- Selat Malaka bagian utara
- Samudra Hindia barat Kap. Nias
- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Samudra Hindia selatan Banten
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur
- Samudra Hindia selatan NTR
- Laut Jawa bagian barat
- Laut Jawa bagian timur
- Selat Karimata bagian utara
- Selat Makassar bagian selatan
- Laut Sulawesi bagian tengah
- Laut Maluku
- Samudra Pasifik utara Papua Barat
- Samudra Pasifik utara Papua
- Samudra Hindia barat Aceh
- Samudra Hindia barat Kep. Mentawai
- Samudra Hindia barat Lampung
- Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
- Samudra Hindia selatan Bali
- Samudra Hindia selatan NTT
- Laut Jawa bagian tengah
- Laut Sawu
- Selat Karimata bagian selatan
- Laut Seram
- Laut Sulawesi bagian timur
- Samudra Pasifik utara Maluku
- Samudra Pasifik utara Papua Barat
- Samudra Pasifik utara Papua
Waspada! Gelombang Tinggi Capai 4 Meter di Wilayah Ini pada 12-15 Januari

Sebaran gelombang sedang di 30 perairan Indonesia
Potensi gelombang sangat tinggi di 6 perairan Indonesia
Imbauan keselamatan bagi nelayan dan masyarakat pesisir
Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi mencapai 4 meter yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia dari hari ini, Senin (12/01/2026) hingga Kamis, 15 Januari 2025.
Angin di Indonesia bergerak dengan pola dan kecepatan yang berbeda antara wilayah utara dan selatan. Di bagian utara, angin umumnya berembus dari barat laut menuju timur laut dengan kecepatan 6-25 knot, sedangkan di bagian selatan, angin cenderung lebih kencang (8-30 knot) dan bergerak dari arah barat daya hingga barat laut.
Saat ini, kecepatan angin tertinggi tercatat di perairan Laut Arafuru.
"Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang," jelas pernyataan resmi BMKG, Senin (12/1/2026).
1. Sebaran gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di 30 perairan Indonesia

Lebih jauh, kondisi pola angin yang berbeda tersebut menyebabkan adanya peluang peningkatan gelombang setinggi 1.25 hingga 2.5 meter di 30 perairan Indonesia.
Berikut pemetaannya:
2. Gelombang 2 hingga 4 meter diprediksi terjadi di 6 wilayah

Sementara, BMKG memprakirakan gelombang yang sangat tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di enam wilayah perairan Indonesia. Kategori gelombang ini masuk dalam level yang perlu diwaspadai untuk berbagai aktivitas pelayaran.
Wilayah-wilayah tersebut adalah:
- Laut Natuna Utara
- Laut Banda
- Laut Arafuru bagian tengah
- Selat Karimata bagian utara
- Laut Arafuru bagian barat
- Laut Arafuru bagian timur
3. Warga diimbau tetap waspada

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan khusus diberikan bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi tertentu berdasarkan kecepatan angin dan tinggi gelombang, seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m).
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, untuk tetap waspada. Imbauan ini diberikan untuk meminimalisir risiko yang mungkin timbul akibat kondisi gelombang tinggi.
“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” jelas BMKG.


















