Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Disinggung Prabowo, Iran Tegaskan Tak Punya Senjata Nuklir
ilustrasi ancaman nuklir (unsplash.com/Kilian Karger)
  • Kedutaan Besar Iran di Indonesia menegaskan Iran tidak pernah mengejar maupun memiliki senjata nuklir, menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto.
  • Iran menyatakan program nuklirnya dijalankan secara transparan untuk tujuan damai dan berada dalam kerangka hukum internasional, termasuk Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir.
  • Prabowo sebelumnya membahas kemungkinan sejumlah negara kawasan mengejar senjata nuklir; siaran pidatonya di YouTube sempat terhenti dan versi unggahan kembali tidak memuat bagian nuklir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times -  Kedutaan Besar Iran di Indonesia menegaskan pihaknya tidak memiliki senjata nuklir. Hal itu sempat disinggung Presiden Prabowo Subianto yang dalam pidatonya menyebut sejumlah negara teluk punya senjata nuklir.

"Iran tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya," demikian pernyataan Kedutaan Besar Iran di Indonesia melalui infografis yang dibagian di media sosialnya pada Senin (3/8/2026).

1. Program nuklir dijalankan dengan tujuan damai

ilustrasi nuklir (pixabay.com/slightly_different)

Iran menegaskan bahwa program nuklir yang mereka miliki dijalankan secara trasnparan dengan tujuan damai dan berada dalam kerangka hukum internasional.

"Termasuk perjanjian non-proliferasi senjata nuklir (NPT)," katanya.

2. Prabowo klaim negara teluk punya senjata nuklir

Presiden Prabowo Subianto saat menggelar pertemuan dengan pengusaha KADIN Pusat dan Daerah seluruh Indonesia, Jumat (31/7/2026). (Youtube/Sekretariat Presiden)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sempat mengatakan dalam pertemuan dengan pengurus Kadin Pusat dan Daerah di Istana Negara Jakarta bahwa konflik global meningkat. Bahkan, kata Prabowo, sejumlah negara teluk kini memiliki senjata nuklir.

"Sore tiap malam kita lihat dalam berita-berita eskalasi, eskalasi, eskalasi. Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir," ujar Prabowo dalam pertemuan dengan pengurus Kadin Pusat dan Daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

"Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirat juga mau punya senjata nuklir. Qatar juga mau punya senjata nuklir. Mesir juga mau punya senjata nuklir," sambungnya.

3. Video sempat dihapus

Presiden Prabowo Subianto saat menggelar pertemuan dengan pengusaha KADIN Pusat dan Daerah seluruh Indonesia, Jumat (31/7/2026). (Youtube/Sekretariat Presiden)

Pidato tersebut awalnya disiarkan langsung dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden. Namun, video itu mendadak berhenti ketika Prabowo membahas nuklir.

Hal ini sempat menjadi perbincangan di media sosial. Hasil pengecekan kembali IDN Times
di akun YouTube Sekretariat Presiden, video di acara tersebut tersedia kembali tetapi bagian tentang nuklir yang sebelumnya muncul telah hilang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article