Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jemaah Haji, Jaga Stamina & Selalu Kalungkan Kartu Nusuk

Jemaah Haji, Jaga Stamina & Selalu Kalungkan Kartu Nusuk
Ilustrasi pengambilan kartu nusuk di asrama haji. ANTARA FOTO/Angga Palguna
Intinya Sih
  • PPIH Arab Saudi memastikan kesiapan layanan haji 2026 dengan pengecekan langsung tenda, konsumsi, dan transportasi agar lebih dari 125 ribu jemaah Indonesia mendapat pelayanan aman dan terintegrasi.
  • Kartu Nusuk wajib diaktivasi ulang untuk akses ke Masjidil Haram dan Raudhah; jemaah diimbau selalu mengenakannya karena pemeriksaan barcode dilakukan acak oleh otoritas setempat.
  • Pemerintah Arab Saudi memperketat pengawasan jemaah nonprosedural melalui checkpoint berlapis, membuat suasana sekitar Masjidil Haram lebih kondusif serta meningkatkan kenyamanan ibadah tawaf dan sa’i.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makkah, IDN Times – Persiapan menyambut puncak haji 1447 H/2026 M di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) kini memasuki fase krusial. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tengah mengorkestrasi seluruh lini layanan—mulai dari konsumsi, akomodasi, hingga transportasi—guna memastikan 125 ribu lebih jemaah Indonesia yang telah tiba di Tanah Suci memperoleh pelayanan yang terintegrasi dan aman.

Wakil Ketua III PPIH 2026 yang juga Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menegaskan bahwa pengecekan fisik ke lapangan menjadi harga mati untuk memastikan komitmen para penyedia layanan (syarikah).

1. Simulasi kapasitas tenda dan kesiapan konsumsi di Armuzna

photo_2026-05-13_08-26-08.jpg
Pengecekan tenda di Arafah beserta isinya

Koordinasi intensif terus dilakukan dengan dua mitra syarikah, yakni Rakeen dan Albait Guest. Fokus utama saat ini adalah memastikan kapasitas tenda di Arafah dan Mina mencukupi secara rasio luas lantai bagi jemaah. Petugas telah melakukan simulasi langsung di lapangan untuk menghindari penumpukan.

"Kami mengerahkan hampir 70 petugas untuk mengecek kapasitas tenda satu per satu. Dengan rasio sekitar 1,2 hingga 1,3 meter persegi per jemaah, kapasitasnya masih mencukupi," jelas Muhammad Ilham Effendy saat ditemui di Kantor TUH KJRI Jeddah, Senin (11/5/2026). Sebagai gambaran, tenda berukuran 300 meter persegi yang idealnya diisi 230 kasur, setelah diaplikasikan di lapangan ternyata mampu menampung hingga 240 kasur dengan posisi yang tetap aman.

Dari sisi konsumsi, skema fresh meal dan ready to eat telah disiapkan. Hal ini krusial karena akses logistik selama fase Armuzna (8-13 Zulhijah) akan sangat terbatas. Tujuannya agar jemaah tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup saat menjalankan wukuf hingga kembali ke pemondokan.

2. Tantangan aktivasi kartu Nusuk dan ziarah raudhah

Petugas membagikan kartu nusuk kepada jamaah calon haji (JCH) di Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (21/4/2026). (ANTARA FOTO/Ar
Petugas membagikan kartu nusuk kepada jamaah calon haji (JCH) di Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (21/4/2026). (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Tahun ini, Kartu Nusuk menjadi instrumen wajib yang harus dimiliki jemaah untuk mengakses Masjidil Haram maupun Raudhah. Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya kendala teknis, di mana kartu tidak hanya cukup dibagikan, tetapi harus diaktivasi ulang melalui sistem.

Beberapa jemaah gelombang pertama di Madinah sempat terkendala saat hendak melakukan ziarah Raudhah karena masalah aktivasi ini. "Nusuk bukan hanya dibagikan, tetapi harus diaktivasi kembali. Kami mengingatkan jemaah agar kartu ini selalu dikalungkan karena ada pemeriksaan barcode secara acak. Jika hilang, proses penggantiannya membutuhkan persetujuan Kementerian Haji Arab Saudi dan memakan waktu sekitar dua hari," tutur Ilham.

3. Pengawasan ketat jemaah nonprosedural

Pemandangan udara Masjidil Haram di Mekkah dengan ribuan jamaah mengelilingi Ka'bah di area tengah masjid yang luas.
Foto udara Masjidil Haram di Mekkah memperlihatkan ribuan jamaah yang sedang melaksanakan tawaf mengelilingi Ka'bah (Dok. MCH 2026)

Kebijakan Pemerintah Arab Saudi tahun ini dinilai lebih ketat dalam menyaring jemaah tanpa izin resmi. Pemeriksaan berlapis dilakukan di berbagai checkpoint menuju Makkah, seperti di Sumaisy dan Zaidi. Setiap kendaraan pribadi hingga bus diperiksa satu per satu menggunakan pemindaian barcode Kartu Nusuk.

Dampaknya, meski jemaah haji Indonesia yang masuk sudah lebih dari 50 persen dari total kuota, suasana di sekitar Masjidil Haram terpantau tidak sepadat tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kekhusyukan jemaah dalam menjalankan tawaf maupun sa'i.

4. Manajemen transportasi bus shalawat dan sektor Khusus

photo_2026-05-13_09-20-55.jpg
Petugas berjaga di Terminal Ajyad, Mekah Arab Saudi, Minggu (3/5). Terminal Ajyad menjadi salah satu dari tiga terminal layanan bus sholawat yang mengantarkan jemaah dari hotel ke Masjidil Haram (Dok. MCH 2026)

Perbedaan lanskap antara Madinah dan Makkah menuntut manajemen transportasi yang presisi. Jika di Madinah jemaah cukup berjalan kaki karena hotel berada di kawasan Markaziyah, di Makkah jemaah sangat bergantung pada bus shalawat dengan waktu tempuh 15-30 menit.

Petugas dikerahkan dalam jumlah besar di tiga terminal utama: Ajyad, Jabal Ka'bah, dan Syib Amir. "Kami memiliki sektor khusus di Masjidil Haram yang bertugas memastikan jemaah dapat kembali ke terminal yang benar sesuai simbol identitas masing-masing agar tidak tersasar," tambah Ilham.

5. Strategi menghadapi cuaca panas ekstrem

image_2026-05-11_23-10-49.png
Wakil Ketua III PPIH 2026 yang juga Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, Muhammad Ilham Effendy (Dok. MCH 2026)

Suhu di Arab Saudi saat ini terus memuncak antara 38 hingga 42 derajat Celsius dengan kelembapan yang sangat rendah. Minimnya pepohonan dan peneduh di kawasan Armuzna menjadi tantangan fisik yang nyata. Jemaah diimbau untuk tidak memaksakan diri beribadah di Masjidil Haram jika kondisi fisik sedang menurun.

Fatwa ulama setempat juga telah mengonfirmasi bahwa seluruh area Makkah termasuk wilayah Tanah Haram dengan keutamaan pahala yang sama. Jemaah disarankan menjaga hidrasi dan stamina demi menghadapi puncak haji. Pemetaan petugas pun telah dilakukan: Daker Bandara akan bersiaga di Arafah, Daker Madinah di Mina, dan Daker Makkah di Muzdalifah untuk memberikan pengawalan total bagi tamu Allah.

Share
Topics
Editorial Team
Yogie Fadila
EditorYogie Fadila
Follow Us

Related Articles

See More