Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

RI-Madagaskar Teken 2 MoU di Usia Emas Hubungan Bilateral, Apa Saja?

RI-Madagaskar Teken 2 MoU di Usia Emas Hubungan Bilateral, Apa Saja?
Penandatanganan sejumlah MoU antara Madagaskar dan Indonesia. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya Sih
  • Indonesia dan Madagaskar menandatangani dua MoU penting: pembentukan Komisi Bersama untuk Kerja Sama Bilateral serta perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas.
  • Madagaskar berencana membuka misi diplomatik di Jakarta dan berharap kemudahan visa diperluas bagi komunitas bisnis guna memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara.
  • Kunjungan Menlu Madagaskar juga melibatkan pertemuan dengan diaspora Malagasy di Indonesia yang dianggap sebagai jembatan hidup penguat persahabatan dan saling pengertian antarbangsa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Indonesia dan Madagaskar memperingati setengah abad hubungan diplomatik Indonesia dan Madagaskar pada 2025. Meski demikian, kedua negara memilih untuk tidak sekadar merayakan melainkan meletakkan fondasi baru yang lebih kokoh untuk kerja sama ke depan.

Menteri Luar Negeri Madagaskar, Alice N’Diaye, melakukan kunjungan resmi ke Jakarta pada Rabu (3/6/2025) sekaligus menjadi kunjungan pertamanya ke Indonesia sejak menjabat. Kunjungan ini disambut langsung Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dan ditandai dengan penandatanganan dua perjanjian penting yang dinilai akan mengubah cara kedua negara mengelola hubungan bilateral mereka.

Dua perjanjian yang resmi ditandatangani adalah Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pembentukan Komisi Bersama untuk Kerja Sama Bilateral, dan Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas. Penandatanganan berlangsung sesaat sebelum konferensi pers bersama digelar, dan menjadi momen yang oleh kedua menteri disebut sebagai tonggak bersejarah dalam perjalanan hubungan kedua negara.

Menlu Sugiono menyambut kehadiran N’Diaye dengan menegaskan kembali arti penting Madagaskar bagi Indonesia. Ia menyebut Madagaskar sebagai salah satu mitra penting di Afrika dan mitra yang dihargai dalam memajukan kerja sama antarnegara berkembang di bawah kerangka kemitraan Selatan-Selatan.

Menlu N’Diaye sendiri menyampaikan kunjungan ini memiliki makna yang melampaui agenda teknis semata. “Lima puluh tahun persahabatan, penghormatan, dan kerja sama yang konstruktif mencerminkan ikatan kuat yang menyatukan Madagaskar dan Indonesia,” ujarnya dalam pernyataan bersama di Jakarta.

1. Pertama kali dalam sejarah bilateral

Menlu RI Sugiono menerima Menlu Madagaskar Alice N’Diaye di Gedung Pancasila Kemlu RI, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Menlu RI Sugiono menerima Menlu Madagaskar Alice N’Diaye di Gedung Pancasila Kemlu RI, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Dari dua perjanjian yang ditandatangani, pembentukan Komisi Bersama untuk Kerja Sama Bilateral menjadi yang paling dinantikan. Selama lima dekade hubungan diplomatik berjalan, kedua negara belum pernah memiliki mekanisme kelembagaan yang terstruktur dan permanen untuk mengelola kerja sama bilateral secara sistematis dan perjanjian hari ini mengisi kekosongan itu.

Menlu Sugiono menjelaskan perjanjian ini akan menyediakan kerangka institusional yang lebih kuat bagi kemitraan kedua negara, memfasilitasi koordinasi yang lebih erat antarpejabat pemerintah, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor. Ia menegaskan bahwa penandatanganan ini bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen nyata untuk mendorong hubungan bilateral ke level berikutnya.

“Perjanjian-perjanjian ini akan memberikan kerangka kelembagaan yang lebih kuat bagi kemitraan kita, memfasilitasi koordinasi yang lebih erat antara pejabat pemerintah kita, dan menciptakan peluang yang lebih besar untuk kerja sama di berbagai sektor,” kata Sugiono dalam pernyataan bersama usai Joint Commission on Bilateral Cooperation (JCBC) di Gedung Pancasila, Kemlu RI.

N’Diaye menyambut hal yang sama dari sisi Madagaskar. Menurutnya, Komisi Bersama ini akan menjadi wadah konkret untuk memperkuat koordinasi antara kedua administrasi, mendorong pertukaran di berbagai bidang, dan membangun kerja sama yang lebih dinamis di sejumlah sektor strategis.

