Joe Biden (The White House, Public Domain, via Wikimedia Commons)
Pernyataan bersama ini ditandatangani oleh belasan figur dari berbagai kementerian dan badan pemerintah AS. Para penandatangan meliputi mantan pejabat Departemen Luar Negeri Josh Paul, Annelle Sheline, dan Stacy Gilbert, mantan diplomat Hala Rharrit dan Mike Casey, serta mantan staf Gedung Putih Anna Del Castillo. Daftar tersebut juga mencakup mantan penasihat senior USAID Alexander Smith, mantan perwira Angkatan Darat dan Badan Intelijen Pertahanan (DIA) Harrison Mann, mantan Mayor Angkatan Udara Riley Livermore, mantan Letnan Komandan Angkatan Laut Hani Z. Nofal, serta mantan pejabat politik kementerian Tariq Habash (Departemen Pendidikan) dan Lily Greenberg Call (Departemen Dalam Negeri).
Dilansir Anadolu Agency, kelompok ini menyoroti sejumlah mantan pejabat tinggi era Biden yang kini mulai masuk ke lembaga-lembaga terkemuka dan media. Dalam video yang dirilis bersamaan dengan pernyataan itu, mereka menampilkan mantan Menteri Luar Negeri Antony Blinken yang kini menjadi dewan direksi di Center for American Progress. Tayangan tersebut juga menyoroti mantan Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan dan mantan Administrator USAID Samantha Power di Harvard Kennedy School, serta mantan Koordinator Timur Tengah Gedung Putih Brett McGurk yang bergabung dengan firma modal ventura Lux Capital dan menjadi komentator CNN.
Kelompok itu menuduh para perancang kebijakan tersebut sedang berupaya membersihkan reputasi mereka agar bisa kembali menduduki kursi pemerintahan. “Pejabat senior pemerintahan Biden yang menjadi arsitek kebijakan Gaza kini secara aktif memutihkan peran mereka sendiri dalam memfasilitasi genosida,” demikian pernyataan resmi kelompok Gaza Resignees. Josh Paul dan Hala Rharrit turut memperingatkan publik bahwa para pejabat tersebut sedang bersiap masuk kembali ke lingkaran kekuasaan Washington.