Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Buntut PHK Massal, CEO The Washington Post Mengundurkan Diri

Gedung kantor The Washington Post
potret gedung kantor The Washington Post (commons.wikimedia.org/Michael Fleischhacker)
Intinya sih...
  • PHK massal yang besar dampaknya pada redaksi
  • Kritik terhadap Jeff Bezos
  • Mundurnya Lewis dinantikan serikat pekerja
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Will Lewis mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi CEO The Washington Post pada Sabtu (7/2/2026). Lewis mengundurkan diri beberapa hari setelah surat kabar tersebut mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sepertiga dari total stafnya.

Lewis menyampaikan keputusannya melalui surat elektronik kepada seluruh karyawan. Dia menyebut setelah dua tahun menjalani proses transformasi internal, kini adalah waktu yang tepat baginya untuk menyingkir dari posisi puncak.

"Sekarang adalah waktu yang tepat bagi saya untuk melangkah pergi," tulis Lewis dalam pesan tersebut kepada staf The Washington Post dilansir Euronews, Minggu (8/2/2026).

Untuk sementara, posisi CEO akan diisi oleh Direktur Keuangan The Washington Post, Jeff D’Onofrio. Manajemen menyatakan pergantian kepemimpinan itu berlaku segera.

1. PHK massal yang besar dampaknya pada redaksi

Orang-orang sedang bekerja.
ilustrasi departemen yang ada di The Washington Post (pexels.com/CadoMaestro)

Pengunduran diri Lewis terjadi di tengah gelombang PHK besar-besaran yang diumumkan manajemen The Washington Post pada Rabu lalu. Meski perusahaan tidak mengungkapkan jumlah pasti karyawan yang terdampak, The New York Times melaporkan sekitar 300 dari 800 jurnalis The Washington Post kehilangan pekerjaan.

Pemangkasan ini lebih dalam dari perkiraan awal. Sejumlah unit penting terdampak, termasuk penutupan total rubrik olahraga yang selama ini menjadi salah satu kekuatan The Washington Post.

Selain itu, seluruh staf fotografi dihapus, sementara liputan kawasan metropolitan Washington dan liputan luar negeri mengalami pengurangan personel secara signifikan. Baik Lewis maupun pemilik The Washington Post, Jeff Bezos, tidak hadir dalam pertemuan dengan karyawan saat pengumuman PHK tersebut disampaikan.

2. Kritik terhadap Jeff Bezos

Jeff Bezos sedang berbicara.
potret mantan CEO Amazon, Jeff Bezos (commons.wikimedia.org/Los Angeles Air Force Base Space and Missile System Center)

Dalam beberapa tahun terakhir, The Washington Post mengalami eksodus talenta dan kehilangan puluhan ribu pelanggan. Kondisi ini memburuk setelah keputusan Jeff Bezos pada akhir kampanye Pemilihan Presiden AS 2024 untuk menarik rencana dukungan editorial terhadap Kamala Harris. Kebijakan tersebut diikuti dengan perubahan arah halaman opini ke posisi lebih konservatif, dan menuai kritik luas.

Mantan pemimpin redaksi The Washington Post di era awal kepemilikan Bezos, Martin Baron, menilai ada upaya mencari muka dengan Presiden Donald Trump. Dia menyebut apa yang terjadi sebagai studi kasus kehancuran merek yang dilakukan sendiri dan hampir seketika. Di tengah krisis ini, sejumlah pihak menyerukan agar Bezos meningkatkan investasinya atau menjual surat kabar tersebut kepada pemilik baru yang lebih aktif.

3. Mundurnya Lewis dinantikan serikat pekerja

Logo The Washington Post di dalam layar ponsel.
potret logo The Washington Post (unsplash.com/appshunter.io)

Serikat pekerja The Washington Post Guild menyebut mundurnya Lewis sudah lama ditunggu. Menurut mereka, Lewis gagal memimpin The Washington Post sebagai salah satu surat kabar paling bergengsi di Amerika Serikat. Serikat juga mendesak Bezos untuk segera membatalkan PHK atau menjual The Post.

"Warisan kepemimpinannya adalah upaya penghancuran institusi jurnalisme Amerika yang besar. Jika Jeff Bezos tidak lagi bersedia berinvestasi pada misi yang telah mendefinisikan surat kabar ini selama beberapa generasi, maka The Post layak memiliki pengelola lain yang mau melakukannya," begitu pernyataan serikatnya.

Berbeda dengan Serikat, Lewis justru memuji langkah Bezos dalam mengelola The Washington Post. Dia bahkan menyatakan Bezos merupakan pemilik terbaik The Washington Post.

"Institusi ini tidak mungkin memiliki pemilik yang lebih baik. Selama masa jabatan saya, keputusan-keputusan sulit telah diambil demi memastikan masa depan The Washington Post yang berkelanjutan, agar tetap dapat menyajikan jurnalisme non-partisan berkualitas tinggi kepada jutaan pembaca setiap hari," tulis Lewis.

Tapi, Bezos dalam pernyataannya, tidak menyebut nama Lewis. Dia menyatakan D’Onofrio dan timnya siap memimpin The Washington Post menuju babak baru yang menarik dan berkembang.

"The Post memiliki misi jurnalistik yang esensial dan peluang luar biasa. Setiap hari pembaca memberi kami peta jalan menuju kesuksesan. Data menunjukkan apa yang bernilai dan ke mana kami harus fokus," ujarnya.

Sementara itu, D’Onofrio dalam pesannya kepada staf mengaku pekan lalu merupakan periode berat buat The Washington Post. Dia menyatakan itu merupakan proses dari perubahan dan ada keyakinan darinya seluruh pihak di internal bisa melewati periode sulit tersebut.

"Kami mengakhiri pekan yang sulit dengan lebih banyak perubahan. Ini adalah masa yang menantang bagi seluruh organisasi media, dan The Post sayangnya tidak terkecuali. Saya tidak ragu kami akan mampu menghadapi tantangan ini bersama-sama," ujar D'Onofrio.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in News

See More

Pemilu Thailand Memanas, 3 Kekuatan Berebut Dukungan Pemilih

08 Feb 2026, 20:32 WIBNews