Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hari Pertama Halal Summit H20, Hasilkan 39 Kerja Sama

3 min read
Hari Pertama Halal Summit H20, Hasilkan 39 Kerja Sama
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar The 5th Summit of Halal 20 (H20) atau forum internasional Halal 20 (H20) ke-5 di Jakarta, pada 18-20 September 2026 (dok. BPKH)
  • Hari pertama H20 ke-5 di Jakarta menghasilkan 39 kerja sama, terdiri dari 15 MRA, 4 MoU, 19 PKS, dan 1 nota kesepahaman BPJPH dengan mitra strategis.
  • Forum yang berlangsung 18-20 September 2026 ini diikuti 450 peserta dari 48 negara, dengan kolaborasi internasional untuk memperkuat ekosistem dan jaminan produk halal.
  • BPJPH menekankan halal mencakup kesehatan, transparansi, dan ketertelusuran, serta meliputi kosmetik, obat, dan barang gunaan; harmonisasi standar diperlukan guna memudahkan perdagangan lintas negara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar The 5th Summit of Halal 20 (H20) atau Forum Internasional Halal 20 (H20) ke-5 di Jakarta, pada 18-20 September 2026. Pada hari pertama acara, ada 39 kerja sama yang diteken.

Kerja sama tersebut mencakup 15 Mutual Recognition Agreement (MRA), 4 Memorandum of Understanding (MoU), 19 Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta 1 Nota Kesepahaman antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan mitra strategis.

“Kerja sama yang dihasilkan pada H20 ini menunjukkan bahwa penguatan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi lintas negara dan lintas sektor. Melalui MRA, MoU, dan kerja sama penguatan sumber daya manusia, BPJPH terus membangun jejaring yang dapat mendukung terwujudnya jaminan produk halal yang semakin kuat, kredibel, dan diakui secara global,” ujar Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Abd Syakur, dalam keterangannya.

Selain MRA, BPJPH juga menandatangani 4 kerja sama dengan Ministry of Food and Drug Safety (MFDS) Korea, UniGlobal Trainbiz (Shanghai) Co., Ltd., Wagstaff Food Service Pty Ltd Australia, dan Islam Channel Limited. Kerja sama tersebut untuk penguatan kolaborasi saling mendukung pengembangan ekosistem halal dan perluasan jejaring kerja sama BPJPH dengan mitra internasional.

  1. 1. Halal bahasa universal

    Kepala BPJPH, Haikal Hasan (dok. BPKH)
    Kepala BPJPH, Haikal Hasan (dok. BPKH)

    Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, mengatakan total ada 450 peserta dari 48 negara yang ikut dalam acara tersebut. Haikal mengatakan, halal merupakan bahasa internasional. Semua bangsa tak mengubah bahasa halal di negara masing-masing.

    "Halal is one language! Karena bahasa halal di Korea adalah halal, di Arab, halal is halal, di Rusia, halal is halal, Argentina, halal is halal, di Brazil, halal is halal, China? China halal is halal, paham? Ini adalah keajaiban," ucap Haikal.

  2. 2. Halal bukan hanya untuk muslim

    Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar The 5th Summit of Halal 20 (H20) atau forum internasional Halal 20 (H20) ke-5 di
    Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar The 5th Summit of Halal 20 (H20) atau forum internasional Halal 20 (H20) ke-5 di Jakarta, pada 18-20 September 2026 (dok. BPKH)

    Haikal menegaskan, produk halal bukan hanya untuk umat muslim saja. Sebab, produk halal merupakan simbol kesehatan.

    “Halal bukan hanya untuk Muslim saja. Halal juga berkaitan dengan kesehatan, transparansi, traceability. Halal adalah simbol kesehatan, double clean. Halal is elite food, halal is high and no higher than halal,” ucap dia.

  3. 3. Industri halal tak hanya mencakup makanan dan minuman saja

    Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar The 5th Summit of Halal 20 (H20) atau forum internasional Halal 20 (H20) ke-5 di
    Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar The 5th Summit of Halal 20 (H20) atau forum internasional Halal 20 (H20) ke-5 di Jakarta, pada 18-20 September 2026 (dok. BPKH)

    Haikal menegaskan, industri halal tidak hanya mencakup makanan dan minuman saja. Tapi, kata dia, produk seperti kosmetik, obat, hingga barang gunaan di Indonesia juga sudah diatur dalam regulasi jaminan produk halal.

    Menurut Haikal, perlu ada harmonisasi ekosistem produk halal antarnegara. Sehingga, perlu ada penguatan kerja sama dalam pengakuan sertifikasi, harmonisasi standar, pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas lembaga, hingga kemudahan perdagangan produk halal lintas negara.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More