Comscore Tracker

Potret yang 'Menghantui' Keputusan AS Hengkang dari Afghanistan

Mengingatkan pada penarikan pasukan di Saigon pada 1975

Jakarta, IDN Times - Keputusan Amerika Serikat untuk menarik pasukan militernya dari Afghanistan berujung pada kemenangan Taliban yang dideklarasikan Senin (16/5/2021). Kini, AS dihantui kondisi penuh kepanikan dan kebingungan warga di Kabul usai berkuasanya Taliban di Afghanistan.

Sebuah video pada Senin, memperlihatkan ratusan warga Afghanistan tengah berusaha menaiki pesawat militer AS, berharap dapat ikut dievakusi, dilansir kantor berita ANTARA dari Reuters. Korban jiwa pun berjatuhan.

Media-media di AS menyebut gambaran ini menghantui AS. Ini dibandingkan dengan sebuah foto saat warga sipil Vietnam berebut menaiki helikopter di Saigon pada 1975. Hal yang menjadi simbol betapa memalukannya penarikan diri AS dari Vietnam.

Baca Juga: JK Yakin Tak Ada Perang Saudara meski Taliban Berkuasa di Afghanistan

1. Sejumlah orang tewas dalam kepanikan di bandara

Potret yang 'Menghantui' Keputusan AS Hengkang dari AfghanistanWarga berusaha memasuki Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, Senin (16/8/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/FOC/djo

Pasukan AS pada Minggu (15/8/2021), mengambil alih bandara, satu-satunya akses untuk ke luar dari Afghanistan. Mereka melakukan proses evakuasi para diplomatnya segera setelah militan Taliban meraih kemenangan kilat.

Namun sebagian besar penerbangan evakuasi itu ditunda pada Senin, saat kekacauan terjadi di bandara itu dan mengakibatkan sedikitnya lima orang tewas.

"Tidak diketahui dengan jelas penyebabnya, apakah tertembak atau terinjak-injak oleh massa," ujar saksi seperti dilaporkan ANTARA mengutip Reuters Selasa (17/8/2021).

Media lokal melaporkan dua orang meninggal akibat terjatuh dari pesawat militer AS setelah pesawat itu tinggal landas. Tubuh mereka jatuh di atap rumah dekat bandara.

Pasukan AS melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan kerumunan dan orang-orang yang berpegangan pada pesawat angkut militer AS saat akan tinggal landas. Sementara seorang pejabat AS mengatakan tentara AS telah menewaskan dua orang bersenjata yang menembak ke arah kerumunan orang di bandara.

2. Evakuasi akhirnya dilanjutkan Selasa pagi

Potret yang 'Menghantui' Keputusan AS Hengkang dari AfghanistanWarga berusaha menuju Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, Senin (16/8/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/FOC/djo

Pada Selasa pagi, pesawat-pesawat militer melanjutkan proses evakuasi diplomat dan warga sipil dari negara itu. Itu dilakukan setelah landasan pacu bandara Kabul dikosongkan dari ribuan orang yang ingin melarikan diri setelah Taliban merebut ibu kota itu.

Jumlah warga sipil di bandara tersebut telah berkurang, kata pejabat keamanan Barat di sana. "Banyak orang yang berada di sini kemarin sudah pulang," ujar pejabat AS tersebut.

Namun, sejumlah saksi mengatakan kepada Reuters kadang mereka masih mendengar letusan dari arah bandara, sementara jalan-jalan di kota itu tampak tenang.

Baca Juga: Bagaimana Masa Depan Afghanistan di Tangan Taliban? Ini Kata Pakar HI

3. Warga sudah panik sejak gerilyawan mulai memasuki Kabul pada Minggu

Potret yang 'Menghantui' Keputusan AS Hengkang dari AfghanistanWarga tiba dari Afghanistan di pos perlintasan Friendship Gate di kota perbatasan Pakistan-Afghanistan, Chaman, Pakistan, Minggu (15/8/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Saeed Ali Achakzai/WSJ/

Kepanikan warga sudah terjadi pada Minggu (15/8/2021), saat gerilyawan Taliban memasuki Kabul, menurut keterangan pejabat kementerian.

Jalan-jalan di Kabul dipadati mobil dan masyarakat yang bergegas pulang atau menuju bandara, kata sejumlah warga. Kedatangan Taliban memunculkan kekhawatiran sejumlah warga akan terjadinya pertempuran di ibu kota negara tersebut.

Taliban mengambil alih kota-kota terbesar Afghanistan dalam hitungan hari, bukan beberapa bulan seperti prediksi intelijen AS. Mereka merebut Kabul tanpa perlawanan, setelah pasukan pemerintah yang tak bersemangat itu menyerah meski dilatih bertahun-tahun dan diperlengkapi oleh AS dan negara lain. 

Hal ini telah membuat Presiden AS Joe Biden dihujani kritik atas keputusannya untuk menarik mundur pasukan AS dari Afghanistan setelah berperang 20 tahun. Biden sendiri menyalahkan kemenangan Taliban kepada para pemimpin Afghanistan yang kabur dan tentara mereka yang enggan untuk melawan.

Baca Juga: Dihujani Kritik soal Afghanistan, Ini Pembelaan Joe Biden

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya