Ahmad Ali: PSI Harus Melahirkan Jokowi-Jokowi Muda

- PSI harus menghasilkan "Jokowi-Jokowi" mudaAhmad Ali menegaskan, PSI harus mampu menghasilkan kader muda berkualitas yakni pemimpin yang berasal dan dekat dengan rakyat. Ia menganalogikannya seperti "Jokowi-Jokowi muda"
- Soroti pola pikir politik usangAhmad Ali menyampaikan pesan keras terhadap pola pikir politik lama yang masih mencoba mengklaim kelahiran seorang pemimpin. Ia menegaskan, tidak ada satu pun pihak yang berhak mengaku-ngaku sebagai pencipta atau pemilik seorang pemimpin.
Jakarta, IDN Times - Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali menegaskan, partainya punya misi yang jauh lebih besar, yakni melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang menjadi motor perubahan bangsa.
Ia pun menyoroti sosok Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo alias Jokowi yang dianggap bisa jadi panutan kepemimpinan di Indonesia.
1. PSI harus menghasilkan "Jokowi-Jokowi" muda

Ahmad Ali menegaskan, PSI harus mampu menghasilkan kader muda berkualitas yakni pemimpin yang berasal dan dekat dengan rakyat. Ia menganalogikannya seperti "Jokowi-Jokowi muda"
“PSI harus menghasilkan Jokowi-Jokowi muda, pemimpin yang berasal dari rakyat, yang dekat dengan rakyat, dan yang berani menggebrak kalau harus. Negeri ini butuh keberanian baru, bukan warisan lama,” kata dia dalam keterangannya saat Rakerwil PSI di Maluku Utara.
2. Soroti pola pikir politik usang

Suasana Rakerwil PSI tersebut mendadak memanas ketika Ahmad Ali menyampaikan pesan keras terhadap pola pikir politik lama yang masih mencoba mengklaim kelahiran seorang pemimpin. Ia menegaskan, tidak ada satu pun pihak yang berhak mengaku-ngaku sebagai pencipta atau pemilik seorang pemimpin.
“Kalau ada yang bilang ‘dia bisa jadi pemimpin karena saya, karena partai ini’, itu bohong besar. Tidak ada manusia yang bisa menentukan itu. Pemimpin lahir karena kehendak Allah, bukan karena ego siapa pun,” tegasnya.
Ia mengatakan, sudah saatnya publik berhenti memuja narasi politik elitis yang menjadikan partai sebagai “pabrik keturunan” atau “warisan keluarga”.
“Pak Jokowi itu tukang kayu. Tapi beliau menjadi Presiden RI. Jadi jangan pernah ada yang merasa paling berjasa atau paling berhak menentukan siapa yang boleh memimpin,” ujarnya.
3. PSI bukan partai tunggal yang dimiliki pihak tertentu

Ahmad Ali lantas memastikan, PSI bukan partai tunggal yang dimiliki keluarga maupun elite politik tertentu. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh kader untuk bersama-sama membesarkan partai berlambang gajah ini.
“Di PSI tidak ada pemilik tunggal. Bukan keluarga tertentu, bukan elite tertentu. ‘Pemegang saham’ PSI adalah seluruh ketua, pengurus, dan kader di setiap daerah yang bekerja siang-malam membesarkan partai ini. Kalau mau klaim, klaim kerja keras, bukan klaim tak berdasar,” katanya.
Ia menegaskan, PSI berdiri bukan untuk mengikuti pola lama yang basi dan mempersempit ruang anak muda.
“Kita ini bukan partai yang mau mengulang politik kuno. Kita hadir untuk menghancurkan tembok itu, bukan untuk mewarisinya,” tegas Ahmad Ali.
















