenland. Saya rasa, Anda sedang melihat Presiden (Donald Trump) berbicara tentang peningkatan operasi keamanan nasional dan pengisian kembali pangkalan-pangkalan tertentu di Greenland. Greenland membutuhkan AS,” kata Landry, seperti dilansir The Strait Times.   

2. AS mau bangun tiga pangkalan militer baru di Greenland

Peta wilayah Greenland.
potret wilayah Greenland (pexels.com/Lara Jameson)

Untuk memperluas pengaruhnya di Greenland, AS disebut akan membangun pangkalan militer di sana. Kabar tersebut termuat dalam laporan BBC yang mengutip sejumlah sumber terkait pada 12 Mei lalu.  Dalam laporan BBC, AS disebut berencana membangun tiga pangkalan militer baru di Greenland selatan. Pangkalan tersebut rencananya akan dipakai sebagai wilayah kekuasaan militer AS di luar negeri.  

Selain itu, pangkalan militer AS di Greenland selatan juga bakal dipakai untuk memantau ancaman Rusia dan China di Laut Atlantik utara. Sebab, kedua negara tersebut sering melakukan operasi militer di sana. 

3. AS sudah bernegosiasi dengan Denmark

Bendera Denmark sedang berkibar.
potret bendera Denmark (pexels.com/Markus Winkler)

Saat ini, AS dikabarkan sudah bernegosiasi dengan Denmark untuk membangun pangkalan militer baru di Greenland. Negosiasi tersebut sudah dilakukan selama beberapa bulan terakhir.  Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Denmark membenarkan proses negosiasi tersebut. Namun, mereka tidak mau berkomentar lebih jauh soal rencana AS membangun pangkalan militer baru di Greenland selatan.

"Ada jalur diplomatik yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat. Kementerian Luar Negeri tidak akan memberikan rincian lebih lanjut saat ini," kata Juru Bicara Kemlu Denmark yang tidak disebut namanya.

Beberapa bulan lalu, Trump sempat berniat menganeksasi Greenland. Namun, Trump kini sepakat untuk berhenti mengusik kedaulatan wilayah tersebut. Sebagai gantinya, AS mendapatkan akses ke sumber daya mineral yang ada di Greenland. Sebab, Greenland dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya mineral, seperti logam tanah jarang, fosfat, uranium, dan tembaga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More