Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Fakta-Fakta usai AS-Iran Lanjut Negosiasi di Qatar, Apa Saja?

Fakta-Fakta usai AS-Iran Lanjut Negosiasi di Qatar, Apa Saja?
ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat (unsplash.com/Saifee Art)
Intinya Sih
  • Negosiasi lanjutan AS dan Iran di Doha berlangsung dua hari dan diklaim positif oleh Wakil Presiden AS J.D. Vance meski hasil konkretnya belum diumumkan.
  • Pertemuan dilakukan secara tidak langsung dengan Qatar dan Pakistan sebagai mediator, tanpa adanya pertemuan tatap muka antara delegasi AS dan Iran.
  • Pembahasan fokus pada kebebasan berlayar, pencairan aset Iran, serta konflik Israel-Lebanon; negosiasi akan dilanjutkan setelah pemakaman Ayatollah Khamenei.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat dan Iran telah melakukan proses negosiasi lanjutan di Doha, Qatar, selama dua hari sejak Selasa (30/6/2026) sampai Rabu (1/7/2026) kemarin. Negosiasi itu dilakukan usai kedua negara saling terlibat serangan pada Jumat (26/6/2026) dan Sabtu (27/6/2026) pekan lalu. 

Ada sejumlah fakta yang tersingkap di balik negosiasi AS dan Iran Qatar kemarin. Ini termasuk apa saja hasil dan bagaimana nasib negosiasi antara kedua negara selanjutnya. Berikut ulasannya. Jangan lupa baca sampai habis.  

1. AS mengklaim negosiasi dengan Iran berlangsung dengan baik

 Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, sedang berpidato di acara AmericaFest 2025 di Phoenix Convention Center, Arizona.
Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, sedang berpidato di acara AmericaFest 2025 di Phoenix Convention Center, Arizona. (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Pemerintah Amerika Serikat mengklaim proses negosiasi lanjutan dengan Iran di Qatar berlangsung cukup positif. Menurut Wakil Presiden AS, J.D. Vance, negosiasi tersebut menjadi momen yang tepat bagi AS dan Iran untuk mencapai perdamaian abadi. 

“Ini masih terlalu dini (untuk menyampaikan hasil negosiasi). Namun, saya akan mengatakan bahwa negosiasi (antara AS dan Iran) berjalan dengan baik,” jelas Vance kepada CNN pada Rabu.

2. Negosiasi AS dan Iran dilakukan secara tidak langsung

Negosiasi damai.
ilustrasi negosiasi (pexels.com/Monstera Production)

Negosiasi AS dan Iran di Qatar rupanya tidak dilakukan secara langsung. Sebab, yang datang ke Qatar untuk melakukan negosiasi hanya delegasi AS saja. Sementara itu, delegasi Iran diwakili oleh Qatar dan Pakistan yang berperan sebagai mediator. Hal ini sudah dikonfirmasi langsung oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari. 

"Sepengetahuan saya, tidak ada pertemuan langsung yang dijadwalkan antara kedua pihak (AS dan Iran) dalam beberapa hari mendatang. Jadi, mereka (AS) tidak berada di sini untuk negosiasi langsung dengan Iran atau pertemuan terkait lainnya,” ujar Al Ansari soal negosiasi AS dan Iran yang dilakukan secara tidak langsung dilansir BBC.

3. AS dan Iran tidak membahas upaya perdamaian abadi dalam negosiasi di Qatar

Negosiasi damai.
ilustrasi negosiasi damai (pexels.com/Markus Winkler)

Dalam negosiasi di Qatar, AS dan Iran ternyata tidak membahas upaya perdamaian. Dilansir CNA, kedua negara hanya membahas perihal pemberian hak kebebasan berlayar di Selat Hormuz, pencairan aset Iran sebesar 6 miliar dolar AS (Rp108 triliun) yang dibekukan oleh AS, dan penghentian perang antara Israel dan Lebanon. 

Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump, mengklaim AS juga membahas penghentian program senjata nuklir Iran dalam negosiasi dua hari di Qatar. Namun, Iran dengan cepat membantah klaim tersebut. Teheran menegaskan negosiasi di Qatar kemarin sama sekali tidak menyinggung perihal penghentian program senjata nuklir mereka.  

4. Iran akan membuat kanal komunikasi untuk melaporkan pelanggaran kesepakatan damai

Kanal komunikasi.
ilustrasi kanal komunikasi (unsplash.com/Volodymyr Hryshchenko)

Setelah proses negosiasi di Qatar berakhir, Pemerintah Iran mengatakan bakal membuat kanal komunikasi khusus. Kanal ini berfungsi untuk melaporkan pelanggaran kesepakatan damai selama negosiasi kedua negara berlangsung.

Pembuatan kanal komunikasi ini kemungkinan akan melibatkan Qatar dan Pakistan yang berperan sebagai mediator AS dan Iran. Jadi, nantinya, Iran akan melaporkan pelanggaran kesepakatan damai lewat kedua negara tersebut.

5. AS dan Iran akan lanjut negosiasi usai pemakaman Ayatollah Khamenei

Ayatollah Ali Khamenei sedang berbicara kepada orang banyak.
potret eks Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (Khamenei.ir/Mhhossein via commons.wikimedia.org/Mhhossein)

Negosiasi AS dan Iran di Qatar pada Selasa dan Rabu kemarin tentu bukan yang terakhir. Sebab, AS dan Iran masih akan melanjutkan negosiasi di tempat yang sama setelah proses pemakaman eks Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan pada 28 Februari lalu.

Upacara pemakaman Khamenei sendiri akan dimulai di Ibu Kota Teheran pada Sabtu (4/7/2026) pekan ini. Upacara pemakaman Khamenei bakal digelar bersamaan dengan upacara pemakaman keluarganya yang juga tewas dalam serangan AS dan Israel, termasuk sang istri, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh. 

Setelah upacara di Teheran selesai, jasad Khamenei akan dibawa ke dua kota suci yang ada di Irak, yakni Najaf dan Karbala. Kemudian, Khamenei akan dibawa lagi ke tempat kelahirannya di Kota Mashhad, Iran, untuk dimakamkan di sana pada Kamis (9/7/2026) pekan depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More