Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

ISIS Akui Lakukan Serangan Bom Bunuh Diri Saat Salat Jumat di Pakistan

Ilustrasi kelompok ISIS (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi kelompok ISIS (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya sih...
  • Bom meledak saat salat Jumat dimulai di masjid Syiah di Islamabad
  • Pelaku bom bunuh diri dihentikan sebelum meledakkan diri. Saksi mata menggambarkan situasi berubah menjadi kepanikan
  • ISIS klaim bertanggung jawab. Kelompok ISIS dikenal sering menargetkan komunitas Syiah
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kelompok teroris Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri yang menewaskan sedikitnya 31 orang di sebuah masjid Syiah di Islamabad, Pakistan, saat salat Jumat, pekan ini.

Serangan tersebut terjadi di Masjid Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra yang terletak di pinggiran ibu kota Pakistan. Ledakan dahsyat itu melukai ratusan jemaah yang tengah melaksanakan ibadah salat Jumat, pada 6 Februari 2026.

Otoritas kota menyebutkan, jumlah korban tewas mencapai 31 orang, sementara 169 orang lainnya mengalami luka-luka. Jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah seiring proses evakuasi dan perawatan korban yang kritis.

Insiden ini menjadi serangan paling mematikan di Islamabad sejak pemboman Hotel Marriott pada 2008, yang kala itu menewaskan sekitar 60 orang.

1. Bom meledak saat salat Jumat dimulai

Sebuah bom sedang diletakkan di atas meja.
ilustrasi bom (unsplash.com/Sven Verweij)

Ledakan terjadi tepat ketika salat Jumat baru saja dimulai, saat masjid dalam kondisi penuh oleh para jemaah. Sejumlah saksi mata menggambarkan situasi berubah menjadi kepanikan dalam hitungan detik.

Seorang sumber keamanan mengatakan, pelaku sempat dihentikan di pintu masuk masjid sebelum akhirnya meledakkan diri. “Penyerang dihentikan di gerbang dan kemudian meledakkan dirinya,” ujar sumber tersebut, dilansir France24, Sabtu (6/2/2026).

Muhammad Kazim, seorang jemaah berusia 52 tahun, menyebut ledakan yang terjadi sangat kuat. Ia mengatakan, ledakan menghancurkan bagian dalam bangunan ketika ibadah baru dimulai.

Jemaah lainnya, Imran Mahmood, mengungkapkan sempat terjadi baku tembak antara pelaku dan relawan keamanan masjid. “Pelaku bom bunuh diri berusaha maju, tetapi salah satu relawan kami yang terluka menembaknya dari belakang dan mengenai pahanya,” kata Mahmood. Ia menambahkan, pelaku kemudian meledakkan bahan peledaknya.

2. ISIS klaim bertanggung jawab

Ilustrasi kelompok ISIS (instagram.com/hotjist)
Ilustrasi kelompok ISIS (instagram.com/hotjist)

Kelompok ISIS kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kelompok militan itu memang dikenal kerap menargetkan komunitas Syiah di berbagai negara, termasuk Pakistan.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengutuk keras serangan itu dan berjanji akan membawa para pelaku ke pengadilan. Ia menegaskan, pihak berwenang akan mengejar siapa pun yang terlibat dalam aksi tersebut.

Wakil Perdana Menteri Ishaq Dar menyebut, serangan itu sebagai kejahatan keji terhadap kemanusiaan dan pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip Islam.

Pemakaman bagi sejumlah korban dijadwalkan berlangsung hari ini, sementara keluarga korban lainnya masih menunggu kepastian kondisi kerabat mereka yang dirawat di rumah sakit.

3. Ancaman keamanan bagi minoritas

Bendera Pakistan sedang berkibar.
potret bendera Pakistan (pexels.com/Azhaan Bashmil)

Pakistan merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim Sunni, sementara komunitas Syiah sekitar 10 hingga 15 persen dari populasi. Kelompok ini telah lama menjadi sasaran kekerasan sektarian, termasuk oleh ISIS.

ISIS pertama kali muncul di Irak dan Suriah, mendirikan kekhalifahan dan sempat menguasai wilayah luas sebelum akhirnya dipukul mundur dari basis-basis utamanya di Raqqa dan Mosul. Meski kehilangan wilayah, kelompok tersebut masih aktif di berbagai kawasan.

Kelompok ini mempertahankan kehadiran di Irak, Suriah, sejumlah wilayah Afrika seperti kawasan Sahel, serta di Afghanistan dan Pakistan. Sejak kehilangan wilayah kekuasaannya, ISIS mengubah taktik dengan lebih banyak melakukan serangan teror berskala kecil namun mematikan.

Serangan di Islamabad terjadi di tengah meningkatnya tantangan keamanan di Pakistan, terutama di provinsi-provinsi selatan dan utara yang berbatasan langsung dengan Afghanistan. Sebelumnya, pada November lalu, serangan bom bunuh diri di luar gedung pengadilan Islamabad menewaskan 12 orang dan melukai puluhan lainnya.

Di Provinsi Balochistan, serangan kelompok separatis pekan lalu menewaskan 36 warga sipil dan 22 personel keamanan, memicu operasi balasan besar-besaran. Otoritas setempat menyatakan hampir 200 militan tewas dalam operasi tersebut.

Serangan di masjid Syiah ini kembali menegaskan rapuhnya situasi keamanan di Pakistan, serta ancaman berkelanjutan dari kelompok militan terhadap minoritas agama di negara itu.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

KPK Tahan Pemilik Blueray Cargo John Field Usai Sempat Melarikan Diri

08 Feb 2026, 08:31 WIBNews