Megawati: Krisis Iran-Venezuela Bukti Dunia Sedang Diguncang

- Megawati menilai dunia sedang tidak stabil akibat konflik geopolitik seperti krisis Iran dan Venezuela yang mengguncang sistem internasional.
- Ia menegaskan pentingnya kembali pada nilai Dasa Sila Bandung untuk menjaga kedaulatan dan menolak intervensi asing.
- Megawati menyerukan urgensi Konferensi Asia Afrika Jilid II sebagai langkah memperkuat solidaritas dan perdamaian di tengah ketegangan global.
Jakarta, IDN Times - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menilai dunia tengah berada dalam kondisi tidak stabil akibat meningkatnya konflik geopolitik global. Situasi tersebut, menurutnya, menegaskan kembali relevansi nilai-nilai Konferensi Asia Afrika (KAA), khususnya Dasa Sila Bandung.
Dalam seminar “Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini” di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Sabtu (18/4/2026), Megawati menyoroti sejumlah peristiwa global yang dinilai mencerminkan rapuhnya sistem internasional saat ini.
“Ketika dunia saat ini dihadapkan pada persoalan di Venezuela melalui penculikan Presiden Maduro, dan serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, maka sistem internasional guncang," ujar Megawati.
1. Dasa Sila Bandung jadi dasar jaga kedaulatan negara

Dia menegaskan bahwa kondisi tersebut menuntut dunia untuk kembali pada prinsip kesetaraan dan penghormatan terhadap kedaulatan negara.
"Dasa Sila Bandung adalah hukum internasional yang diinisiasi Indonesia sebagai benteng bekerjanya kedaulatan dan kemerdekaan suatu bangsa dari campur tangan bangsa lain," katanya.
2. Megawati soroti pangkalan militer asing picu intervensi

Megawati juga menyoroti peran pangkalan militer asing dalam mempercepat terjadinya intervensi terhadap negara berdaulat, khususnya di kawasan Amerika Latin dan Timur Tengah.
“Berbagai intervensi kedaulatan suatu negara merdeka dan berdaulat di Amerika Latin dan Timur Tengah akhir-akhir ini dapat terjadi dengan cepat karena adanya pangkalan militer asing di suatu negara,” ujarnya.
Ia kemudian mengingatkan kembali langkah Indonesia pada 1965 melalui Konferensi Internasional Anti Pangkalan Militer Asing (KIAPMA), yang dinilai masih relevan hingga saat ini.
3. Kekuatan dunia dan urgensi konferensi Asia Afrika Jilid II

Selain itu, Megawati juga mengulas pembagian kekuatan dunia menurut Bung Karno menjadi The New Emerging Forces dan The Old Forces. Ia menekankan bahwa keduanya harus tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan perdamaian.
Sebagai penutup, ia menilai Konferensi Asia Afrika Jilid II menjadi kebutuhan mendesak di tengah kompleksitas geopolitik global saat ini.
















