Waspada Super Flu, Pramono Beri Instruksi Khusus Demi Antisipasi

- Pramono rutin komunikasi dengan Menkes
- Kemenkes temukan 62 kasus super flu
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan kepada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, untuk menyiapkan antisipasi menghadapi ancaman varian Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dijuluki super flu.
Meski hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus di Jakarta, tetapi Pramono memastikan Pemprov DKI telah menyiapkan langkah antisipatif.
"Saya secara khusus sudah meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan, Bu Ani untuk mempersiapkan itu. Memang sampai hari ini dari laporan yang ada di Jakarta belum ada. Toh kalau ada pun kita juga harus bersiap," ujar Pramono dikutip laman resmi Pemprov DKI, Rabu (7/1/2025).
1. Pramono rutin komunikasi dengan Menkes

Pramono juga mengaku telah menjalin komunikasi intensif dengan Menteri Kesehatan RI guna memastikan langkah mitigasi di Jakarta sejalan dengan pemerintah pusat.
"Jakarta untuk mengantisipasi itu sudah kami lakukan karena memang secara khusus saya sudah memanggil Ibu Kepala Dinas Kesehatan untuk hal yang berkaitan dengan superflu itu," ujar Pramono.
2. Kemenkes temukan 62 kasus super flu

Varian H3N2 subclade K ini sebelumnya telah memicu lonjakan kasus di beberapa negara seperti Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat.
Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan mencatat setidaknya sudah ada 62 kasus yang teridentifikasi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah memastikan superflu tidak mematikan seperti COVID-19.
3. Kasus super flu dilaporkan di 80 negara

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, Prima Yosephine, hasil surveilans menunjukkan bahwa influenza A(H3) merupakan varian dominan. Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (1/1/2025).
Prima mengatakan, secara global peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring dengan masuknya musim dingin.
Subclade K sendiri pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.



















