- Pesisir Aceh
- Pesisir Sumatra Utara
- Pesisir Kepulauan Riau
- Pesisir Sumatra Barat
- Pesisir Jambi
- Pesisir Kepulauan Bangka Belitung
- Pesisir Lampung
- Pesisir Banten
- Pesisir Jakarta
- Pesisir Jawa Barat
- Pesisir Jawa Tengah
- Pesisir Jawa Timur
- Pesisir Bali
- Pesisir Nusa Tenggara Barat
- Pesisir Nusa Tenggara Timur
- Pesisir Kalimantan Utara
- Pesisir Kalimantan Timur
- Pesisir Kalimantan Selatan
- Pesisir Kalimantan Barat
- Pesisir Sulawesi Selatan
- Pesisir Sulawesi Utara
- Pesisir Maluku
- Pesisir Papua Selatan.
Fakta-Fakta Fenomena Super New Moon Diprediksi Terjadi pada 17 Mei

- BMKG memprediksi fenomena Super New Moon terjadi pada 17 Mei 2026, yang dapat meningkatkan tinggi muka air laut dan berpotensi menimbulkan banjir rob di wilayah pesisir.
- Sebanyak 24 wilayah pesisir di Indonesia diperkirakan terdampak banjir rob antara 11–24 Mei 2026, termasuk pesisir Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua Selatan.
- BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk waspada terhadap pasang maksimum air laut serta rutin memantau informasi cuaca melalui situs dan media sosial resmi BMKG.
Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya fenomena Super New Moon atau fase bulan perigee dan bulan baru, pada (17/5/2026). Fenomena itu memunculkan sejumlah fakta.
Pertama, Super New Moon bisa menyebabkan tinggi muka air laut meningkat. Bahkan, di wilayah pesisir, bisa menyebabkan banjir rob.
Fakta berikutnya, akibat meningkatnya tinggi muka air laut, proses bongkar muat di pelabuhan bisa terganggu. Sehingga, aktivitas masyarakat bisa terhambat.
"Potensi banjir pesisir yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat," tulis BMKG dalam keterangannya, dikutip Rabu (13/5/2026).
Fakta lainnya, Super New Moon disebabkan karena adanya kombinasi bulan baru dan perigee. Sehingga, bulan terlihat lebih besar dari biasanya.
1. Daerah yang berpotensi banjir rob

BMKG juga merilis daerah yang berpotensi banjir rob dari 11-24 Mei 2026. Berikut daftarnya:
2. Masyarakat diimbau berhati-hati

BMKG mengimbau masyarakat untuk berhati-hati. Terutama, bagi mereka yang beraktivitas di sekitar pesisir yang berpotensi banjir rob.
"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut.
3. BMKG minta masyarakat terus pantau kondisi cuaca

BMKG meminta masyarakat terus memantau kondisi cuaca terkini. Cara memantau kondisi cuaca bisa melalui laman maritim.bmkg.go.id atau melalui media sosial BMKG.
"Bisa follow Twitter dan Instagram @BMKGmaritim atau dapat langsung menghubungi kantro BMKG terdekat," tulis BMKG.


















