Jepang Tuntut Pembebasan Segera Warganya yang Ditahan di Iran

- Pemerintah Jepang menuntut pembebasan segera warganya, Shinnosuke Kawashima, kepala biro NHK di Teheran yang ditahan otoritas Iran dan dipindahkan ke penjara Evin.
- NHK menegaskan keselamatan staf sebagai prioritas utama dan belum memberikan komentar lebih lanjut terkait penahanan tersebut, sementara Tokyo terus berupaya diplomatik dengan Iran.
- Di tengah ketegangan meningkat, AS dan Iran memulai kembali pembicaraan nuklir di Jenewa untuk membahas pengembangan nuklir serta pencabutan sanksi yang menekan hubungan kedua negara.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Jepang mengonfirmasi bahwa seorang warga negaranya telah ditahan oleh otoritas Iran di Teheran. Pernyataan ini muncul menyusul laporan media asing yang menyebut individu tersebut telah ditahan pada 20 Januari 2026.
"Sejak mengetahui penahanan ini, pemerintah telah menuntut dengan tegas agar pihak Iran mengupayakan pembebasan warga negara Jepang tersebut secepatnya," kata Wakil Kepala Sekretaris Kabinet Masanao Ozaki pada Rabu (25/2/2026), dilansir NHK News.
Ozaki menegaskan bahwa pemerintah Jepang telah menjalin kontak dengan individu tersebut, serta keluarganya untuk memberikan dukungan yang diperlukan.
1. Warga Jepang yang ditahan oleh Iran telah ditempatkan di penjara Evin

Sebuah laporan dari Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL) mengatakan bahwa tahanan tersebut adalah Shinnosuke Kawashima. Ia adalah kepala biro lembaga penyiaran publik Jepang NHK di Teheran.
Menurut The Japan Times, laporan tersebut yang mengutip dua sumber yang tidak disebutkan namanya, mengatakan Kawashima telah ditangkap dan dipindahkan ke Penjara Evin Iran. Fasilitas tersebut terkenal kejam, yang menampung tahanan politik, jurnalis, akademisi, dan mereka yang dianggap anti-rezim. Menurut sejumlah kelompok hak asasi manusia, penjara Evin terkenal karena menggunakan penyiksaan dan pelanggaran lainnya.
Iran International, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, juga mengonfirmasi laporan RFE/RL.
2. Bagi NHK, keselataman staf adalah prioritas utama

Pihak NHK menolak untuk berkomentar langsung tentang identitas warga negara Jepang yang ditahan. Namun, pihaknya menyatakan akan selalu bertindak dengan mengutamakan keselamatan staf sebagai prioritas utama dan saat ini belum dapat memberikan komentar lebih lanjut.
Pernyataan terbaru Tokyo tentang pembebasan warganya datang di saat sinyal baru-baru ini dari Presiden AS (AS), Donald Trump, yang mempertimbangkan kemungkinan perang dengan Iran. Hal inipun telah membuat Jepang gelisah.
Secara tradisional, Tokyo dan Teheran telah menjalin hubungan yang bersahabat. Bahkan, mantan Perdana Menteri Shinzo Abe pada 2019 pernah berupaya membantu menengahi ketegangan antara AS dan Iran. Jepang sangat bergantung pada Timur Tengah untuk minyak mentah. Sekitar 90 persen impornya berasal dari wilayah tersebut.
3. AS dan Iran kembali memulai pembicaraan nuklir di Jenewa
Washington dan Teheran telah memulai putaran ketiga pembicaraan nuklir di Jenewa, yang dimulai pada 26 Februari 2026. Pembicaraan tidak langsung tingkat tinggi dilanjutkan awal bulan ini untuk pertama kalinya setelah sekitar delapan bulan, di tengah meningkatnya tekanan militer dari AS.
Pihak Teheran menyatakan bahwa hanya pengembangan nuklir Iran dan pencabutan sanksi yang akan dibahas dalam putaran ketiga pembicaraan tersebut.
"Kami siap menjawab pertanyaan. Kami siap menghilangkan kekhawatiran. Di Jenewa, ada kemungkinan besar untuk mencapai solusi yang disepakati, yang adil dan seimbang," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kepada sebuah media India.
Situs berita AS Axios melaporkan bahwa utusan Gedung Putih, Steve Witkoff, dalam pertemuan tertutup pada Selasa (24/2/2026) mengatakan pemerintahan Trump menuntut agar Teheran menyetujui bahwa setiap kesepakatan nuklir di masa mendatang akan tetap berlaku tanpa batas waktu. Media telah menunjuk pada ketentuan dalam kesepakatan nuklir pada 2015, yang menetapkan bahwa sebagian besar pembatasan pada program nuklir Iran akan secara bertahap berakhir setelah jangka waktu tertentu.
AS telah mengerahkan aset militer skala besar, termasuk kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford ke Timur Tengah. Kedua kapal induk tersebut memimpin kelompok penyerang dengan beberapa kapal perang perusak rudal berpemandu. Peningkatan tekanan militer tersebut merupakan upaya AS dalam membawa Iran kembali ke meja perundingan terkait nuklir dan mencapai kesepakatan.

















