Malaria Bandara Frankfurt Tewaskan Warga, Kasusnya Sangat Langka

- Seorang warga Schwanheim meninggal akibat malaria, menjadi korban ketiga dalam rangkaian infeksi langka terkait Bandara Frankfurt; dua warga setempat positif tanpa riwayat perjalanan ke daerah endemis.
- Rangkaian kasus bermula Juli saat enam pekerja Bandara Frankfurt terinfeksi malaria tropica, dengan dua meninggal; penularan diduga dari nyamuk terinfeksi yang terbawa pesawat atau bagasi.
- Fraport memasang perangkap nyamuk dan mengirim sampel untuk analisis, sementara otoritas meminta dokter, pekerja bandara, serta warga sekitar waspada terhadap gejala malaria.
Jakarta, IDN Times – Seorang warga Distrik Schwanheim, Frankfurt, Jerman, meninggal dunia di rumah sakit setempat setelah terinfeksi malaria. Administrasi Kota Frankfurt pada Kamis (17/9/2026) menyebut korban sebagai pasien ketiga yang meninggal dalam rangkaian infeksi langka yang berkaitan dengan Bandara Frankfurt.
Korban termasuk dua warga Schwanheim yang dinyatakan positif malaria pada Selasa (15/9/2026), setelah tertular parasit Plasmodium falciparum dari gigitan nyamuk yang masuk melalui pesawat atau bagasi. Administrasi Kota Frankfurt menyampaikan bahwa keduanya tak memiliki riwayat perjalanan ke wilayah endemis malaria dan juga tak bekerja di bandara.
“Kedua individu telah terinfeksi parasit penyebab malaria Plasmodium falciparum, meskipun mereka tidak bepergian ke wilayah endemis malaria dan tidak bekerja di bandara,” kata pernyataan tersebut, dikutip Al Jazeera.
1. Pekerja Bandara Frankfurt terinfeksi malaria

ilustrasi pekerja di bandara (pexels.com/Joerg Mangelsen) Rangkaian kasus ini diketahui bermula pada Juli ketika enam pekerja Bandara Frankfurt terjangkit malaria tropica, bentuk penyakit yang disebut paling berbahaya. Dua pekerja dari gelombang infeksi pertama itu kemudian meninggal dunia.
Kasus tersebut terbilang tak lazim karena malaria sangat jarang ditemukan di Jerman dalam kondisi normal. Penularan parasit terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles tertentu dan bukan lewat kontak langsung antarmanusia.
2. Nyamuk bandara dikaitkan dengan infeksi

ilustrasi nyamuk (pexels.com/Pixabay) Merujuk pemberitaan DW, pejabat kesehatan menghubungkan kasus terbaru dengan fenomena malaria bandara. Fenomena tersebut terjadi saat nyamuk yang telah terinfeksi terbawa pesawat atau bagasi, kemudian menggigit orang di dalam maupun sekitar kawasan bandara.
Lembaga kesehatan masyarakat Jerman, Robert Koch Institute (RKI), menyebut fenomena itu sangat jarang dan kasus terakhir di Bandara Frankfurt tercatat pada 2023. RKI juga mencatat nyamuk tersebut dapat terbang sejauh lima hingga sepuluh kilometer, sementara Schwanheim berjarak sekitar lima kilometer dari bandara sehingga kasus dapat terjadi di wilayah tersebut.
3. Otoritas kesehatan memperkuat pengawasan malaria

ilustrasi bandara (pexels.com/Daniel Ponomarev) Operator Bandara Frankfurt, Fraport, telah memasang perangkap nyamuk di sekitar area operasional untuk menangani situasi tersebut. Serangga yang tertangkap dikirim ke Institut Pengobatan Tropis di Antwerp, Belgia, untuk menentukan spesies dan asal-usulnya, tetapi hasil analisisnya belum keluar.
Otoritas kesehatan meminta dokter di sekitar bandara mewaspadai malaria pada pasien yang mengalami demam. Pekerja bandara dan warga lokal juga diminta segera memeriksakan diri jika mengalami demam, menggigil, sakit kepala, kebingungan, kejang, atau sesak napas, sementara juru bicara bandara menyebut otoritas kesehatan setempat memiliki wewenang penuh untuk memerintahkan maskapai melakukan disinfeksi armada jika diperlukan.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















