TOP 5: Korban Tewas Banjir Sumatra 303 hingga PSI Ingin Lahirkan Jokowi Muda

Jakarta, IDN Times - Berbagai berita menarik ditayangkan di kanal News IDN Times pada Sabtu (29/11/2025). Di antara berita-berita tersebut, berita banjir di Sumatra mendominasi.
Selain berita banjir Sumatra, ada juga berita tentang WNI yang menjadi korban kebakaran di Hong Kong. Untuk mengetahui berita-berita menarik tersebut, berikut dirangkum dalam Top 5 News IDN Times.
1. Data per Sabtu, korban meninggal akibat banjir Sumatra 303 orang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui informasi mengenai kondisi dan situasi pasca-banjir hebat menghantam tiga provinsi di Pulau Sumatra di waktu berdekatan. Berdasarkan data per Sabtu (29/11/2025), total ada 303 korban meninggal dunia di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara.
Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, Sumut menjadi provinsi dengan jumlah korban meninggal dunia tertinggi yaitu 166 jiwa. Pada Jumat kemarin, jumlah korban meninggal dunia di Sumut mencapai 116 jiwa.
2. Kebakaran di Hong Kong, 7 WNI Tewas
KJRI Hong Kong melaporkan perkembangan terbaru terkait kebakaran besar yang melanda tujuh gedung apartemen di kawasan permukiman Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong.
“Berdasarkan koordinasi yang dilakukan KJRI Hong Kong bersama Hong Kong Police Force (HKPF), tercatat 7 WNI meninggal dunia, seluruhnya perempuan dan bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) sektor domestik,” kata KJRI Hong Kong lewat pernyataan tertulisnya.
Selain itu, 1 WNI lainnya masih dirawat, berada dalam kondisi stabil dan menunggu pemulihan.
3. BPOM luncurkan sistem izin edar berbasis kecerdasan buatan (AI)
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi meluncurkan sistem izin edar berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mempercepat proses registrasi dan sertifikasi obat serta makanan di Indonesia.
Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi layanan publik sekaligus memperkuat pengawasan produk yang beredar di masyarakat.
4. Ahmad Ali: PSI harus melahirkan Jokowi-Jokowi muda
Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali menegaskan, partainya punya misi yang jauh lebih besar, yakni melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang menjadi motor perubahan bangsa.
Ia pun menyoroti sosok Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo alias Jokowi, yang dianggap bisa jadi panutan kepemimpinan di Indonesia.
5. Bahlil akui banjir hebat di Sumatra berawal dari kerusakan alam
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengakui banjir hebat yang terjadi dalam waktu berdekatan di tiga provinsi di Pulau Sumatra, bermula dari kerusakan lingkungan. Oleh sebab itu, Bahlil menjanjikan bakal membenahi peraturan yang ada kaitannya dengan lingkungan.
Pernyataan Bahlil ini berbeda dari koleganya di Kabinet Merah Putih, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Kemanusiaan dan Kebudayaan Pratikno, yang menyebut banjir dan longsor di Sumatra disebabkan badai siklon tropis Senyar.

