“Pembentukan komisi bersama untuk kerja sama ini menandai langkah maju yang besar dalam hubungan bilateral kita. Ini akan memberikan kerangka kelembagaan yang terstruktur untuk memperkuat koordinasi antara administrasi kita masing-masing, mendorong pertukaran, dan memupuk kerja sama yang lebih dinamis dan ambisius di beberapa sektor strategis,” ujar N’Diaye.

2. Madagaskar berencana buka Misi Diplomatik di Jakarta

Menlu RI Sugiono menerima Menlu Madagaskar Alice N’Diaye di Gedung Pancasila Kemlu RI, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Menlu RI Sugiono menerima Menlu Madagaskar Alice N’Diaye di Gedung Pancasila Kemlu RI, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Perjanjian kedua yang ditandatangani hari ini adalah Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas melengkapi kerangka kelembagaan yang baru saja dibangun. Kemudahan mobilitas bagi para pejabat kedua negara dinilai penting untuk memastikan koordinasi yang dihasilkan oleh Komisi Bersama bisa berjalan lebih lancar di tataran praktis.

Namun N’Diaye menyampaikan harapan yang lebih jauh dari sekadar paspor diplomatik dan dinas. Ia mengungkapkan keinginan Madagaskar untuk memperluas kemudahan visa hingga menjangkau komunitas bisnis, agar kerja sama ekonomi dan kemitraan usaha antara Indonesia dan Madagaskar dapat berkembang lebih pesat. Sugiono menyebut gagasan itu sebagai salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan hari ini dan menyambutnya secara terbuka.

Selain soal visa, Sugiono juga menyampaikan sambutan hangat atas minat Madagaskar untuk membuka misi diplomatik tetap di Jakarta. Saat ini, ketiadaan perwakilan resmi Madagaskar di ibu kota Indonesia menjadi salah satu hambatan dalam memperdalam keterlibatan bilateral secara berkelanjutan.

“Kami menyambut hangat minat Madagaskar untuk mendirikan misi diplomatik di Jakarta di masa mendatang. Kami percaya bahwa kehadiran tersebut akan semakin memperkuat hubungan bilateral kita dan memfasilitasi keterlibatan Madagaskar dengan kawasan, dengan ASEAN, serta dengan pasar Asia-Pasifik yang lebih luas,” ujar Sugiono.

3. Diaspora Malagasy, jadi jembatan hidup dua bangsa

Menlu RI Sugiono menerima Menlu Madagaskar Alice N’Diaye di Gedung Pancasila Kemlu RI, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Menlu RI Sugiono menerima Menlu Madagaskar Alice N’Diaye di Gedung Pancasila Kemlu RI, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Di sela rangkaian kunjungan resmi di Jakarta, delegasi Madagaskar juga meluangkan waktu untuk bertemu langsung dengan komunitas diaspora Malagasy yang tinggal di Indonesia. Pertemuan itu bukan sekadar agenda seremonial melainkan cerminan dari pendekatan Madagaskar yang menempatkan hubungan antarmasyarakat sebagai pilar penting dalam diplomasi bilateral.

N’Diaye menyebut komunitas diaspora sebagai jembatan hidup yang menghubungkan dua bangsa secara nyata. Kehadiran mereka di Indonesia, menurutnya, memainkan peran penting dalam mempererat ikatan persahabatan dan saling pengertian antara kedua negara — melengkapi kerja sama yang dibangun di level antarpemerintah.

“Pertukaran yang bermakna ini menyoroti peran penting yang dimainkan oleh diaspora kita dalam memperkuat ikatan persahabatan dan saling pengertian antara kedua negara kita. Kami menghargai kontribusi dan keterikatan mereka pada Madagaskar sambil berperan sebagai jembatan berharga antara kedua bangsa kita,” ujar N’Diaye.

Sugiono, dari sisi Indonesia, juga menegaskan kembali komitmen untuk terus mendukung Madagaskar melalui berbagai program kerja sama pembangunan dan mengundang lebih banyak mahasiswa Malagasy untuk berpartisipasi dalam program-program tersebut. Kedua menteri menutup pertemuan dengan keyakinan yang sama, yakni seluruh langkah yang disepakati hari ini bukan akhir dari sebuah perayaan, melainkan pembuka bab baru yang lebih ambisius dalam perjalanan panjang hubungan Indonesia dan Madagaskar.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More