Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cerita WNI yang Ditahan Israel Alami Pemukulan, Diinjak, Disetrum

Cerita WNI yang Ditahan Israel Alami Pemukulan, Diinjak, Disetrum
Komite Pengarah GSF dan Ketua Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Maimon Herawati bersama WNI yang sempat ditahan (dok. GPCI)
Intinya Sih
  • Sembilan WNI relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 ditahan dan mengalami kekerasan fisik oleh militer Israel saat hendak mengirim bantuan ke Gaza.
  • Maimon Herawati menjelaskan para WNI mengalami pemukulan, tendangan, hingga setrum, sementara relawan dari negara lain bahkan ada yang patah kaki dan tangan.
  • Setelah tiga hari penahanan, sembilan WNI kini berada di Istanbul untuk menjalani tes kesehatan sebelum dipulangkan ke Indonesia dalam kondisi relatif sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Komite Pengarah GSF dan Ketua Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Maimon Herawati menjelaskan berbagai penganiayaan yang dialami sejumlah warga negara Indonesia (WNI) saat diculik militer Israel. Adapun, WNI yang ditahan Israel tersebut merupakan relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang ingin mengirimkan bantuan ke Gaza.

Maimon memastikan, sembilan WNI yang sempat ditahan Israel kini sudah berada di Istanbul, Turki.

1. Cerita WNI yang sempat alami penganiayaan

Global Sumud Flotilla
Dua aktivis GPCI mendapatkan intersepsi dari militer Israel. Kapal mereka sedang mengikuti aksi damai Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 (IDN Times/Marcheilla)

Maimon sendiri saat ini sedang berada di Turki bersama sembilan WNI tersebut. Saat ditahan Israel, mereka mengalami penganiayaan, mulai dari dipukul, dibanting, diinjak di bagian leher, hingga disetrum. Kekerasan itu mengakibatkan memar hingga sesak napas.

"Sepertinya ada memar di dada sehingganya sesak napas. Juga ada yang disetrum. Juga ada yang ditendang, dipukul sampai kemudian matanya memar-memar dan dibanting," kata Maimon dalam sebuah video yang dibagikan GPCI. Rekaman singkat itu memperlihatkan Maimon bersama WNI yang sempat diculik.

"Hendro ditonjok, kemudian disetrum dua kali, ditendang dua kali, kemudian dibanting sekali," ungkap mereka.

2. Relawan dari negara lain alami patah kaki dan tangan

IMG_6915.jpeg
Aktivis kemanusiaan GPCI Syamsul Ardiansyah (tengah) dalam jumpa pers di Jakarta. (IZM

Maimon menjelaskan, ada berbagai macam penyiksaan yang dilakukan pihak Israel kepada relawan GSF. Beruntung yang dialami sembilan WNI termasuk kekerasan ringan.

Sementara relawan dari negara lain ada yang mengalami patah kaki dan patah tangan sehingga harus ditandu.

"Karena di antara relawan ada yang kemudian eh dibawa dengan stretcher (tandu), ada yang harus mendapatkan operasi, ada yang patah kaki dan patah tangannya. Dan saya tahu juga kasus-kasus yang lebih buruk lagi dari itu," ungkap dia.

3. Sembilan nama WNI yang diculik Israel

Sebagaimana diketahui, setelah lebih dari tiga hari, akhirnya sembilan WNI yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, dapat keluar dari tahanan Israel. Namun, sebelum kembali ke Tanah Air, mereka akan menjalani serangkaian tes kesehatan oleh pihak Turki.

“Akan ada proses testimoni, visum, dan tes kesehatan oleh pihak Turki, dan secepatnya akan kita pulangkan ke Tanah Air jika proses di Turki sudah selesai,” kata Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, dalam pesan singkat, Jumat (22/5/2026).

Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, mengungkapkan sembilan WNI yang tergabung dalam misi GSF 2.0 dalam keadaan sehat. Namun, mereka sempat mengalami kekerasan fisik saat ditangkap dan ditahan Israel.

“Kami Konsul Jenderal RI di Istabul, alhamdulillah bersama sembilan saudara kita yang bergabung dalam misi GSF, telah bersama dengan kita dalam kondisi sehat walafiat, walaupun mereka selama 3-4 hari ditahan mengalami kekerasan fisik, ada yang ditendang, dipukul hingga disetrump,” kata Darianto dalam video yang diunggah akun Instagram resmi @Menlu_RI.

Pada Kamis, 21 Mei 2026, beredar video penyiksaan dan pelecehan yang dilakukan militer Israel dan pejabat Negeri Bintang Daud itu kepada para aktivis GSF. Aksi itu mendapat kecaman tak hanya dari luar negeri, namun juga di internal pemerintahan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegur Menteri Keamanan sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, yang melakukan penghinaan dan pelecehan verbal. Ia bahkan disebut ‘bukan wajah Israel’ oleh Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar.

Berikut ini sembilan WNI yang diculik Israel:

1. Herman Budianto Sudarsono. (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro

2. Ronggo Wirasanu. (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro

3. ⁠ Andi Angga Prasadewa - (GPCI - Rumah Zakat) Kapal Josef

4. ASAD ARAS MUHAMMAD - (GPCI - Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1

5. Hendro Prasetyo. (GPCI - SMART 171) Kapal Kasr-1

6. ⁠Bambang Noroyono. (REPUBLIKA) Kapal BoraLize

7. ⁠Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) Kapal Ozgurluk

8. ⁠Andre Prasetyo Nugroho - (Tempo) Kapal Ozgurluk

9. Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan Kontributor Media)

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More