Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Chad Usir Dubes Jerman dalam 48 Jam Gegara Tidak Sopan

ilustrasi bendera Chad (Unsplash.com/Engin Akyurt)
ilustrasi bendera Chad (Unsplash.com/Engin Akyurt)

Jakarta, IDN Times - Duta Besar (Dubes) Jerman untuk Chad, Jan-Christian Gordon Kricke, diperintahkan meninggalkan N'Djamena pada Jumat (7/3/2023). Kementerian Komunikasi Chad juga menyampaikan kabar itu lewat media sosial.

Alasan pengusiran adalah dubes Kricke dinilai oleh pemerintah Chad bersikap tidak sopan. Tidak ada alasan rinci mengenai hal itu, tapi sumber pemerintah mengatakan Kricke diusir karena berkomentar soal penundaan pemilu.

1. Jerman bahkan tidak tahu alasan pengusirannya

ilustrasi bendera Jerman (Unsplash.com/ Christian Wiediger)
ilustrasi bendera Jerman (Unsplash.com/ Christian Wiediger)

Kementerian Komunikasi Chad memberi waktu 48 jam bagi Kricke untuk meninggalkan negara Afrika Tengah tersebut. 

Dilansir Deutsche Welle, dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh kementerian Chad, tidak ada keterangan yang menjelskan alasan pengusiran. Hanya saja, sikap Kricke telah dianggap tidak sopan dan kurang rasa hormat terhadap kebiasaan diplomatik.

"Alasan yang dikemukakan pemerintah Chad sebagai pembenaran untuk menyatakan Duta Besar kami di N'Djamena sebagai persona non-grata sama sekali tidak dapat dipahami," kata Kementerian Luar Negeri Jerman.

2. Kricke dinilai terlalu banyak mencampuri urusan pemerintahan

Kricke menjabat sebagai Dubes di Chad sejak Juli 2021. Sebelumnya, dia telah menjabat sebagai diplomat di Niger, Angola dan Filipina. Dia juga pernah menjadi perwakilan khusus Jerman di Sahel.

Menurut Al Jazeera, sumber pemerintah Chad mengatakan, Kricke dinilai terlalu mencampuri urusan dalam negeri. Selain itu, pernyataan Kricke juga dianggap memecah belah.

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa Dubes Kricke telah diperingatkan dalam beberapa kesempatan.

Sumber lain mengatakan, Kricke telah mengkritik penundaan dalam pemilu usai kudeta militer di Chad. Dia juga mengkritik keputusan tahun lalu yang dapat membuat Mahamat Idriss Deby, pemimpin militer sementara, mencalonkan diri pada pemilu 2024.

3. Dubes Jerman dianggap salah satu orang paling kritis

Usai kudeta pada 2021, Chad dilanda protes anti-pemerintah pada Oktober 2022. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Chad mengatakan, 128 orang tewas dalam protes tersebut. Angka itu dua kali lipat lebih banyak dari yang diumumkan pemerintah.

Dilansir TRT World, Kricke kerap menyampaikan kritik mengenai protes anti-pemerintah. Dia juga dikenal sebagai salah satu orang yang paling vokal mengkritik.

Chad dilanda kudeta militer yang membuat Mahamat Idriss Deby Itno mengambil kekuasaan usai ayahnya meninggal dalam operasi melawan pemberontak. Pemerintahan militernya berjanji menyerahkan kekuasaan kepada warga sipil, tapi pada Oktober lalu, kekuasaan Deby diperpanjang selama dua tahun.

Kedubes Jerman mengungkapkan keprihatinannya atas tertundanya demokrasi di Chad. Tindakan Kedubes Jerman itu mengikuti tindakan kedutaan lain seperti Prancis, Spanyol dan Belanda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Vanny El Rahman
EditorVanny El Rahman
Follow Us

Latest in News

See More

Indeks Persepsi Korupsi Turun, Usman Hamid Sorot Nepotisme Era Prabowo

10 Feb 2026, 19:51 WIBNews