Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Yayasan Akui Baru Tahu Ada Bunker di Sekolah Usai Ruangan Dibuka
Suasana Yayasan Sekolah dengan temuan senjata api dan CD porno di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • Yayasan sekolah di Pondok Pinang mengaku baru mengetahui bunker setelah membuka ruangan yang sebelumnya dikuasai pengurus lama pada 10 Juli 2026.
  • Polisi memeriksa bunker sejak 5 Agustus 2026 setelah menemukan hampir 995 senjata, narkoba, dan kepingan CD porno di ruangan yang aksesnya disebut terbatas.
  • Yayasan menyerahkan seluruh temuan kepada penyidik, meminta pemeriksaan legalitas dan proses hukum, karena bunker tertutup rak berada sekitar 40 meter dari kelas anak-anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Yayasan sekolah swasta di kawasan Jakarta Selatan mengaku baru mengetahui keberadaan bunker di lingkungan sekolah setelah berhasil membuka ruangan yang sebelumnya dikuasai pengurus lama. Yayasan menyatakan tidak mengetahui kapan bunker tersebut dibuat maupun digunakan, apalagi ditemukan senjata api laras panjang dan narkoba di dalamnya.

"Kami baru tahu sekarang ini ketika berhasil masuk ke dalam ruangan itu," kata kuasa hukum Yayasan Sekolah, Hermawanto, saat memberikan keterangan di Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).

Hermawanto mengatakan bunker sudah diperiksa polisi sejak Rabu (5/8/2026), menyusul temuan hampir 995 senjata di ruangan yang hanya diakses oleh eks kepala yayasan berinisial IWD. Dua ruangan dipasangi garis polisi. Salah satunya akan digunakan untuk kegiatan sekolah, namun akhirnya terbongkar, ada senjata di dalamnya. Bahkan ada kepingan card disk atau CD porno.

Hermawanto mengatakan pihaknya juga tidak mengetahui kapan bunker itu dibangun. Menurut dia, pengurus yayasan yang sekarang baru mengetahui keberadaan ruangan tersebut setelah dilakukan pembukaan.

"Kami tidak tahu," katanya saat ditanya kapan bunker dibuat.

Dia menambahkan seluruh barang yang ditemukan di lokasi telah diserahkan kepada penyidik. Yayasan meminta kepolisian memastikan legalitas seluruh barang bukti sekaligus memproses perkara tersebut.

"Makanya semua barang-barang itu sudah kami serahkan ke penyidik dan kami meminta penyidik untuk memastikan legalitasnya. Buat kami, sekolah hanya satu. Kami menginginkan sekolah ini aman dari senjata-senjata yang berbahaya. Makanya kami meminta agar penyidik segera memprosesnya secara hukum dan ada kepastian hukum buat kami semua yang ada di sekolah," ujarnya.

Temuan senjata di sekolah di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, mencuat setelah yayasan membuka ruangan yang sebelumnya dikuasai pengurus lama pada 10 Juli 2026.

Dari keterangan yang dihimpun IDN Times, di lokasi bunker itu ditutupi oleh rak-rak. Ruangan berisi senjata itu bahkan hanya berjarak 40 meter dari kelas anak-anak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article