Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Imbas RSUD Utang Rp70 M, Gaji Karyawan Dipotong dan Berujung Pinjol

RSUD Kota Bekasi
RSUD Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)
Intinya sih...
  • Sejumlah pekerja di RSUD Kota Bekasi memilih pinjol karena belum menerima haknya sejak November 2025, bahkan ada yang terlilit pinjaman online.
  • Rata-rata pendapatan pekerja di RSUD Kota Bekasi sekitar Rp5,1 juta per bulan dengan pembayaran tunjangan yang tidak pasti.
  • RSUD Kota Bekasi memastikan pelayanan terhadap pasien tetap normal dan sedang berupaya menyelesaikan utang senilai Rp70 miliar yang telah ada pada tahun sebelumnya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi memiliki utang mencapai Rp70 miliar. Utang itu diketahui berimbas kepada pekerja di RSUD Kota Bekasi.

Salah satu pekerja di RSUD Kota Bekasi yang tidak ingin disebut namanya menceritakan, pendapatan setiap bulan yang diterima terpaksa harus dipotong.

“Uang transport yang biasanya Rp1 juta, sekarang bisa dipotong Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. Yang paling parah uang jaga malam, dari Rp62.500 jadi Rp25 ribu,” katanya kepada jurnalis, Kamis (15/1/2026).

1. Sejumlah pekerja memilih pinjol

Ilustrasi Pinjol
Ilustrasi Pinjol. (ShutterStock/conrado)

Dia juga mengatakan, sejak November 2025, sejumlah pekerja belum mendapatkan haknya. Bahkan, banyak yang akhirnya pinjam uang ke teman hingga saudara.

“RSUD masih ngutang ke kami. Pembayaran baru sampai bulan November, sementara sekarang sudah Januari. Akhirnya banyak yang terpaksa pinjam ke sana-sini," kata dia.

Yang paling parah, terdapat beberapa pekerja yang terlilit pinjaman online atau pinjol lantaran harus memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Untuk makan, beli beras saja, ada teman-teman yang sampai pinjam Rp300 ribu. Ada juga yang akhirnya ke pinjol karena sudah tidak punya pilihan,” katanya.

2. Pembayaran tunjangan yang tidak pasti

ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)

Dia mengatakan, rata-rata pendapatan pekerja di RSUD Kota Bekasi sekitar Rp5,1 juta per bulan. Rinciannya, gaji pokok Rp1,9 juta untuk tingkat pendidikan S1 dan selebihnya merupakan tunjangan.

“Pendapatan segitu, tapi keluarnya tidak jelas waktunya. Gaji pokok memang akhir bulan, tapi tunjangan lainnya tidak pasti,” katanya.

Meski begitu, seluruh pekerja tidak berani menyampaikan keluh kesahnya kepada pihak managemen karena khawatir berujung pada pemutusan hubungan kerja.

Dia berharap, RSUD Kota Bekasi dapat menyelesaikan utang tersebut agar kesejahteraan pekerja terjamin dan pelayanan kepada pasien tetap dijaga.

“Kami tidak minta berlebihan. Hak kami dibayar penuh dan tepat waktu saja sudah sangat membantu,” harap dia.

3. RSUD pastikan memberikan pelayanan terbaik

RSUD Kota Bekasi
RSUD Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Dikonfirmasi soal ini, Direktur Utama RSUD Kota Bekasi Ellya Niken Prastiwi mengatakan, pemotongan gaji tidak terjadi kepada semua karyawan. Dia menyebutkan, pegawai administrasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tidak terdampak kebijakan tersebut.

"Informasi mengenai adanya pemotongan penghasilan bagi pegawai RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid tidak sepenuhnya tepat, karena bagi pegawai administrasi BLUD tidak terkena rasionalisasi yang dilakukan oleh RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid," katanya melalui keterangan tertulis, Jumat (16/1/2026).

Meski begitu, lanjut Ellya, pihaknya memastikan pelayanan medis kepada masyarakat akan berjalan dengan normal.

"Meskipun RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid sedang diterpa dengan berbagai macam issue miring, namun RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat, dan akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan," jelas dia

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebutkan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi memiliki utang mencapai Rp70 miliar. Dia juga menyampaikan saat ini utang tersebut tengah ditangani manajemen Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kota Bekasi.

“Jadi ini harusnya dalam konstelasi relaksasi bahwa hari ini RSUD ada terkait dengan jumlah tanggungan yang harus ditanggung oleh BLUD, bahwa pada kurang lebih sekira Rp70 miliar, yang memang harus kami selesaikan terkait dengan proses operasional RSUD yang ada,” kata Tri, dikutip Jumat (9/1/2026).i,

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

AS dan Inggris Tarik Sebagian Personel dari Pangkalan Militer Qatar

16 Jan 2026, 17:08 WIBNews