Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Putri Duterte Umumkan Nyapres di Pemilu Filipina 2028

Wapres Filiphina, Sara Duterte, dalam peringatan 122 tahun kematian Jose Rizal, 30 Desember 2018 di Kota Davao. (commons.wikimedia.org/National Historical Commission of the Philippines)
Wapres Filiphina, Sara Duterte, dalam peringatan 122 tahun kematian Jose Rizal, 30 Desember 2018 di Kota Davao. (commons.wikimedia.org/National Historical Commission of the Philippines)
Intinya sih...
  • Hubungan Sara Duterte dan Presiden Ferdinand Marcos Jr. memburuk setelah penangkapan ayah Sara oleh Mahkamah Pidana Internasional.
  • Keduanya sebelumnya bersekutu namun kini menghadapi ketegangan politik yang semakin meningkat.
  • Sara Duterte dihadapkan pada pengaduan pemakzulan atas dugaan korupsi dan tuduhan mengancam nyawa Presiden Marcos Jr.
  • Ketegangan politik ini terjadi setelah Sara mengundurkan diri dari kabinet sebagai Menteri Pendidikan pada 2024.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden Filipina Sara Duterte pada Rabu (18/2/2026) mengumumkan pencalonannya dalam pemilihan presiden Mei 2028. Pengumuman tersebut disampaikan melalui siaran langsung, di tengah situasi politik yang semakin memanas.

Dalam pidatonya, Sara menyatakan keputusannya sebagai bagian dari panggilan hidup yang ia pahami setelah perjalanan panjang pribadi dan politik.

“Diperlukan 47 tahun bagi saya untuk memahami bahwa hidup saya tidak pernah dimaksudkan hanya untuk diri saya sendiri,” ujar Sara dalam pidato yang disiarkan secara langsung.

“Saya akan mencalonkan diri sebagai presiden,” tegasnya, dilansir dari Anadolu.

Deklarasi itu muncul saat ia menghadapi sejumlah pengaduan pemakzulan terkait dugaan korupsi serta tuduhan bahwa ia mengancam keselamatan Presiden Ferdinand Marcos Jr.

1. Retaknya aliansi politik Duterte–Marcos

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr (UK Government, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Hubungan antara Sara Duterte dan Presiden Ferdinand Marcos Jr. sebelumnya dikenal sebagai aliansi politik yang kuat. Keduanya maju bersama dalam pemilu 2022 dan berhasil memenangkan jabatan presiden serta wakil presiden. Sara terpilih sebagai wakil presiden ke-15 Filipina dalam pemilu tersebut.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, hubungan keduanya memburuk. Ketegangan meningkat ketika Presiden Marcos menyetujui penangkapan ayah Sara, mantan Presiden Rodrigo Duterte. Penangkapan itu dilakukan berdasarkan surat perintah yang dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Rodrigo Duterte kini dijadwalkan menerima konfirmasi dakwaan di Den Haag. Ia dituduh melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam kebijakan ‘perang melawan narkoba’ selama masa kepresidenannya dari 2016 hingga 2022.

2. Hadapi pemakzulan dan tuduhan korupsi

Sara Duterte, wakil presiden Filipina yang terpilih dalam pilpres 2022. (Instagram.com/indaysaraduterte))
Sara Duterte, wakil presiden Filipina yang terpilih dalam pilpres 2022. (Instagram.com/indaysaraduterte))

Di dalam negeri, Sara Duterte juga menghadapi tekanan politik yang signifikan. Ia menghadapi sejumlah pengaduan pemakzulan yang diajukan atas dugaan korupsi.

Selain itu, ia juga dituduh mengancam nyawa Presiden Marcos Jr., tuduhan yang semakin memperuncing konflik politik antara dua tokoh yang sebelumnya bersekutu.

Ketegangan politik ini terjadi di tengah dinamika kekuasaan yang berubah sejak Sara mengundurkan diri dari kabinet sebagai Menteri Pendidikan pada 2024.

Langkah mundurnya dari kabinet kala itu dipandang sebagai sinyal semakin renggangnya hubungan dengan pemerintahan Marcos.

3. Menuju Pemilu 2028

Ilustrasi bendera Filipina. (pexels.com/Janna Regencia)
Ilustrasi bendera Filipina. (pexels.com/Janna Regencia)

Pemilihan presiden Filipina berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Mei 2028. Pengumuman pencalonan Sara dilakukan jauh sebelum masa kampanye resmi, namun menjadi penanda awal kontestasi politik yang diperkirakan akan berlangsung ketat.

Dengan latar belakang sebagai putri mantan presiden dan figur penting dalam politik nasional, langkahnya maju dalam pemilihan presiden berpotensi membentuk ulang peta politik Filipina.

Pencalonannya juga berlangsung dalam bayang-bayang proses hukum yang dihadapi ayahnya di tingkat internasional, serta dinamika politik domestik yang masih berkembang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Putri Duterte Umumkan Nyapres di Pemilu Filipina 2028

18 Feb 2026, 18:10 WIBNews