Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ghislaine Maxwell, Sosok Penting di Balik Jaringan Jeffrey Epstein

Foto tahanan Ghislaine Maxwell, mantan sosialita Inggris yang dihukum karena kejahatan seksual, diambil di Pusat Penahanan Metropolitan, Brooklyn.
Foto tahanan Ghislaine Maxwell, mantan sosialita Inggris yang dihukum karena kejahatan seksual, diambil di Pusat Penahanan Metropolitan, Brooklyn. (Federal Bureau of Prisons, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Ghislaine Maxwell, mantan sosialita asal Inggris, divonis bersalah atas kasus perdagangan seks anak di bawah umur dan kejahatan lain yang berkaitan dengan Jeffrey Epstein.
  • Maxwell memulai karier di London sebelum bertemu Epstein, menjadi pendamping dan penghubungnya dengan kalangan elite sebelum terlibat dalam kasus kejahatan seksual.
  • Dokumen pengadilan Amerika Serikat menyebut Maxwell membantu merekrut, memanipulasi, dan mengeksploitasi anak-anak untuk tujuan seksual serta dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada 2022.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ghislaine Maxwell dikenal sebagai sosok terdekat Jeffrey Epstein sekaligus figur kunci dalam salah satu skandal kejahatan seksual terbesar di Amerika Serikat. Selama bertahun-tahun, ia berada di lingkaran kehidupan Epstein, mulai dari pergaulan elite hingga aktivitas yang kemudian menyeretnya ke proses hukum.

Perannya dalam merekrut dan mengatur korban membuat nama Maxwell tak terpisahkan dari kasus Epstein, yang hingga kini terus disorot publik melalui pembukaan berbagai dokumen penyelidikan.

1. Kehidupan awal Ghislaine Maxwell

Ghislain Maxwell
Ghislain Maxwell (Ghislaine Maxwell , CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Ghislaine Noelle Marion Maxwell, yang lahir pada 25 Desember 1961, dikenal sebagai mantan sosialita asal Inggris. Pada 2021, ia divonis bersalah atas kasus perdagangan seks terhadap anak di bawah umur serta sejumlah kejahatan lain yang berkaitan dengan Jeffrey Epstein, finansier yang telah meninggal dunia dan sebelumnya juga dihukum atas kejahatan seksual. Pada 2022, pengadilan di Amerika Serikat menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada Maxwell.

Maxwell lahir di Prancis dan menghabiskan masa tumbuh kembangnya di Oxford, Inggris. Ia menempuh pendidikan di Balliol College, Oxford, pada era 1980-an dan sempat menjadi bagian dari pergaulan elite London. Selain berstatus sebagai warga negara Amerika Serikat melalui proses naturalisasi, Maxwell juga masih memegang kewarganegaraan Inggris dan Prancis. Setelah ayahnya, Robert Maxwell, wafat pada 1991, ia pindah ke New York City dan tetap menjalani kehidupan sosial kelas atas. Di kota tersebut, ia menjalin hubungan dekat dengan Jeffrey Epstein.

2. Perjalanan karier: dari London hingga bertemu Jeffrey Epstein

Jeffrey Epstein
Jeffrey Epstein (U.S. Virgin Islands, Department of Justice, Public domain, via Wikimedia Commons)

Ghislaine Maxwell memulai perjalanan kariernya di London dengan bekerja untuk ayahnya, Robert Maxwell, seorang taipan media Inggris. Britannica melansir, pada 1980-an Maxwell terlibat dalam sejumlah usaha keluarga dan aktif di lingkaran sosial elite Inggris.

Setelah ayahnya membeli New York Daily News pada Januari 1991, ia mengirim Ghislaine ke New York City untuk bertindak sebagai utusannya, memberinya akses ke lingkungan sosial Manhattan. Dalam lingkungan sosial itulah Ghislaine kemudian bertemu dengan Jeffrey Epstein pada awal 1990-an.

Dilansir Britannica dan catatan biografi yang dihimpun epstein.media, hubungan keduanya berkembang dari pertemanan, asmara, hingga menjadi kerja sama yang erat. Maxwell dikenal berperan sebagai pendamping sekaligus penghubung Epstein dengan berbagai kalangan elite, sebelum relasi tersebut berujung pada keterlibatan keduanya dalam kasus kejahatan seksual yang mengguncang publik internasional.

3. Peran Ghislaine dalam kasus Jeffrey Epstein

Demonstrasi penuntutan perilisan Epstein Files di No Kings Day pada 18 Oktober 2025
Demonstrasi penuntutan perilisan Epstein Files di No Kings Day pada 18 Oktober 2025 (Geoff Livingston from DC, USA, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Ghislaine Maxwell disebut memainkan peran penting dalam jaringan kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Dilansir dokumen pengadilan Amerika Serikat yang dirilis Departemen Kehakiman dan ringkasan kasus yang dihimpun Britannica, Ghislaine didakwa membantu Epstein merekrut, memanipulasi, dan mengeksploitasi anak-anak untuk tujuan seksual. Ia disebut bertindak sebagai perantara yang membangun kepercayaan para korban, sekaligus mengatur pertemuan mereka dengan Epstein.

Peran Maxwell menjadi fokus utama dalam proses hukum setelah Epstein meninggal dunia pada 2019. Jaksa menyebut Ghislaine sebagai sosok yang “memfasilitasi dan menopang” praktik perdagangan seks yang dilakukan Epstein selama bertahun-tahun. Dalam persidangan 2021, sejumlah korban memberikan kesaksian bahwa Maxwell terlibat langsung dalam proses perekrutan dan pengawasan.

Pada Desember 2021, Ghislaine dinyatakan bersalah atas sejumlah dakwaan, termasuk perdagangan seks anak dan konspirasi. Departemen Kehakiman Amerika Serikat melansir, ia kemudian dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada 2022. Vonis tersebut menegaskan posisinya sebagai figur kunci dalam kasus Epstein, sekaligus menutup salah satu bab penting dalam upaya hukum mengungkap jaringan kejahatan seksual yang melibatkan Epstein dan lingkarannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More

Khamenei Tegaskan Serangan AS ke Iran Picu Perang Regional

02 Feb 2026, 21:24 WIBNews