Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

10 Barang yang Paling Laku di Kopdes Merah Putih, Pupuk hingga Rokok

10 Barang yang Paling Laku di Kopdes Merah Putih, Pupuk hingga Rokok
Gerai Kopdes Merah Putih di Pakansari Bogor. (IDN/Times Linna Susanti)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Koperasi Desa Merah Putih Melawai hanya meraih keuntungan Rp78 ribu dalam enam bulan, dan pemerintah menilai koperasi di kota besar butuh model bisnis berbeda dari pedesaan.
  • Barang paling laku di Kopdes Merah Putih adalah pupuk NPK Phonska senilai Rp15 miliar, disusul pupuk Urea, minyak goreng, beras, gas LPG, gula, dan rokok.
  • Total nilai transaksi Kopdes mencapai Rp56,7 miliar dengan lebih dari 79 ribu koperasi aktif; 16.487 gerai telah selesai dibangun sepenuhnya di seluruh Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Baru-baru ini viral Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Melawai di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, hanya untung Rp78 ribu selama beroperasi enam bulan. Padahal, tempat tersebut diketahui sebagai kawasan pusat perbelanjaan yang cukup ramai pengunjung.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu, 15 Juli 2026, Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, mengklaim Koperasi Melawai memiliki karakteristik berbeda dibandingkan Kopdes Merah Putih, sehingga tidak bisa disamakan dari sisi model bisnis maupun kelayakan usahanya.

"Itu memang Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai yang itu didirikan secara mandiri oleh pengurus, dan memang kami belum masuk ke kelurahan, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta," katanya.

Ferry menjelaskan, koperasi yang berada di wilayah perkotaan membutuhkan pendekatan bisnis yang berbeda dengan koperasi di pedesaan.

"Karena itu, tentu akan berkaitan dengan model bisnis dan feasibility study yang sangat bisa jadi berbeda sama sekali dengan model bisnis dan feasibility study yang ada di koperasi-koperasi yang berkarakter desa dan kelurahan, yang tidak seperti di kota besar gitu, sehingga memang ada perbedaan," lanjutnya.

Selain program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program andalan pemerintah Presiden Prabowo Subianto adalah Kopdes Merah Putih. Mengutip data Kopdes di Dashboard Satatistik pada laman simkopdes.go.id per Kamis (16/7/2026), terdapat 83.380 Kopdes yang tersebar di seluruh daerah. Lantas barang apa saja yang paling banyak dibeli di Kopdes Merah Putih?

1. Daftar barang yang paling banyak dibeli masyarakat

Kopdes Merah Putih
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari ke Kopdes Merah Putih Sako didampingi Wali Kota Palembang Ratu Dewa (Dok. Kominfo Palembang)

Dari jenis barang yang paling banyak dibeli masyarakat adalah pupuk NPK Phonska, dengan volume transaksi 8.178.733, dan nilai transaksinya Rp15.093.051.120 atau sekitar Rp15 miliar.

Minyak goreng, beras, gula, dan gas LPG, juga termasuk barang sembako yang banyak dibeli di Kopdes Merah Putih. Yang menariknya lagi, rokok juga termasuk barang yang paling banyak dicari masyarakat di Kopdes.

Berikut daftar barang yang paling banyak dibeli masyarakat di Kopdes Merah Putih:

1. Pupuk NPK Phonska, volume transaksi 8.178.733 dengan nilai Rp15.093.051.120

2. Pupuk Urea N 46%, volume transaksi 6.206.984 dengan nilai Rp11.272.048.800

3. Barang lainnya, volume transaksi 529.399 dengan nilai Rp7.957.095.359

4. Minyak Goreng Bimoli 2 liter, volume transaksi 606 dengan nilai Rp3.628.380.240

5. Beras Medium SPHP 5 Kg, volume transaksi 55.767 dengan nilai Rp2.483.228.253

6. Beras, volume transaksi 27.051 dengan nilai Rp1.142.514.639

7. Sunco Minyak Goreng Pounch 2 liter, volume transaksi 11.455 dengan nilai Rp509.975.841

8. Gas LPG 3 kg, volume transaksi 25.866 dengan nilai Rp485.109.231

9. Gula KTM 1 kg, volume transaksi 16.204 dengan nilai Rp284.781.730

10. Filter Surya Merah 12, volume transaksi 10.377 dengan nilai Rp273.345.299.

2. Nilai transaksi mencapai Rp56,7 miliar

Koperasi Desa Merah Putih Indrasari, di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menjadi Kopdes percontohan dan satu-satu yang beroperasi sejak awal
Koperasi Desa Merah Putih Indrasari, di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menjadi Kopdes percontohan dan satu-satu yang beroperasi sejak awal. (IDN Times/Hendra Lianor)

Dari laporan data yang sama, volume transaksi dari 79.707 Kopdes telah mencapai 54.234 transaksi, dengan nilai transaksi mencapai Rp56.777.549.696 atau sekitar Rp56,7 miliar.

Dari jumlah Kopdes yang ada, juga telah memiliki Simpanan Pokok Rp41.574.626.015 (Rp41,5 miliar) dan Simpanan Wajib Rp10.462.791.320 (Rp10,4 miliar).

Lalu, sebanyak 79.707 Kopdes telah memiliki akun, 80.977 sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 60.782 telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

3. Kesiapan pembangunan gerai

Mobil Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Mobil operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. (IDN Times/Alya Achyarini)

Di laman yang sama juga dilaporkan terkait kesiapan pembangunan gerai Kopdes Merah Putih. Antara lain terdapat 38.050 lahan yang diajukan untuk Kopdes, 2.191 gerai belum diverifikasi, 35.859 gerai sudah terverifikasi (470 belum mulai pembangunan dan 18.902 sedang pembangunan), serta 16.487 gerai sudah selesai pembangunan 100 persen.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More