Kereta Cepat Jadi Simbol Suksesnya Kerja Sama China-ASEAN

- Wang Qing menegaskan kerja sama China-ASEAN makin solid dengan peningkatan kepercayaan strategis, pertukaran tingkat tinggi, dan kontribusi nyata bagi perdamaian serta kemakmuran kawasan.
- Perdagangan bilateral China-ASEAN tembus lebih dari Rp17.828 triliun pada 2025, sementara proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung menjadi simbol sukses kolaborasi ekonomi dan teknologi kedua pihak.
- Hampir 200 kegiatan pertukaran masyarakat digelar dalam Tahun Pertukaran China-ASEAN, memperkuat solidaritas pascapandemi dan mempermudah mobilitas warga lewat kebijakan visa baru.
Jakarta, IDN Times - Duta Besar China untuk ASEAN, Wang Qing, mengatakan kerja sama antara China dan negara-negara ASEAN dalam lima tahun terakhir telah menghasilkan kemajuan baru di berbagai bidang. Menurutnya, capaian tersebut membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap perdamaian serta kemakmuran kawasan.
Wang menyebut hubungan kedua pihak kini menjadi contoh kerja sama yang berhasil di Asia Timur dan kawasan Asia-Pasifik. Ia menilai fondasi komunitas China-ASEAN dengan masa depan bersama semakin kuat melalui intensitas pertukaran tingkat tinggi dan peningkatan kepercayaan strategis.
“Di bawah kepemimpinan para pemimpin kami, China dan ASEAN telah mencapai kemajuan baru dalam kerja sama praktis di berbagai bidang. Hal ini membawa manfaat nyata bagi negara dan rakyat kita serta memberikan kontribusi penting bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan,” kata Wang saat membuka Jakarta Forum 2026 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Wang juga menyoroti hubungan antarpemimpin China dan negara-negara ASEAN yang semakin erat. Menurutnya, para pemimpin kedua pihak saling berkunjung dan berinteraksi seperti keluarga, yang membantu memperkuat hubungan persahabatan.
1. Perdagangan ASEAN-China lampaui Rp17.828 triliun

Wang menjelaskan hubungan ekonomi China dan ASEAN terus berkembang. Protokol peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-China (FTA) 3.0 telah ditandatangani, sementara kedua pihak telah menjadi mitra dagang terbesar satu sama lain selama enam tahun berturut-turut.
Wang mengungkapkan nilai perdagangan bilateral pada 2025 telah melampaui 1 triliun dolar AS (Rp17.828 triliun). Menurutnya, hal itu menunjukkan kedekatan ekonomi yang semakin kuat antara kedua kawasan.
“China dan ASEAN telah menjadi mitra dagang terbesar satu sama lain selama enam tahun, dan perdagangan bilateral melampaui satu triliun dolar AS pada 2025,” ujarnya.
Wang juga menyoroti perkembangan sejumlah proyek konektivitas, termasuk jalur kereta China-Laos yang mencatat pertumbuhan angkutan penumpang dan barang secara signifikan.
Selain itu, ia secara khusus menyinggung Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang menurutnya telah menjadi contoh keberhasilan kerja sama antara China dan ASEAN.
2. Kereta Cepat Jakarta-Bandung simbol sukses ASEAN-China

Menurut Wang, Kereta Cepat Jakarta-Bandung telah menjadi simbol sukses yang memperlihatkan dampak nyata kerja sama kedua pihak terhadap masyarakat. “Kereta Cepat Jakarta-Bandung telah menjadi contoh keberhasilan yang bersinar. Dengan jalur kereta ini, masyarakat setempat telah menaiki kereta cepat menuju kemakmuran,” kata Wang.
Ia menambahkan koridor perdagangan darat-laut internasional yang baru juga telah menghubungkan pasar regional yang luas.
Melalui jalur tersebut, konsumen di wilayah pedalaman China kini dapat menikmati durian dan manggis dari ASEAN berkat sistem rantai dingin. Sebaliknya, masyarakat ASEAN dapat memperoleh kendaraan listrik berkualitas dari China.
“Kita dapat melihat kerja sama ini benar-benar memberikan hasil, bukan hanya dalam statistik makro, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari keluarga biasa. Lebih dari dua miliar orang di kawasan kita akan mendapatkan manfaat dari kerja sama China-ASEAN,” ujarnya.
3. Hampir 200 kegiatan digelar dalam pertukaran masyarakat

Wang juga menyoroti eratnya hubungan antarmasyarakat kedua kawasan. Ia mengatakan China dan ASEAN pernah berjuang bersama menghadapi pandemi COVID-19. Menurutnya, China juga bergerak cepat membantu Myanmar, setelah gempa bumi besar melanda negara tersebut, sebagai wujud persahabatan dan solidaritas.
Dalam Tahun Pertukaran Antarmasyarakat China-ASEAN, hampir 200 kegiatan telah diselenggarakan dan mobilitas warga semakin mudah dengan kebijakan visa ASEAN yang diluncurkan China.
“Hubungan antarmasyarakat kita semakin erat. Kami berjuang bahu membahu melawan pandemi COVID-19,” katanya.











![[QUIZ] Tebak Nama Presiden Negara Peserta Piala Dunia 2026 Saat Ini, Bisa Jawab?](https://image.idntimes.com/post/20260626/upload_eb303502a2c25570fd881db56061c870_42c4a4ab-ef89-471a-80da-777dc3f4c599.jpg)






