Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Banjir Bandang di India, 14 Orang Tewas
potret banjir bandang di Kota New Delhi, India (pexels.com/Shantum Singh)
  • Banjir bandang akibat hujan lebat melanda Kerala dan Karnataka, India selatan, pada 1 Agustus 2026, menewaskan 14 orang: 11 di Kerala dan 3 di Karnataka.
  • Kerala menjadi wilayah terparah, dengan 7.700 warga dievakuasi ke 275 tenda pengungsian. Petugas dikerahkan membersihkan area terdampak untuk memperlancar evakuasi.
  • Di Karnataka, tanah longsor menewaskan satu keluarga. Sekolah ditutup dan tes rekrutmen guru ditunda di kedua negara bagian, saat India juga dilanda banjir besar di Assam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Banjir bandang dikabarkan terjadi di dua negara bagian yang ada di India bagian selatan, yakni Kerala dan Karnataka, pada Sabtu (1/8/2026). Menurut Pemerintah India, bencana ini dipicu oleh hujan lebat yang turun di kedua negara bagian tersebut. 

Dilansir Jerusalem Post, Senin (3/8/2026), otoritas India pada Minggu (2/8/2026) mengatakan, banjir bandang yang terjadi Kerala dan Karnataka telah menewaskan 14 orang. Dari jumlah tersebut, 11 korban berasal dari Kerala, sedangkan 3 lainnya berasal dari Karnataka. 

1. Kerala menjadi wilayah yang paling terdampak banjir

ilustrasi banjir bandang (pexels.com/Pok Rie)

Kerala menjadi wilayah yang paling terdampak banjir. Dalam sebuah foto yang dirilis The Hindu, terlihat bahwa banjir di negara bagian tersebut hampir melahap sebuah rumah. Kepala Menteri Kerala, VD Satheesan, mengatakan, 7.700 warga Kerala kini sudah dievakuasi ke 275 tenda pengungsian yang sudah disediakan pemerintah negara bagian. 

Menurut Satheesan, petugas penyelamat sudah dikerahkan untuk membersihkan sebagian besar wilayah di Kerala yang terdampak banjir. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah proses evakuasi warga. Satheesan mengatakan, pihaknya akan segera mengatasi banjir ini agar korban tewas tidak makin bertambah. 

2. Hujan di Karnataka juga memicu tanah longsor

ilustrasi tanah longsor (pixabay.com/Sergio Cerrato)

Di sisi lain, hujan deras di Karnataka juga menyebabkan tanah longsor. Peristiwa ini menewaskan sepasang suami-istri dan putra mereka. Ketiganya tewas usai rumahnya tertimbun tanah longsor yang terjadi di tengah hujan lebat.

Hujan deras dan banjir bandang ini membuat sekolah yang ada di seluruh Kerala dan Karnataka terpaksa ditutup. Langkah ini bertujuan untuk mencegah bertambahnya korban jiwa. Selain itu, bencana ini juga membuat Pemerintah Kerala dan Karnataka memutuskan untuk menunda tes rekrutmen guru yang akan digelar. 

3. India kerap dilanda banjir bandang dalam beberapa pekan terakhir

potret banjir bandang di Kota Srinagar, India (pexels.com/Imad Clicks)

Dalam beberapa pekan terakhir, India memang sedang sering dilanda banjir bandang. Pada pekan lalu, hujan lebat juga memicu banjir bandang di Negara Bagian Assam. Dilansir ABC News, hujan lebat ini membuat Sungai Brahmaputra yang ada di negara bagian tersebut meluap sehingga banjir tidak bisa dielakkan. 

Menurut keterangan otoritas Assam pada Jumat (31/7/2026), banjir ini telah menewaskan sekitar 50 orang. Banjir yang dipicu oleh angin muson ini juga telah membuat lebih dari 7.000 rumah kehilangan pasokan listrik. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article