8 Perusahaan Kereta Api Jepang Beralih dari Tiket Magnetik ke Kode QR

- Delapan operator kereta api Jepang di wilayah Tokyo akan beralih ke tiket kode QR untuk memotong biaya perawatan gerbang otomatis.
- Pergantian ini akan dilakukan secara bertahap mulai tahun fiskal 2027, dengan tiket magnetik tetap digunakan untuk rute jarak menengah hingga jauh.
- Tiket kode QR akan dipindai di gerbang masuk dan keluar, lalu didaur ulang untuk mengurangi jejak lingkungan.
Jakarta, IDN Times - Delapan operator kereta api Jepang yang berbasis di wilayah Tokyo dan sekitarnya akan beralih dari tiket magnetik yang dicetak ke kode QR. Langkah ini guna memangkas biaya perawatan gerbang otomatis dan mempromosikan daur ulang tiket bekas.
Perusahaan mengatakan pada Rabu (29/5/2024), bahwa tiket kode QR akan menggantikan tiket magnetik konvensional untuk perjalanan jarak pendek. Namun, tiket magnetik untuk rute jarak menengah hingga jarak jauh, seperi di Shinkansen, diperkirakan akan terus digunakan.
Perusahaan akan melakukan pergantian secara bertahap, mulai tahun fiskal 2027.
1. Apa saja perusahaan yang melakukan pembaruan tersebut?
Delapan perusahaan tersebut adalah East Japan Railway Co (JR East), Keisei Electric Railway Co, Keikyu Corp, Shin-Keisei Electric Railway Co, Seibu Railway Co, Tokyo Monorail Co, Tobu Railway Co, dan Hokuso Railway Co.
"Kami akan beralih ke sistem yang berkelanjutan dengan menggunakan tiket kode QR untuk mempertahankan tiket kertas," kata perwakilan JR East, dikutip dari Asahi Shimbun.
Nantinya, penumpang akan melambaikan tiket mereka melalui pembaca kode QR di gerbang masuk dan keluar, lalu memasukkan tiket ke dalam kotak pengumpulan di tujuan mereka untuk di daur ulang. Ukuran tiket pun tidak akan berubah.
2. Upaya mengurangi dampak lingkungan
Kendati sebagian besar perjalanan kereta api di jalur perusahaan saat ini dilakukan dengan menggunakan kartu prabayar, seperti Suica atau melalui aplikasi seluler yang terdaftar pada layanan tersebut, namun operator kereta api Jepang masih menjual tiket fisik bermagnet di stasiun.
Dengan penggantian tersebut, perusahaan akan bertransisi ke sistem yang berkelanjutan yang menghilangkan kebutuhan akan infrastruktur kompleks yang diperlukan untuk menjual dan memproses tiket yang didukung magnet, Kyodo News melaporkan.
Perusahaan menuturkan, mengganti tiket yang mengandung komponen logam dan beralih dengan tiket yang seluruhnya terbuat dari kertas juga akan menyederhanakan proses pembuangan dan mengurangi jejak lingkungan. Ini karena bagian magnetik dari tiket saat ini harus dipisahkan saat mendaur ulangnya.
3. Delapan perusahaan tersebut akan membuat sistem manajemen data bersama

Selain ramah lingkungan, tiket dengan kode QR memiliki keuntungan karena tidak menyebabkan kemacetan di dalam gerbang tiket mekanis. Sebab, penumpang akan memindai tiket kertas dengan pembaca kode QR, bukan dimasukkan ke dalamnya.
Saat ini, kedelapan perusahaan tersebut secara terpisah mengelola data lalu lintas penumpang yang dikumpulkan melalui tiket magnetik, serta data masuk dan keluar stasiun. Namun ke depannya, perusahaan-perusahaan itu berencana untuk membuat sistem manajemen data tiket kode QR bersama, dilansir Nippon.



















