Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Khalil Al Hayya Jadi Pemimpin Baru Hamas Gantikan Yahya Sinwar
Kepala Biro Politik Hamas Khalil al-Hayya (Khamenei.ir, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
  • Khalil Al Hayya resmi terpilih sebagai kepala biro politik Hamas menggantikan Yahya Sinwar yang tewas, setelah memenangkan pemungutan suara internal melawan Khaled Meshaal.
  • Al Hayya, tokoh senior Hamas sejak 1987 dan pengikut Sheikh Ahmed Yassin, dikenal berpengalaman di bidang politik serta pernah ditahan oleh militer Israel pada awal 1990-an.
  • Sebagai negosiator utama Hamas, Al Hayya beberapa kali lolos dari serangan udara Israel yang menewaskan banyak anggota keluarganya dalam konflik-konflik sebelumnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Hamas menunjuk Khalil Al Hayya sebagai kepala biro politik yang baru untuk memimpin kelompok tersebut. Ia akan menggantikan Yahya Sinwar yang tewas dalam pertempuran melawan pasukan Israel pada Oktober 2024.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua Hamas ini memenangkan pemungutan suara internal. Ia berhasil mengalahkan mantan pemimpin politik Hamas, Khaled Meshaal, dalam pemilihan tersebut.

1. Al Hayya mulai menjabat pekan depan

Kepala Biro Politik Hamas Khalil al-Hayya (Khamenei.ir, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Kemenangan Al Hayya diumumkan pada Senin (20/7/2026) setelah ia meraup suara mayoritas. Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, juga telah menyatakan dukungan penuh kepada pemimpin baru tersebut.

Ia diperkirakan bakal meresmikan jabatannya pekan depan. Masa jabatan ini akan melengkapi sisa periode kepemimpinan Hamas saat ini yang telah bergulir sejak pemilihan internal tahun 2021.

Terpilihnya Al Hayya akan mengakhiri masa tugas dewan kepemimpinan sementara yang beranggotakan lima orang. Dewan itu akan segera dibubarkan dan menyerahkan surat pengunduran diri mereka kepada Dewan Syura.

"Biro politik akan bertemu di Istanbul dalam beberapa hari ke depan untuk membentuk komite dan mulai merestrukturisasi badan kepemimpinan Hamas," ujar pejabat senior Hamas, dilansir The Straits Times.

2. Bergabung dengan Hamas sejak pertama kali dibentuk

ilustrasi bendera Palestina. (unsplash.com/Moslem Danesh)

Pria kelahiran Gaza pada tahun 1960 ini bukanlah sosok baru dalam pergerakan Palestina. Menurut Al Jazeera, ia telah menjadi bagian dari Hamas sejak kelompok tersebut pertama kali terbentuk pada tahun 1987.

Ia merupakan pengikut dari mendiang pendiri Hamas, Sheikh Ahmed Yassin, yang ia temui pada tahun 1980. Al Hayya juga mengantongi gelar doktor bidang studi Islam dari sebuah universitas di Sudan.

Ia pernah ditahan oleh militer Israel selama tiga tahun pada awal 1990-an. Setelah bebas, pengaruh politiknya terus naik, terutama saat ia mewakili Hamas di Dewan Legislatif Palestina pada tahun 2006.

"Proses pemilihan dilakukan melalui mekanisme yang sangat rumit dan rahasia karena sulitnya situasi keamanan," tutur sumber internal Hamas, dilansir The Straits Times.

3. Al Hayya berkali-kali lolos dari serangan Israel

pengeboman Kota Gaza (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Di kancah internasional, Al Hayya memegang peran sebagai negosiator utama Hamas. Ia memimpin perundingan gencatan senjata dan pertukaran tawanan dengan Israel dari basis operasinya di Qatar.

Al Hayya telah berulang kali menjadi target serangan militer Israel. Pada 2007, sebuah serangan udara yang menargetkan dirinya justru menewaskan tujuh anggota keluarganya.

Tragedi kembali melanda keluarganya saat Israel mengebom rumahnya di kawasan Kota Gaza pada perang tahun 2014. Serangan itu merenggut nyawa putra sulungnya, Osama, beserta istri, anak-anaknya, dan 19 kerabat lainnya.

Ia kembali lolos dari maut saat pesawat tempur Israel menyerang sebuah kompleks perumahan di Doha pada September 2025. Namun, serangan itu menewaskan putranya yang lain, Hammam, serta direktur kantornya, Jihad Labad.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article