ilustrasi bantuan kemanusiaan (pexels.com/Gustavo Fring)
Hingga saat ini, lebih dari 11 ribu orang telah berhasil diselamatkan dari seluruh kawasan yang terdampak bencana banjir bandang. Perdana Menteri Balendra Shah menyebutkan bahwa jaringan listrik dan saluran komunikasi telah berhasil dipulihkan di beberapa area. Tim penyelamat juga telah memulihkan jaringan jalan menuju Distrik Nuwakot untuk mempermudah distribusi bantuan logistik.
Bantuan senilai lebih dari 42 juta dolar AS atau setara Rp744,57 miliar (kurs Rp17.728) telah masuk ke Nepal pasca bencana, dan pemerintah memperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah. Negara tetangga seperti India dan China turut membantu operasi penyelamatan, termasuk membangun jembatan Bailey guna menjangkau wilayah pelosok yang terisolasi.
Pemerintah Nepal berjanji akan memberikan pendampingan penuh bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga. "Ribuan warga telah kehilangan rumah, keluarga, orang-orang tercinta, dan harta benda mereka," ujar Shah melalui akun media sosial miliknya. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen membantu para korban melalui masa-masa sulit serta memulihkan kehidupan mereka lewat program rehabilitasi.
Maraknya pembangunan proyek hidroelektrik di Nepal sejak awal abad ke-21 bertujuan untuk mengatasi kelangkaan listrik domestik serta memanfaatkan peluang ekspor energi ke India. Proyek-proyek di wilayah pegunungan ini membutuhkan terowongan untuk mengalirkan air melintasi medan yang curam guna memanfaatkan penurunan ketinggian tanah dalam membangkitkan listrik.