Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Wagub Sumbar Ungkap Sulitnya Evakuasi Warga yang Terdampak Bencana

Wagub Sumbar Vasco Ruseimy saat menghadiri acara SAT 2026.
Wagub Sumbar Vasko Ruseimy saat menghadiri acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
Intinya sih...
  • Danantara Indonesia akan resmikan 6 proyek hilirisasi besar pada Februari 2026 dengan total investasi mencapai 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp110 triliun.
  • Proyek-proyek tersebut mencakup pengolahan Bauksit dan Alumunium, produksi Bioavtur, kilang Refinery, serta budidaya unggas yang tersebar di lima lokasi.
  • Proyek-proyek ini tidak hanya membuka lapangan pekerjaan baru, tetapi juga mendukung pencapaian target Indonesia dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy mengungkapkan tantangan terbesar dalam penanganan bencana di daerahnya bukan semata soal bantuan logistik, melainkan proses evakuasi warga dari lokasi yang sudah tidak aman. Menurutnya, banyak masyarakat yang enggan meninggalkan rumah karena merasa tempat tinggal mereka adalah titik paling aman.

“Yang paling penting pertama itu bukan bantuan dari sisi logistik itu dulu. Yang paling penting itu adalah yang membuat kita sulit adalah mengevakuasi masyarakat yang menurut masyarakat, selama mereka hidup, di situ adalah titik yang aman. Di rumahnya adalah tempat yang paling aman,” ujar Vasko dalam acara Semangat Awal Tahun 2026 By IDN Times, di Kantor IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Ia menilai, secara psikologis, rumah memang selalu dipandang sebagai ruang paling aman bagi siapa pun. Karena itu, meyakinkan warga agar mau mengungsi menjadi pekerjaan yang tidak mudah.

“Kita paham ya, yang namanya kita berada di rumah itu, rumah lah titik kita paling aman,” tuturnya.

Vasko menjelaskan, penolakan sering terjadi di lapangan, terutama ketika masyarakat merasa kondisi di sekitar mereka masih aman. Situasi menjadi lebih sulit jika yang turun ke lokasi bukan langsung pimpinan daerah.

“Kita harus bisa meyakinkan masyarakat, di sini tidak aman. Dan kadang-kadang kalau memang yang turun itu tidak langsung pemimpinnya, masyarakat jadi seperti, ‘nggak Pak, di sini aman’,” kata dia.

Dalam kondisi darurat, Vasko mengaku kerap bersikap tegas demi menyelamatkan nyawa warga. Bahkan, ia tak segan memarahi warga yang menolak dievakuasi.

“Di lapangan betul-betul sampai marah-marah saya. Daripada mereka kehilangan nyawa, lebih baik saya marah sama mereka,” ungkapnya.

Menurutnya, sikap keras itu justru paling sering dilakukan agar warga mau dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

“Saya marah-marah sama mereka untuk bisa membawa mereka ke tempat evakuasi yang lebih aman dari sisi jiwa," tegas Vasko.

Vasko juga mengakui masih banyak warga yang bersikeras bertahan di rumah masing-masing. Ia menilai, hal itu wajar karena masyarakat ingin menjaga kampung dan tempat tinggal mereka.

“Karena itu dia, saya paham sekali psikologisnya. Kita pun mungkin seperti itu ya. Kita juga ingin menjaga kampung kita, rumah kita,” ujarnya.

Namun, menurut Vasko, pemerintah memiliki sudut pandang yang berbeda karena melihat kondisi secara menyeluruh, mulai dari cuaca hingga kontur tanah.

“Kita dari sisi pemerintah kan melihat kondisi helicopter view-nya. Seperti apa cuacanya, seperti apa kondisi kontur tanah yang di sekitar sana,” jelasnya.

Karena itu, pemerintah terkadang harus mengambil langkah tegas yang dibalut pendekatan kemanusiaan.

“Akhirnya kita membuat sebuah paksaan yang sifatnya juga harus bisa lebih mendekat ke arah humanismenya, membawa mereka untuk ‘ayo segera evakuasi’," kata Vasko.

Vasko menegaskan, proses evakuasi bukan tanpa risiko, bukan hanya bagi warga, tetapi juga bagi petugas di lapangan. Karena itu, ia merasa perlu turun langsung ke lokasi bencana untuk memastikan proses evakuasi berjalan dan memberi contoh kepada jajarannya.

Pengalaman tersebut, kata Vasko, menjadi salah satu momen paling membekas selama hidupnya.

“Ini sebuah fenomena yang nggak akan pernah saya lupakan dalam seumur hidup saya,” pungkasnya.

Adapun, IDN Times kembali menggelar Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times yang menjadi forum diskusi tahunan. Acara ini digelar di IDN HQ, Jakarta Selatan, pada 14-15 Januari 2026.

SAT 2026 by IDN Times menghadirkan sejumlah pemimpin nasional, pengambil kebijakan, pelaku industri, dan tokoh-tokoh inspiratif. Dengan tema 440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas, SAT 2026 dirancang buat menjangkau Milenial dan Gen Z sekaligus menjadi wadah membahas isu-isu berkembang saat ini.

SAT 2026 juga menghadirkan Awarding Session sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh inspiratif melalui penghargaan "Inspiring Newsmaker of The Year 2026".

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Cerita di Balik MBG: Usaha Kecil Tumbuh, Hidup Warga Berubah

14 Jan 2026, 17:29 WIBNews